Bismillah...
Nanti malam adalah malam pergantian tahun baru masehi. Sebagian orang beranggapan bukan tahun barunya orang islam. Tidak salah dengan anggapan itu, ketahuilah semua tahun itu milik Allah, bagaimana kita menyikapinya, itu yang terpenting. Dan kitapun harus mengakui bahwa setiap aktivitas yang saat ini kita jalani, tidak terlepas dengan kalender masehi. Betul?
Contoh misalnya, sekolah-sekolah islam yang berlebel sunnahpun masih menggunakan kalender masehi dalam mengatur jadwal liburnya, beberapa pesantrenpun masih menggunakan kalender masehi dalam menentukan waktu aktiv dan libur belajar, mungkin hanya beberapa pesantren saja yang masih menjunjung tinggi kalender hijriyah. Alhamdulillah.
Merayakan tahun baru apapun entah tahun baru islam ataupun masehi jika caranya dengan buang-buang waktu di jalanan, tiup-tiup terompet, pasang petasan, kebut-kebutan dll sangat tidak dibenarkan dalam islam. Karena semua itu pastinya tidak akan terlepas dari mubazir, maksiat, ikhtilat, khalwat dll. Lebih baik manfaatkan waktunya untuk bersyukur, berdoa, dan bermuhasabah.
Tidak ada salahnya jika kita alihkan ke kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi umat. Menjelang tahun baru, kita adakan pengajian tabligh akbar dengan mengundang ustadz yang ahli di bidangnya, ahli dalam membawa umat bermuhasabah, menggelar dzikir bersama, khotmil Quran, dan lain-lain. Lalu ajak pemuda-pemudi kita untuk menghadirinya, agar terhindar dari hal yang sia-sia.
Apakah ada dalilnya? apakah harus mengkhususkan pengajian, dzikir atau khotmil Quran pada malam tahun baru..?
apakah ada perintah dirayakan..?
Jangan dulu tanya dalil, tapi tanyalah apa hikmahnya atau ibroh apa yang bisa diambil. Bukan juga mengkhususkan, melainkan inilah waktu yang tepat untuk berdakwah, mengajak manusia kepada kebaikan agar terhindar dari keburukan. Bukan pula merayakan namun tasyakuran. Dimana didalamnya dibacakan al-Quran, dzikir, syukur, muhasabah, sedekah dll..
Mari kita perhatikan kondisi umat. Dimana banyak umat islam jadi bulan-bulanan yahudi. Sungguh sangat menyedihkan. Disini kita harus berpikir dan begerak agar bisa merubah keadaan.
Dari sahabatmu : Lukmanul Hakim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar