Jumat, 01 Januari 2016

Teladan Muhammad bin Idris kepada santrinya

Bismillah...

Dikisahkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis dalam keadaan marah.

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk ... Ia berkata : Siapa anda ?
Orang yang mengetuk menjawab : Muhammad bin Idris. Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris kecuali Imam Syafi'i.
Saat ia membuka pintu, ia terkejut dengan kedatangan sang guru, Imam Syafi'i.

Imam Syafi'i berkata :
Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah?

Maka sang IMAM pun kembali berkata,

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat. karena terkadang, meraih hati itu lebih utama daripada meraih kemenangan.

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telahkau bangun dan kau lewat di atasnya, karena boleh jadi, satu hari nanti engkau membutuhkannya kembali.

Berusahalah dalam hidup ini agar engkau membenci perilaku yang salah, dan jangan engkau membeci orang yang melakukan kesalahan.

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas pelaku maksiat.

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati orang yang berbeda pendapat.

Tugas kita dalam hidup ini adalah menghilangkan penyakit, bukan membunuh orang yang sakit.

Apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka maafkan lah...

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluh kesahnya ...

Apabila datang kepadamu orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya dari apa-apa yang Allah berikan kepadamu.

Apabila datang seseorang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang disampaikan kepadamu.

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanaminya dengan bunga, sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar