Rabu, 24 Februari 2016

Bukan Rezekinya yang Kurang

Oleh: Lukman

Bismillah...

Salah satu sifat manusia yang disebut-sebut oleh al-Quran adalah bahwa manusia itu biasanya senang berkeluh kesah. Jika sesuatu yang Allah berikan tidak sesuai dengan harapannya dia akan mengeluh, jika Allah berikan banyak kenikmatan, terkadang lalai untuk bersyukur.

Sebagaimana dalam Qs. Al-Ma'arij: 19-21, "Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apa bila mendapatkan (harta) dia jadi kikir."

Lagi-lagi soal rezeki, rezeki adalah sesuatu yang paling banyak diminta oleh manusia. Saat rezeki yang diterimanya merasa tidak cukup, dia akan mengeluh kurang. Sebenarnya bukan rezekinya yang kurang, mungkin syukurnya yang kurang. Bukannya rezeki tidak harus uang? Teman yang baik, istri yang baik, anak yang baik-baik, tubuh yang jarang sakit, semuanya adalah rezeki. Karenanya perlu menata syukur, agar rezeki deras mengucur.

Sedekah adalah bukti syukur kita kepada Allah, walaupun hanya 1000/hari. Jika dilakukan secara istiqomah maka akan menjadi amalan yang sangat dicintai Allah Subhanahu wata'ala. Beruntunglah bagi sahabatku yang gemar bersedekah. Semoga rezekinya berkah berlimpah. Amin.

Lalu ada sebagian orang mengatakan, "ustad, bukannya sedekah tidak harus uang...? Senyum kita terhadap saudara kita, mengajarkan ilmu, membuang duri di jalan, menunjukkan arah jalan kepada yang tersesat, bukannya semua itu adalah sedekah?" Betul sekali dengan ungkapan itu, tidak ada yang salah sama sekali. Tapi yang jadi permasalahannya, ketika meminta rezeki sama Allah, pengennya uang. Giliran diajak sedekah, beralasan sedekah tidak harus uang. Ini kan aneh namanya.

Kita sering mengeluhkan rezeki kita yang tidak lancar alias seret. Tidak ada salahnya, kita bermuhasabah/berintropeksi diri. Apakah selama ini sedekahku seret? Apakah selama ini hubunganku dengan orang tua seret? Sehingga rezekiku seret.
Jika iya, segera diperbaiki lagi. Semoga Allah meridhai.

Lalu pada ayat berikutnya, Allah menyebutkan pengecualian dengan menyebutkan ciri-ciri orang yang pandai bersyukur, tidak pernah mengeluh dengan pemberian-Nya, ujian-Nya dan lain-lainnya.
Siapa sajakah mereka?  Baiklah, mari kita simak bersama.

1. Orang-orang yang melaksanakan shalat, dan tetap istiqomah dengan shalatnya
2. Orang-orang yang senantiasa menafkahkah sebagian rezekinya kepada mereka yang membutuhkan
3. Orang-orang yang beriman akan hari pembalasan
4. Orang-orang yang takut akan azab Allah
5. Orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka
6. Orang-orang yang memelihara amanah dan janjinya
7. Orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya
8. Orang-orang yang memelihara shalatnya

Sungguh mereka itu dimuliakan di dalam syurga-Nya yang penuh kenikmatan. Dan semoga kita termasuk salah satu diantaranya. Amiin...

Selamat beraktivitas. Selamat menjemput rezekinya yang halal, baik dan barokah. Bukan banyak ya, tapi ba-ro-kah ๐Ÿ˜Š. Semoga keluarga di rumah tambah sholeh dan sholehah.

Sekian dari Lukman
Barokallahu fiikum...

------------
Info layanan Haji dan Umrah: 085717657973
1. Umrah awal ramadhan $1950 (all in)
2. Umrah plus turki April 2016 $2750+1jt
3. Umrah promo Awal Des Rp. 1.8750.000

Selasa, 23 Februari 2016

Cara mengetahui apakah dia pria sejati atau 1/2 pria

Oleh: Lukman

Maraknya LGBT di negeri ini, membuat kita turut prihatin dan mendoakan, semoga mereka yang memilih jalan demikian, segera diberi hidayah dan  kembali kepada fitrahnya.

Tentu kita sangatlah cemas dengan hal ini. Bagaimana tidak, kita khawatir negeri yang  sangat kita cintai diazab dengan hujan batu layaknya kaum Nabi Luth dulu. Sungguh mengerikan. Semoga kita dijauhkan.

***

Sayang ya. Ganteng-ganteng, sukanya sama yang ganteng lagi. Cantik-cantik sukanya sama yang cantik lagi. Masih mending, cantik-cantik sukanya sama cowo yang sudah tua. Ini normal. Dari pada sama yang cantik lagi, ini kan masalah.

Pesan penulis, orang-orang yang demikian janganlah dibenci, dijauhi, dicaci, apa lagi diperangi, sekali lagi, jangan. Tapi dekati, berilah sesuatu yang sekiranya ia mau berhijrah ke fitrahnya. Beri ia ilmu, wawasan, kasih sayang, jika ada rezeki beri ia modal usaha yang sesuai dengan fitrahnya. Jika awalnya ia memang seorang pria, beri ia modal untuk buka bengkel misalnya. Bukan salon. Ini bahaya. Salon biasanya jadi tmpat berkumpul dengan teman-temannya. Atau mungkin kita belikan alat yang memang produktif, ya apa saja. Asal jangn gitar atau genjring, ini sama saja. Kalau awalnya ia perempuan, beri saja gamis-gamis yang cantik, hijab yang dapat menutup auratnya. Bukan jeans, kaos, dll. Lalu sampaikan keutamaan-keutamaannya, sampai ia paham dan kembali ke fitrahnya.

***

Kembali ke judul. Kata pak ust. Abdul Jabir, seorang trainer dari ESQ 165, saat mengisi di acara launching BMT Insan Mulia di gedung UHAMKA jakarta, "sangat mudah untuk mengetahui apakah dia seorang pria sejati atau 1/2 pria."

Lalu beliau melanjutkan, "beri saja ia tisue, dan lihat bagaimana cara ia mengambil tisue itu." Para hadirin yang mendengarkan statementnya saat itu begitu penasaran, kenapa harus dengan tisue.

Akhirnya beliau melanjutkan, "Pria sejati itu biasanya mengambil sehelai tisue dari tempatnya akan terlihat biasa saja. Ya layaknya orang ngambil tisue. Tapi kalau yang 1/2 pria biasanya dia mengangkatkan jari kelingkingnya saat mengambil tisue, dengan penuh kehati-hatian. Coba saja perhatikan" begitu ungkapnya.

Dan para hadirinpun tertawa histeris seketika itu, lalu beliau melanjutkan lagi, "begitu juga saat mengusap muka, pria sejati akan terlihat biasa saja saat mengusap mukanya. Lain halnya yang 1/2 pria, dia penuh kehati-hatian saat mengusap-usap mukanya." paparnya.

Kembali para hadirin tertawa dengan statement-statementnya yang mwnghibur.

Dan beliaupun menyimpulkan, jika anak perempuan anda dilamar oleh seorang pria, maka harus diketahui apakah ia benar-benar pria sejati atau 1/2 pria. Pastikan itu.

Dan pada akhirnya, penulis berharap, semoga kita, anak-anak kita terhindar dari penyakit LGBT yang merusak ini. Amiin

BMT Insan Mulia

Bismillah ...

Teruntuk sahabatku dimanapun jiwamu berada.. Semoga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wta'ala.

Mohon maaf,  lukman mau share info, boleh ya. Lukman ingin mempersembahkan sebuah informasi yang mungkin sangat berharga dan bermanfaat bagi umat. Mari luangkan 2 menit saja untuk membaca info dibawah ini. Dan mohon untuk diforward and share ya. Insya Allah berkah. amin.

***
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š. Kabar gembira dan yg ditunggu tunggu telah hadir menjadi solusi anda

BMT INSAN MULIA :
# Sebagai wadah ekonomi syariah
# Sebagai gerakan pemberdayaan
# Sebagai Solusi pembiayaan Umroh

Kami siapkan produk2 tabungan dan pembiayaan sebagai berikut :

1). SIRELA : SImpanan sukaRELA
      Simpanan pokok : Rp 50.000/sekali
      Simpanan wajib.  : Rp 25.000/bulan
      Simpanan bebas : Rp 500.000/min

2). TAUBAT : TAbungan Umroh bersahaBAT
      Simpanan pokok : Rp 50.000/sekali
      Simpanan DP       : Rp 1 juta / sekali
      Simpanan bebas : Rp 500.000/min
Cat : berangkat +- 40 hari stlh lunas dan
         disesuaikan paket yg tersedia serta
         disepakati oleh calon jamaah.
         Misalnya : paket $1.475 dll

3). SIUMMAT : SImpanan UMroh heMAT
      ( Total Rp 18.8 juta ) diluar Romadhon
Paket A : 6 bulan berangkat
      Simpanan pokok : Rp 50.000/sekali
      Simpanan DP      : Rp 5 juta / sekali
      Simpanan wajib. : Rp 2.3 juta/bulan

Paket B : 12 bln berangkat
     Simpanan pokok : Rp 50.000/sekali
     Simpanan DP      : Rp 5 juta / sekali
     Simpanan wajib. : Rp 1.150rb/bulan

Paket C : 18 bln berangkat
     Simpanan pokok : Rp 50.000/sekali
     Simpanan DP.     : Rp 5 juta / sekali
     Simpanan wajib. : Rp 770rb / bulan

Dll seperti produk :
Simpanan Hari raya,
Simpanan Qurban
Simpanan Pernikahan
Simpanan Aqiqah
Simpanan pendidikan
( akan kami jlskan kali berikutnya )

Kami berhrp prdk2 kami dapat lbh memudahkan sgl urusan financial kita dan tentunya lbh berkah sesuai syari'ah Aamiinn

Motto kami BMT INSAN MULIA : PAS
Profesional (didukung IT dan tim USSI)
Aman (dgn payung hukum koperasi)
Syari'ah (diawasi pakar syari'ah/MUI)

Sekian dari Lukman. Untuk info lebih lanjut. Bisa tanya lukman langsung.

Barokallahu fiikum..

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Tidak ada istilah mantan guru

Oleh: Lukman

Tidak ada istilah mantan guru ataupun mantan murid.

Saat kita sudah tidak lagi belajar dengannya, tidak menimba ilmu darinya, karena mungkin sudah selesai program belajarnya, jenjang belajarnya, atau lulus dari suatu lembaga seperti sekolah, pesantren dan yang sejenisnya, maka tidak ada istilah "dulu, beliau adalah guru saya", "dulu, mereka adalah murid-murid saya", "beliau adalah mantan guru saya, bekas guru saya" dan sederet istilah lainnya.

Yang namanya guru, sampai kapanpun ya guru kita. Walaupun sudah terpisah ruang dan waktu. Dan yang namanya murid, sampai kapanpun ya tetap murid kita. Karenanya, adab seorang guru terhadap murid, pun adab murid terhadap guru harus selalu dijaga sampai kapanpun. Agar ilmu yang telah kita dapat darinya diberikan kemanfaatan dan keberkahan oleh Allah Subhanahu wata'ala. Insya Allah, amiin.

Bagaimana cara menjaga silaturrahim antara guru dan murid. Atau murid dengan guru..?

Disini lukman tidak membahasnya secara gamblang, hanya dua saja.

Biasanya seorang guru yang terbuka akan sangat senang jika dapat berbagi dengan murid-muridnya. Berbagi apa saja. Entah cerita, pengalaman penuh motivasi dan inspirasi, makanan, dan lain-lain. Dengan harapan si guru selalu dekat dengan muridnya. Walaupun sebenarnya saat ini tidak mengajar mereka lagi.

Atau misalnya, murid berpapasan dengan guru di jalan. Apa yang harus murid lakukan...?
A. Cuek bebek
B. Menyapanya dengan santun, kalau memungkinkan bersalaman dengan ta'dzim
C. Pura-pura ngga ngeliat
(Jawab saja dalam hati sambil intropeksi :) )

Disini, lukman tidak menyinggung siapapun. Sama sekali tidak. Hanya ingin mengingatkan, tanpa seorang guru, kita tidak ada apa-apanya. Kita bisa baca, siapa yang mengajarkan? Guru. Kita bisa nulis, siapa yang mengajarkan? Guru. Kita bisa hafal al-Quran, siapa yang membimbing kita? Guru. Siapapun guru kita, hormati ia, mulyakan ia, doakan kebaikan untuknya, jangan lupakan jasa-jasanya. Karena doa guru terhadap murid sangat dahsyat dan luar biasa. Ingat itu. Catat baik-baik.

Dari jauh, lukman turut mendoakan semoga kita senantiasa memulyakan guru-guru kita. amiiin...

Barokallahu fiikum

Beda pendapatan saja boleh, masa beda pendapat ga boleh

Oleh: Lukman

Suatu hari, seorang panitia tadabur alam meminta saya untuk membimbing halaqoh al-Quran untuk anak-anak para jamaah yang ikut pada acara tsb, sebut saja ke daerah puncak cisarua Bogor.
Saya pun menyetujinya, karena memang saya termasuk orang yang senang berjalan-jalan apa lagi ada kegiatan islam di dalamnya.

Tapi, kalau kita berbicara soal puncak, (maaf) kadang sebagian orang suka sensitif. Ada yang beranggapan disana adalah tempatnya orang syiah melakukan nikah mut'ah, zina berkedok agama, maksiat, dan lain-lain.

Namun kita selaku orang cerdas yang berpikiran positif, positif thinking aja keles. Hehe orang kesana bukan mau mut'ah, melainkan akan mengadakan pengajian di tempat yang indah, sejuk sambil menikmati alam ciptaan Allah Subhanahu wata'ala.

***

Tadi selepas dzuhur, alhamdulillah saya bertemu kembali dengan panitia yang mengajakku untuk ikut acaranya itu. Saya pun menyapanya dan mengobrol sebentar terkait tentang tadabur alam. Dan saya sampaikan bahwa tidak boleh melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah) kecuali ke 3 tempat, Masjidil Haram, Majidil Aqsa, dan Masjid Nabawi. Lalu saya mengutip sebuah hadits Nabi yang berbunyi,

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Tidak boleh diadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dan dalam shahih Muslim dengan redaksi larangan sebagai berikut

“Janganlah kamu mengadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”.

Mendengar apa yang saya sampaikan, beliau menjawab "boleh" sambil kebingungan, karena memang selama ini beliau dan para sahabatnya yang paling keras dalam menyuarakan itu.

***

Mereka memahami hadits tersebut secara dzahiriyyah atau memahaminya dengan makna dzahir yakni dilarang melakukan perjananan jauh kecuali hanya untuk tujuan tiga masjid tersebut, lalu mengambil kesimpulan bahwa ziarah kubur yang tidak termasuk dalam salah satu dari tiga masjid tersebut menjadi perbuatan tidak boleh bahkan ada yang mengatakan haram.

Begini, kedua hadits tersebut bukanlah larangan mengadakan perjalanan jauh (safar) secara umum termasuk larangan mengadakan perjalanan jauh untuk ziarah kubur.

Kalau hadits tersebut merupakan larangan mengadakan perjalanan jauh (safar) secara umum maka terlarang pula untuk mengadakan perjalanan jauh (safar) terkait acara yang saya paparkan di muka. Seperti menuntut ilmu, berdagang, wisata, berobat, berkunjung kepada saudara (silaturahhim) dan keperluan lainnya. Padahal secara logika, kalai mau ngaji di tempat yang dekat saja bisa, ngapain jauh-jauh. Ingat, ada kesan tersendiri yang tidak semua orang merasakannya.

Dan hadits tersebut hanya ingin menjelaskan, bahwa seseorang tidak usah berlelah-lelah (memaksakan diri) melakukan perjalanan jauh ke sebuah Masjid demi mencari kemuliaannya, kecuali menuju tiga masjid di atas. Nilai ibadah di semua Masjid selain ketiga masjid di atas adalah sama. Sekali lagi, S-A-M-A.

Kendati demikian, kita masih boleh mengunjungi sebuah Masjid yang berada jauh dari kita atau bahkan di luar negeri untuk mengenang sejarahnya.

***

Ibnu Hajar al-Haitamy menjelaskan bahwa maksud hadits tersebut adalah tidak melakukan perjalanan ke masjid-masjid karena ta’dhim dan taqarrub dengan masjid tersebut kecuali tiga masjid yang tersebut dalam hadits. (Ibnu Hajar al-Haitamy, al-Jauhar al-Munaddham, Dar al-Jawami’ al-Kalam, Kairo, Hal. 31)

Jadi, bukan berarti dilarang secara mutlaq semua perjalanan selain kepada tiga masjid yang disebut dalam hadits tersebut. Pemahaman ini sesuai pula dengan hadits riwayat berikut ini,

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Tidak sepatutnya seseorang yang berjalan melakukan perjalanan ke masjid untuk melakukan shalat dalamnya selain masjidil haram, masjid aqsha dan masjidku ini (H.R. Ahmad.)

Jadi kedua hadits tersebut hanyalah melarang bersusah payah mengadakan perjalanan untuk mendatangi masjid terkait dengan nilai keutamaan semata dan hukumnya pun tidak sampai haram (jika dilanggar berdosa)

***

Dikasih motivasi, katanya banyak teori. Ga ada bukti. Kalo cuma ngomong, semua orang juga bisa.

Dikasih bukti, katanya sombong, pamer, riya, dan lain-lain..

Walah.. Pripun niki.

***

Diajak wisata ke tempat yang sarat dengan sejarah islam, katanya banyak kesyirikan dan ga boleh melakukan perjalanan jauh, kecuali ke 3 tempat (Masjidil Haram, aqso dan masjid Nabi)

Giliran diajak ke Masjidil Harom, alasannya panjang kaya jalan tol. Pengen sih. Niat sih udah ada. Dan sederet alasan lainnya.

Tepuk jidat dah...

***

Andai tangan saya dapat muncul tiba-tiba di layar hp anda, ingin rasanya menepuk-nepuk bahu anda, seraya saya ucapkan;

Semoga Allah memberimu pemahaman yang lurus, tidak mudah menghukumi orang dan pikiran yang positiv.

Barokallahu fiikum..

Pengantar tidur I


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Teruntuk sahabat - sahabatku, saudara-saudaraku, dimanapun jiwamu berada. Semoga Allah selalu melindungi dan merahmati kita dengan kasih sayangNya yang tak terhingga. Amiin..

***

Pada malam yang indah ini, izinkan lukman mengajak diri lukman pribadi, juga sahabatku semua, mari kita membiasakan tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Awalnya memang berat, namun jika sudah dibiasakan maka akan terasa ringan. Insya Allah.

Sebelum tidur, pastikan kita sudah melakukan hal-hal berikut ini,

1. Berwudhu
2. Lebih utama shalat 2 raka'at
3. Beristighfar (min. 3x),
4. Memaafkan kesalahan dan kekhilafan saudaranya (maafin lukman ya ๐Ÿ˜Š)
5. Berazam untuk bangun malam
6. Membaca do'a sebelum tidur,
7. Kumpulkan kedua telapak tangan didepan mulut kita, lalu baca al-mau'idzatain (3 Qul), tiupkan setiap baca 1 surat, dst. Lalu usap keseluruh tubuh. Jika ada yang dirasa sakit, maka daerah itu yang paling banyak diusap, sambil mohon kesembuhan kepada Allah.

Semoga dengan demikian, Allah angkat berbagai macam keluhan-keluhan, penyakit, energi negatif yang ada dalam tubuh kita. Dan yang teramat penting adalah semoga istirahat kita, aman, nyaman dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wata'ala. Insya Allah. Amiin...

Salam, dari Lukman.

***

Agenda kegiatan Sabtu dan Ahad 20-21 Februari 2016

1. Kajian tadabbur al-Quran Bersama Ust. Bakhtiar Nashir, Lc di Masjid Baitul Ihsan (BI) pada hari sabtu pkl. 08.00 s/d selesai

2. Kajian bersama Ust. Zulkifli, Lc. MA (Tauhid akhir zaman) pada hari Ahad ba'da dzuhur s/d selesai di Masjid Adzikra depan Mall GGP villa Galaxy Bekasi

Silahkan bagi sahabat yang ada waktu luang agar berkenan hadir, semoga Allah meridhai kita semua. Amin.

***

INFO UMROH PLUS TURKI
(Paket 12 Hari)

Harga Paket  ($ 2750 + Rp 1jt)
Berangkat 19 April 2016
Program 12 hari
Pesawat Turkish Airlines
Hotel *3/*4
Mekah : Mawaddah alBaraka
Madinah : Mawaddah alShafwa
Turki : Istanbul/setaraf

Barokallahu fiikum

Pengantar sebelum bobo

Oleh: Lukman

"Ketika kita memiliki impian yang ingin sekali terkabulkan, namun kita enggan bangun malam karena kalah dengan rasa kantuk yang mendalam, berarti impian kita hanya sebatas candaan."

Sebelum bobo, mari kita memaafkan kesalahan dan kekhilafan saudara-saudara kita. Baik yang disengaja maupun tidak. Pastikan tidak ada lagi beban apapun dalam qolbu kita. Dan senantiasalah berlindung kepada Allah dari gangguan makhluk yang tak bosan-bosan mengganggu kita dalam berbagai keadaan. Siapakah dia? Ya, dialah syaithon la'natullahi 'alaih. Musuh utama kita.

Terakhir, lukman mohon dimaafkan lahir dan bathin. Bukan barang kali tapi barang tentu, ada kesalahan, kekhilafan, yang lukman ngga ngeh. Karenanya, maafin ye. :)

Semoga dengan demikian, bobo kita selalu dalam keadaan aman, nyaman, berkah dan dalam penjagaan Allah subhanahu wata'ala. Amiiin...
----------
Update info terkini:
1. Umrah promo Awal desember Rp. 18750.000 (all in)
2. Umrah plus turki $2750+1jt April 2016
3. Tabungan Umrah (bagi yang mau buka, segera ya)
4. Tabungan Haji (bagi yang mau buka, ditunggu ya)
5. Jual aneka herba, seperti madu, jahe, habbat, dll

Hub. Lukman 085717657973 (wa, sms, tlp.

Minggu, 21 Februari 2016

Silent Hapemu

Oleh: Lukman

Sebagai supir masjid (baca: Imam Masjid), dodo selalu mengingatkan jamaahnya untuk mensilent atau menon aktivkan handphone ketika akan memulai shalat berjamaah.

Menurutnya, akan sangat mengganggu kehusyuan shalat jika ada suara handphone saat shalat berlangsung.

"Luruskan dan rapatkan shafnya. Yang bawa alat komunikasi harap disilent atau dinon aktivkan. Jika terdengar suara handphone berdering maka handphonenya harus rela dijadikan doorprize. Untuk disedekahkan ke Masjid yang kebetulan saat ini sedang membuat tempat wudhu." Begitu ungkapnya setiap shalat akan dimulai.

Dan para jamaah pun serentak menonaktivkan handphonenya. Khawatir handphone yang mereka sayangi diambil dan dijadikan doorprize.

Padahal, mau dijadikan doorprize atau tidak, yang namanya mensilent hp saat di tempat ibadah adalah suatu keniscayaan. Tidak boleh tidak. Harus.

Mari kita lihat penduduk Jepang. Kebanyakan dari mereka adalah Atheis. Tapi dari segi tatakrama, mereka lebih islami dari kita. Bisa kita ambil contoh saat ia masuk kereta, hape mereka semuanya silent. Tidak ada yang berdering. Bahkan tidak terlihat satupun yang pegang hape, yang ada mereka baca buku. Inilah kebiasaan baik mereka. Yang perlu kita tiru.

Kita..?

Jangankan di dalam kereta, saat seminarpun, di tempat ibadah pun, di mana pun, belum bisa mensilent hape. Perlu kita ketahui, sebenarnya orang-orang sekitar kita merasa terganggu saat hape kita berbunyi di tempat umum, hanya saja mereka tidak enak untuk menegurnya.

Oleh karenanya, mari mulai saat ini, kita silent hp kita di tempat-tempat yang memang seharusnya disilent.

Shaum daud saja sudah cukup

Bismillah ...

Sahabatku Rahimakumullah...
Berikut ini ada pertanyaan dari hamba Allah terkait shaum daud yang digabung dengan shaum yang lain. Seperti senin kamis, ayamul bidh dll. Bolehkah? Mari kita simak bersama-sama. Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingannya ke kita semua. Amiin..

***

Assalamualaikum.......
ustadz afwan saya mau tanya, besok kan waktunya shaum ayyamul bidh, sementara tadi saya sedang melaksanakan shaum daud, apa boleh besok saya niatkan untuk melaksanakan shaum ayyamul bidh smpe 3 hari k depan ? Syukron sebelumnya.
(Hamba Allah di Bandung)

Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh....

Sebaiknya kita pahami dulu shaum daud itu seperti apa tata caranya. Shaum daud itu sehari shaum sehari ngga. Jika mba hari ini shaum (daud), lalu besok hendak shaum lagi selama tiga hari, karena ingin mendapatkan fadhilah ayamul bidh, maka itu namanya bukan shaum daud. Tapi (maaf) shaum gado-gado. Campur-campur. Karena shaum daud itu pelaksanaannya sehari shaum, sehari ngga. Bukan dicampur-campur dengan shaum yang lain. Teruslah fokus. Tidak perlu diseling dengan yang lainnya. Kecuali jika mba sudah tidak mampu untuk meneruskan shaum daud, dan hanya ingin melaksanakan shaum sunnah biasa saja. Maka ini tidak mengapa.

Sekali lagi, jika kita sedang melaksanakan shaum daud, tidak perlu diseling dengan shaum lainnya. Karena shaum daud sendiri sudah mewakili semua shaum sunnah. Bahkan Nabi pun menyebutnya sebagai sebaik-baik shaum.

Sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya,

ุฃَุญَุจُّ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„ุงَุฉُ ุฏَุงูˆُุฏَ – ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ – ูˆَุฃَุญَุจُّ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตِูŠَุงู…ُ ุฏَุงูˆُุฏَ ، ูˆَูƒَุงู†َ ูŠَู†َุงู…ُ ู†ِุตْูَ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَูŠَู‚ُูˆู…ُ ุซُู„ُุซَู‡ُ ูˆَูŠَู†َุงู…ُ ุณُุฏُุณَู‡ُ ، ูˆَูŠَุตُูˆู…ُ ูŠَูˆْู…ًุง ูˆَูŠُูْุทِุฑُ ูŠَูˆْู…ًุง

“Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

Intinya, shaum daud saja sudah cukup. Meskipun kita tidak shaum senin kamis, ayyamul bidh, tasu'a,  asyuro dan shaum sunnah lainnya.


Allahu ta'ala a'lam

***

Bagi sahabat yang terbiasa dengan shaum Reguler senin kamis, silahkan nanti malam sahur dan esoknya bershaum. Semoga barokah. Bonus reward ayamul bidh. Masya Allah.

Yang terbiasa dengan shaum daudnya, cukup shaum daud saja. Syukur jika jatuh pada esok hari. Jika tidak, maka tidak perlu diselang-seling dengan shaum ini itu. Ingat, Allah lebih mencintai suatu amalan yang sedikit tapi konsisten.

Semoga dengan melaksanakan shaum sunnah, semua toksin, racun, energi negativ yang ada dalam tubuh kita, Allah keluarkan. Sehingga tubuh kita terhindar dari berbagai jenis penyakit. Dan tentunya, kita niatkan sebagai sarana agar lebih dekat dengan Allah subhanahu wta'ala..  amiiin ya Robbal 'alamiin..

Barokallahu fiikum...
Salam dari Lukman.

***

Sekilas info:
Umrah April 2016 $1475+500rb (perlengkapan)
Umrah promo Des 2016
Rp. 18.750.000
Silahkan dipilih paketnya.

Atau mau buka tabungan umrah or haji di BMT Insan mulia? Insya Allah bisa. Karena visi dan misi kami tidak semata mencari keuntungan. Tidak. Melainkan adalah memudahkan kaum muslimin yang sudah ngebet ingin menunaikan ibadah umrah atau haji ke Baitullah. Itu saja. Tidak lebih. Beneran.

Dan pada akhirnya, dari jauh lukman turut mendoakan, semoga Allah mudahkan semua urusan lukman dan sahabat semua,  rezekinya juga, dan yang lain-lainnya. Semoga Allah meridhai kita semua.. Amin ya Robbal 'alamiin..

Layanan umrah dan Haji, 085717657973 (tlp, sms dan Wa)

Allahu yubaarik fiikum..

Penyebab lemahnya iman

Oleh : Ust.Zulkifli M.Ali, Lc. MA


Kadangkala ada saat dimana kita melakukan shalat tidak dalam kekhusu’an, bahkan bisa terjadi dalam waktu yang lama. Kemudian kita merasa dan mulai lengah dalam menjaga waktu shalat, biasanya shalat dilakukan secara berjamaah pada awal waktu berangsur-angsur mulai dilakukan sendirian dan dilakukan pada akhir-akhir waktu. Sebelumnya kita biasa melakukan hal yang makhruh dan melakukan dosa-dosa kecil namun pada saat-saat tertentu tanpa kita sadaripun telah melakukan dosa-dosa besar dan dosa yang kita lakukan itupun tidak ada rasa penyesalan dan rasa bersalah dihadapan Allah. Pada saat sebelumnya kita terbiasa dengan pengajian dan majelis ilmu namun pada suatu ketika kita tidak lagi merasa perlu untuk menambah ilmu dan mendengar siraman rohani. Hari demi hari kita terjerumus kedalam lingkungan pergaulan yang rusak dan tidak lagi religious, padahal sebelumnya kita terbiasa hidup dan bergaul dalam jamaah sesama muslimin. Ini terus berlanjut dan terjadi tanpa kita sadari. Kelalaian-kelalaian tersebut kita jalani dan tidak disadari sebenarnya kita telah mengalami probelamatika iman dan melemahnya iman dalam hati ini.

Dari setiap perbuatan yang telah disebutkan tadi menunjukan adanya indikasi melemahnya iman dari dalam diri kita, sehingga tidak menimbulkan ghairah dan semangat dalam melakukan dan melaksanakan ibadah kepada Allah. Jika kondisi dan situasi seperti ini terus kita biarkan maka kemungkinan besar maka hidup ini akan jauh dari agama dan suatu pertanda bahwa kemunafikan itu mulai tertanam dalam diri kita…. Naudzubillah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Iman itu dapat kita contohkan seperti tubuh manusia. Tubuh ini dapat lemah dan kadangkala kala kuat. Tentu ini ada penyebabnya.. kapan tubuh ini akan kuat ?. apabila tubuh ini diisi dengan makanan yang bergizi dan cukup vitamin serta melakukannya secara teratur dan kontiniu maka sudah pantas rasanya tubuh itu menjadi kuat dan tegar. Tapi apabila tubuh ini tidak mendapatkan gizi yang cukup, asupan vitaminnya kuran, suplemen tubuh yang tidak ada, olah raga juga nihil, maka tidak tertutup kemungkinan tubuh ini menjadi lemah dan sering mendapatkan penyakit.


Jika iman ini sudah lemah maka akan banyak timbul penyakit hati pada diri kita, jika iman sudah lemah maka kita akan merasa penyakit jiwa yang membuat kita menjadi tidak tenang, stress, selalu berada dalam tekanan, selalu merasa khawatir, selalu dalam kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Untuk itu marilah kita jaga kondisi kita agar tetap berada dalam keistiqomahan dan kondisi iman yang stabil.

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah

Apa saja faktor yang menjadi penyebab iman ini menjadi lemah, apa saja penyebab iman ini mengalami kemerosotan sehingga menjadi alas an bagi munculnya penyakit hati dan penyakit jiwa tersebut. Pada kesempatan kali ini akan kita uraikan satu persatu factor penyebab melemahnya iman.


1. Jauh dari lingkungan Islami dalam waktu yang lama


Lingkungan islami yang dimaksud adalah lingkungan teman-teman yang biasa dengan pembicaraan agama, lingkungan yang terbiasa dengan kebiasaan mendengar pengajian, serta lingkungan yang biasa dengan kegiatan dakwah dan sosial. Apabila kita jauh dari lingkungan tersebut maka akan sangat berpengaruh kepada iman dan ini menjadi penyebab lemahnya iman itu.

Salah seorang ulama mengatakan bahwa “ikhwan-ikhwan kami yang biasa memakmurkan mesjid bersama-sama, mendengar dan mengikuti pengajian bersama-sama, selalu bercerita tentang agama lebih mulia dan lebih mahal harganya dibandingkan dengan keluarga-keluarga kami, karena ikhwan-ikhwan tersebut selalu dan senantiasa menanyakan bagaimana ibadah kami, bagaimana iman kami, bagaimana persipan hari akhirat kami, dan selalu mengingatkan kami apabila lupa dan lalai dalam ibadah yang kami lakukan. Sementara keluarga kami lebih dominan mempertanyakan tentang dunia, bagaiamana usaha dan kerja kami, bagaimana harta kami, bagaimana anak dan istri kami, dan langka sekali mereka mempertanyakan agama kami, ibadah kami, akhirat kami.


Makanya orang-orang shaleh dahulu menganggap bahwa ikhwan yang selalu mengingatkan kepada dengan kehidupan akhirat, jauh lebih berharga dari pada keluarga-keluarga yang hanya peduli dengan kehidupan dunia ini. Untuk itu marilah kita jaga kondisi dimana agar selalu berada dalam lingkungan jamaah sehingga dapat menjaga keimanan ini selalu dalam kondisi yang stabil.


Ma’asyiral muslim yang dirahmati Allah

Faktor penyebab lemahnya iman yang kedua adalah


2. JAUH DARI MAJELIS-MAJELIS ILMU DALAM WAKTU YANG LAMA


Apabila kita jauh dari majelis syar’I yang didalamnya mengajarkan ilmu dan mentilawahkan ayat-ayat Allah dalam rentang waktu yang cukup lama maka ini juga bisa menjadi penyebab lemahnya iman seseorang. Dengan jauhnya dari majelis ilmu maka pasti iman ini akan mengalami degradasi, akan mengalami kemunduran dan akan terkikis secara perlahan-lahan. Siapapun kita membutuhkan cas untuk menambah keimanan dan cas iman itu adalah ilmu.

Majelis ilmu adalah seseuatu yang tidak dapat ditinggalkan bahkan tidak boleh untuk dihindarkan. Nabi shalallahualaihhi wasalam mengatakan bahwa setidak-tidaknya setiap muslim dalam satu minggu itu wajib mendengarkan pengajian ayat-ayat Allah minimal satu kali. Waktu yang dianjurkan oleh nabi adalah pada hari kamis pada malam jumat. Namun yang dianjurkan adalah pengajian yang bisa membangkitkan ghirah dan semangat dalam beragama dan beribadah. Tidak seperti Ta’lim kebanyakan yang ada sekarang yang menguraikan panjang lebar masalah agama dan hanya menambahkan pengetahuan dan ilmu bagi yang mendengarkannya.

Apabila keadaan ini dibiarkan bahkan lebih dari satu minggu akan menyebabkan lemahnya iman kita. Bila iman yang semakin hari semakin lemah tetap terus dibiarkan maka mempunyai efek yang sangat fatal terhadap ibadah dan amalan kita. Mula-mula ada rasa malas dalam melakukan ibadah, kemudian perlahan-lahan mulai mengurangi kadar ibadah, kemudian meninggalkan ibadah itu sendiri. Bukan keadaan ini sangat membahayakan kita semua, bukankah keadaan seperti akan menjauhkan kita dari amalan kebajikan, bukankah ini menjadi penyebab kita jauh dari amalan-amalan pahala. Lemahnya iman ini juga memancing kita untuk melalukan dosa-dosa kecil, setelah terbiasa dengan dosa-dosa kecil maka kita akan dipancing dan dibisikan oleh Syetan untuk melakukan perbuatan dosa-dosa besar…naudzubillah

Faktor berikutnya yang menjadi penyebab lemahnya Iman adalah


3. TIDAK MENDAPATKAN PANDUAN DAN TIDAK MENDAPATKAN CONTOH YANG SHAHIH


Tidak adanya teladan yang benar sebagai panduan dalam menjalankan, tidak adanya contoh orang yang berakhlak benar dalam beribadah, tidak ada panduan orang yang bagus dalam akhlaknya seperti ulama-ulama, ustadz-ustadz dan pemuka-pemuka agama lainnya. Namun yang jadi permasalah pada saat ini adalah bahwa sangat jarang sekali dan langka orang yang seperti itu sekarang ini, jarang kita jumpai orang yang ilmu banyak, akhlaknya mulia, ibadahnya gak pernah ketinggalan, puasanya rutin dan sebagainya..sangat jarang sekali kita jumpai orang seperti…. Lalu bagaimana solusinya ?... sekarang ini zaman sudah makin maju, apapun yang kita butuhkan bisa didapat. Jika memang tidak ada contoh secara riil yang menjadi panduan kita maka kita mengacu kepada Rasulullah. Rasulullah saw adalah Contoh terbaik di muka bumi sepanjang masa, kita bisa temukan sirah dan sejarah hidup beliau baik melalui buku, majalah, tabloid, bahkan di internetpun sudah bertebaran kisah-kisah dan sejarah perjalanan hidup Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Namun demikian tidak hanya itu saja, perjalanan dan sejarah hidup para sahabat-sahabat yang mulia, sejarah dan perjuangan hidup para ulama shalafus shaleh juga dapat dijadikan sebagai panduan.

Alangkah baiknya kita membaca kisah-kisah sejarah para Rasul, sahabat dan ulama-ulama shalaf karena itu semua dapat membangkitkan semangat dan ghirah kita, dengan membaca sejarah tersebut maka akan dapat menambah keimanan kita, dengan membaca sejarah tersebut maka kita akan terhindar dari degradasi dan pengikisan iman.


Sekali-kali janganlah kita mencari kelemahan dan mencari alasan untuk tidak melakukan dan mencontoh akhlak yang baik… kadang banyak diantara kita yang berkata…” bagaimana kita mau berakhlak sementara ulama kita, ustadz, pemuka agama kita seperti itu. Ini adalah salah satu jebakan syaitan dalam mengalahkan kita untuk berbuat amal kebajikan. Maka dari itu jauhilah prasangka-prasangka seperti itu, jauhilan pandangan-pandangan yang membuat kita membatalkan niat bahkan membatalkan untuk berbuat amal kebajikan.


4. TENGGELAM DALAM MENGURUSI DUNIA, MENGURUS KELUARGA, DAN MENGURUSI USAHA DAN HARTANYA.


Siapa yang habis semua waktunya hanya untuk mengurus dunianya itu maka sudah dapat dipastikan bahwa imannya akan mengalami lemah dan mengalami kemerosotan.


Dalam surat Ali Imran ayat 14 Allah berfirman

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Kecintaan seperti itu adalah sesuatu yang normal dan wajar. Namun apabila kita terjebak sepenuhnya terhadap kecintaan kepada dunia tersebut maka kita akan jauh dari kegiatan-kegiatan ibadah, kita akan mengalami iman yang gersang, kita akan mengalami kegoncangan dan ketidakstabilan iman, dan kita akan tenggelam dalam kekeringan iman.


Kaum muslimin….ketahuilah

Tidak sedikit orang meninggalkan shalat berjamaan, hanya karena sibuk untuk mengurus barang dagangannya, tidak sedikit orang yang meninggalkan majelis ta’lim hanya karena mengurusi keluarga dan anak-anaknya, berapa banyak orang yang terhanyut dalam aktivitas kantornya, disibukan dengan kegiatan bisnisnya namun mereka mengalami krisis iman yang membuat hidupnya jauh dari ketenangan. Bahkan Banyak orang meninggalkan agamanya hanya karena kekurangan harta, mereka menjual agamanya hanya karena diberi harta… naudzubillah


Ketahuilah bahwa istri dan anak-anak kamu harta-harta kamu, pekerjaan-pekerjaan kamu adalah fitnah untuk kamu.


banyak kita lihat hanya karena anak, orang tua berjuang mati-matian mencari nafkah agar anaknya dapat mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Hanya karena istri, sang suami rela menghabiskan waktu dengan usaha dan pekerjaan agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan istrinya. Hanya karena harta, mereka terkuras habis-habisan untuk melakukan kesibukan dengan tujuan bahwa dengan banyaknya harta itu maka mereka akan merasa tenang dan bahagia. Tapi sangat disayangkan sekali, mereka terlepas dari agama yang akan menjadikan mereka itu sebenarnya mendapatkan kenyaman dan ketentraman dalam hidup.

Sabtu, 20 Februari 2016

Doa untuk di Baitullah

Doa-doa pribadi saat di Baitullah

Akhirat (secara umum)
1. Dikuatkan Iman Islam
2. Istiqomah dalam beribadah dan amal sholeh
3. Luas rezeki
4. Dijauhkan dari syirik (aku, keluarga dan lainnya)
5. Mati khusnul Khatimah
6. Mudah semua urusan

Akhirat secara khusus
1. Ingin umrah ramadhan
2. Umrah bareng ibu, bapak, anak, adik, guru dll
3. Umrah minimal setahun 3x (tidak mesti dengan IM, dg cara-Nya)
4. Kuat hafalan Quran
5. Lancar bahasa Arab dan Inggris
6. Paham ilmu agama
7. Intinya bermanfaat bagi umat
8. Ahli shodaqoh (qurban, yatim, umrah, haji dll)
9. Ingin hajikan orang tua
10. Usaha orang tua diberi kelancaran
11. Kuat iman islam ibu dan bapak, adik, saudara, dll
12. Menikah dengan akhwat sholehah

Dunia
1. Jamaah umrah / haji semakin banyak
2. Lunas motor, Dp+angsuran rumah, bisa tebus emas di pegadaian,
3. Pendapatan tidak kurang dari 5jt/minggu
4. Mobil Ertiga (niatkan untuk ibadah)
5. Ingin punya ladang sawah
6.

Doa orang lain

1. Siti : suami yang sholeh
2. Bambang : segera nyusul
3. Pak H. lingkar : idem kalo bisa bareng
4. Zainul : idem
5. Ahmad Z : idem
6. Deni : Idem
7.

Manasik

Manasik

Sabtu 20 Februari pertama kali mengikuti kegiatan manasik umrah. Impianku beberapa tahun yang lalu, kini telah terwujud atas izin Allah. Ya, atas Izin Allah. Kalau Allah belum mengizinkan, mustahil semua ini terjadi.

Senang hati ini saat melihat gambar ka'bah di slide saat manasik tadi siang, tak lama lagi aku akan mengunjungi suatu tempat yang dimana jika kita berdoa di tempat itu maka akan mustajab, dimana jika kita shalat ditempat itu maka pahalanya 100.000x shalat di masjid biasa, tempat tersebut adalah BAITULLAH. Ya, Baitullah. Tempat yang selama ini aku impi-impikan bahkan sangat ku rindukan.

Namun disatu sisi aku bersedih, karena belum dapat mengajak ibuku untuk berumah bersama. Semoga di lain kesempatan aku dapat berumrah dengannya. Amiin.

Yang bersyukur,
Lukman

Impianmu harus diperjuangkan

Oleh: Lukman

Bismillah  ...

Tulislah daftar impianmu diatas kertas, lalu bawa ke atas sajadah, dan mohonlah agar Allah mengabulkan one by one dan step by step. Tentunya, disertai dengan ikhtiar-ikhtiar yang sesuai.

Contoh:
Bulan Dzulhijjah tahun ini ingin berkurban. Ikhtiarnya ya harus menabung dari sekarang.

Tahun ini ingin beli rumah. Ikhitiarnya, mesti menabung juga dari sekarang, cari info rumah dijual yang sesuai dengan budget kita.

Ingin punya istri sholehah/suami sholeh. Pantaskan diri menjadi pribadi yang sholeh/sholehah.
Nanti Allah pertemukan dg yang sholeh/ah.

Tahun ini ingin ke tanah suci. Ikhtiarnya ya niatnya yang kuat, perbanyak doa, pantaskan diri, buka rekening umrah, booking seat, lalu hubungi lukman tour untuk booking seatnya ๐Ÿ˜Š.
Yakinlah, nanti Allah yang bantu mencukupkan. Dengan catatan sungguh-sungguh ingin berumrah. Pun impian-impian yang lainnya.

Dan yang teramat penting, selain melakukan ikhtiar seperti diatas,  sisihkan sebagian rezeki kita untuk mereka yang membutuhkan. Yang telah Allah sebutkan dalam Qs. At-Taubah:60 (silahkan buka. Agar tangan kita beramal sholeh ๐Ÿ˜Š). Berapa saja. Sebisa kita. Semampu kita. Mulai dari yang kecil. Perlahan-lahan akan menjadi besar. Percayalah.

Ada sebagian orang bertanya, kenapa yatim tidak disebut pada ayat itu? Begini, yatim itu tidak layak dan tidak pantas disejajarkan dengan orang-orang yang Allah sebutkan diayat itu. Yatim itu spesial. Khusus. Harus diistimewakan. Harus dimulyakan.

Buktinya, secara khusus yatim disebut terpisah pada surat yang lain. Yaitu surat al-Ma'un. Siapa yang menghardik anak yatim, artinya enggan berbagi, menyantuni dan yang semacamnya, maka dicap sebagai pendusta agama.

Karenanya, mari kita bahagiakan mereka, maka kita akan bahagia. Kita mulyakan mereka, maka kita akan dimulyakan oleh-Nya. Sungguh doa mereka luar biasa dan teramat dahsyat.

Jangan sampai kita beralasan "Ustadz, bukannya sedekah tidak harus uang...? Bukannya rezeki tidak harus uang...? Dan sederet alasan lainnya.

Betul sekali dengan alasan-alasan itu. Tidak ada yang salah sama sekali. Bahwa rezeki tidak harus uang. Sedekah tidak harus uang. Namun kita pun jangan marah dan mengeluh, saat rezeki yang kita pinta bukan berbentuk uang, melainkan yang lebih berharga dari uang, seperti kesehatan, relasi yang banyak dan baik, anak istri yang taat dan sholeh. Bukannya itu rezeki juga. Dengan semua itu, uang akan mudah didapat. Hanya saja, terkadang kita ngga ngeh (tidak menyadarinya).

Pada akhirnya, dari jauh lukman turut mendoakan, semoga lukman dan sahabat pembaca sekalian senantiasa dimudahkan segala urusannya, rezekinya, dan yang lain-lainnya.
Amin.

Sekian dari lukman.

Selamat berakhir pekan.
Barokallahu fiikum...
Bismillah...

Minggu, 14 Februari 2016

Catatan hati yang tersakiti

Catatan hati yang tersakiti
=====================
Oleh: Lukman

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang mantan preman yang ingin mengaji al-Quran. Awal dia mengenalku melalui akun facebook, lalu meng-inbox dan minta bertemu.

Saat awal bertemu, dia mengaku menyesal dengan masa lalunya dan ingin sekali bertaubat. Disela-sela waktu kosongnya dia rajin sekali ke masjid agar bisa belajar al-Quran seusai shalat berjamaah. Dan rutinitasnya itu berlangsung cukup lama. Senang dan bahagia melihatnya saat melihat seseorang yang berhijrah dari masa lalunya yang tak tentu arah menjadi terarah.

Sampai suatu ketika, dia meminta izin hendak pulang ke kampung halamannya, dengan alasan orang tuanya akan menikahkannya dengan seorang gadis di desanya. Akupun memepersilahkan dan berharap semoga semuanya dimudahkan.

Setelah kepulangannya itu, sepi tak terdengar lagi suara mengaji. Dan selama beberapa bulan kemudian pun tak ada kabar sama sekali. Baik lewat sms, tlp, wa, ataupun inbox. Di wa, ceklis 1. Ditlp, tidak tersambung. Disms, tidak ada balasan. Ah, mungkin sedang sibuk. Ah mungkin sedang tidak pegang hp dll. Begitu pikirku waktu itu. Sebenarnya tidak ada hal penting yang ingin disampaikan, sekedar ingin tahu kabar saja. Tidak lebih.

Dan beberapa hari yang lalu, sempat melihat status facebooknya melintas di berandaku. Entah isinya apa, lupa lagi. Dan yang membuatku miris adalah sebuah pengakuan temanku yang saat ini bekerja di luar negeri, dia mengaku mendapatkan kiriman gambar yang sangat tidak senonoh via inbox. Aku seperti tersentak dan tak habis pikir. Orang yang selama ini sudah ku anggap baik dan bertaubat dari masa lalunya, ternyata berbuat demikian.

Tanpa pikir panjang, aku cari nama dia di daftar pertemananku, setelah ketemu, aku kirim tulisan nasihat via wall facebook dengan cara menandainya. Namun privasi tidak publik melainkan hanya saya. Ini bermaksud, agar hanya aku dan dia yang dapat membacanya.

Isi pesanya kurang lebih agar dia segera meminta maaf dengan yang bersangkutan. Meminta maaf kepada Allah, menyesalinya dan jangan pernah mengulangi lagi. Juga mengingatkan bahwa dia sudah beristri, tidak layak seseorang sudah beristri mengirim gambar jorok ke wanita yang bukan istrinya. Tapi sampai saat ini belum ada respon darinya. Entah ia malu karena perbuatannya ketahuan olehku atau bagaimana aku tak tau.

Barusan aku coba buka lagi, sekedar ingin tahu apakah sudah ada balasan berupa penyesalan atau sekedar dibaca dan diabaikan, atau ia melakukan hal lain dengan akun facebook-ku. Setelah ku buka, tidak ada balasan apa-apa dan tidak ada lagi tanda (tag) dengan nama dia lagi, lalu aku klik namanya di kolom pencarian pun tidak dapat terbuka. Dan ternyata benar, dia memblokir akun facebook-ku.

Pertanyaanku adalah, apakah ini yang dinamakan lelaki? Sama sekali bukan. Lelaki itu harus berani. Berani mengakui kesalahan. Dan meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Bukan seperti ini cara menyelesaikan persoalan. Memblokir sama dengan memutus silaturrahim antar teman. Ya, karena kita berada di tempat yang berbeda dan berjauhan.

Salam, Lukman

Sabtu, 13 Februari 2016

Apakah anda ingin berangkat ke tanah suci? Betul-betul ingin? Mungkin ini jawabannya.

Seorang anak ingin punya sepeda. Lalu apa tanggapan ayahnya?
1. Pantaskan ilmunya. Artinya, belajarlah bersepeda, walaupun belum punya sepeda.
2. Pantaskan uangnya. Artinya, menabunglah. Rutinkan tiap minggu atau tiap bulan, walaupun tabungan selama setahun belum cukup untuk membeli sebuah sepeda.
3. Memang, tabungan itu tidak cukup, bahkan tidak akan pernah cukup. Namun,  karena melihat kesungguhan si anak dalam belajar bersepeda dan menabung, maka sang ayahlah yang kemudian mencukupkan.

Begitu juga bagi kita yang ingin berangkat ke tanah suci.
1. Pantaskan ilmunya. Pertama-tama, baca buku-buku tentang umrah dan haji. Kedua, tanyai orang-orang yang sudah pergi kesana. Ketiga, minta brosur dan keterangan di biro perjalanan dan instansi terkait. Keempat, ikuti manasik.

2. Pantaskan uangnya. Pertama, buka rekening khusus untuk umrah dan haji, walaupun cuma 500rb. Kedua, rutinkan nabung tiap bulan, walaupun cuma Rp. 100rb.

3. Pantaskan pahalanya. Nabi mengajarkan, Siapa yang shalat shubuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat 2 rakaat, maka pahala baginya seperti umrah dan haji ke baitullah dengan sempurna. Istilah saya, kalau kita belum bisa umrah betulan, cobalah ini, umrah rumahan, gratis.

Kerahkan doa sepasang bidadari dan ketuklah pintu langit.
Baik sangka terus sama Allah.
Selanjutnya, biarlah Allah yang mencukupkan.

Btw, siapa sih yang nyuruh umrah? Allah kan? Nah, Dia pasti tanggung jawab. Allah pasti mencukupkan. Dengan izinnya, Niscaya kita akan menginjakkan kaki di tanah suci. Yakin.

Rabu, 10 Februari 2016

Kabar bahagia di hari Selasa 9 Feb 16

๐ŸŒดCatatan hati perindu Baitullah
==============================

✒Oleh: Lukman

Bismillah...

Tadi pagi, terlihat ada pesan WA masuk ke hp saya. Saya buka, ternyata yang mengirim pesan adalah Dirut Insan Mulia. Yth Pak H. Nali Abd. Rahman Hafidzahullah (semoga Allah menjaganya). Beliau mengawali dengan salam kemudian bertanya tentang saya, mulai nama lengkap, tempat tinggal, kegiatan dll. Tanpa berpikir ada apa gerangan bertanya demikian, saya pun jawab seadanya, dan apa adanya. Karena memang saat itu saya sedang bersiap-siap akan pergi ke Kantor Insan Mulia untuk mengikuti Training BMT yang diadakan disana.

Sekitar pkl. 10.15, saat acara training BMT berlangsung di ruangan yang biasa digunakan infokus dan ngarab, beberapa sahabat IM yang duduk  disamping saya membisikkan bahwa saya terpilih sebagai orang yang akan di umrohkan oleh IMG. Dan mereka pun mengucapkan selamat disertai senyum penuh kebahagiaan.

Kaget, terharu, bahagia, bersyukur, dan bertanya dalam hati apakah saya sudah layak atau pantas diundang ke Baitullah, dan aneka perasaan lainnya menyertai saya saat itu. Yang pasti saya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala atas nikmat terindah ini, juga berterimakasih kepada Dirut IMG beserta jajarannya, para PC, sahabat IM-ku tercinta yang tidak bisa saya sebutkan satu persatunya, namun tidak mengurangi rasa hormat dan ta'dzim saya.

Dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan syukron katsiiron, jazaakumullahu ahsanal jazaa, dan semoga Insan Mulia Grup semakin berjaya. Amiiin ya Robbal 'alamiin

***

Saya jadi teringat pesan singkat dari Al-Imam asy-Syafi'i yang maknanya begitu dalam,
Begini isi pesannya;

"Ketika kita sudah berada di jalur menuju Allah, maka BERLARILAH....

Jika itu terlalu sulit bagimu, maka BERLARI KECILLAH...

Jika Lelah, BERJALANLAH...

Dan Jika itupun tak bisa, maka MERANGKAKLAH...

Namun jangan pernah berbalik arah ataupun berhenti. " (Imam Syafii)

Sahabatku yang baik hatinya... (Afwan, pinjam sapaannya om mario teguh)

Mungkin saya termasuk orang yang merangkak dalam menjemput undangan ke tanah suci ini. Bagaimana tidak, hanya berbekal niat, pasport, do'a, umroh rumahan dan doa yang diselaraskan dengan orang-orang terdekat. Mengingat uang tabungan belum cukup untuk dp umroh, hanya itu yang dapat saya lakukan.

Setiap kali ada sahabat atau saudara yang berumroh, tidak jarang saya menitip doa kepada mereka, berharap agar
layak/pantas  diundang kesana. Hanya itu.

Selebihnya mengembalikan semuanya (tawakkal) hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala, kapan saya harus menjadi tamu-Nya.  Semoga Allah mudahkan semuanya.
Jika niat kita tulus, maka usaha berjalan mulus. Begitu kata guru saya setiap saya menginginkan sesuatu.

***

Mas ippho Santosa, seorang pakar otak kanan dan penulis buku mega best seller, juga salah satu mentor bisnis saya, pernah mengajarkan bagaimana agar bisa pergi ke tanah suci. Perlu niat. Perlu action. Dan doa yang tiada henti. Ujarnya.

"Lukman... Jika kamu ingin berhaji namun belum mampu, umroh aja dulu. Umroh kan biayanya lebih murah dari pada haji. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika biaya untuk umroh pun belum ada, dp aja dulu seadanya, bukti bahwa kamu sungguh-sungguh ingin kesana. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika untuk Dp pun belum ada, bikin pasport aja dulu, pasport kan hanya 300rban, sebagai implementasi niatmu. karena ketika orang membuat pasport, 70% pasti berangkat ke luar negeri. Entah kapan waktunya, pasti berangkat. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika biaya untuk buat pasport pun belum ada, pantaskan saja dirimu dihadapan-Nya agar layak diundang menjadi tamu-Nya, itu jauh lebih baik.

Ketika kita belum bisa umroh beneran, ngga ada salahnya kita umroh Rumahan. Maksudnya, rutinkan shalat sunnah Isyroq (saat terbit matahari), yang Nabi infokan bahwa balasannya seperti orang yang melaksanakan umroh  dan Haji ke baitullah dengan sempurna.

Tingkatkan ketaatan kita kepada-Nya, lalu bertanyalah dalam hati, sudah pantaskah aku diundang kesana, karena seseungguhnya umroh atau pun haji bukan hak orang kaya, orang banyak harta, pejabat, konglomerat, pengusaha, bisnisman, ustadz, kiyai, MUI dll. Melainkan hak orang-orang yang dimampukan dan dipantaskan oleh Allah subhanahu wata'ala, entah itu orang kaya atau tidak. Banyak buktinya. Tukang beca, pemulung, tukang bubur pun bisa. Kita? Pasti bisa. Insya Allah.

Mulai saat ini, lakukan apa yang bisa. Bisanya Dp, lakukan Dp. Bisanya closing jamaah, perbanyak closing. Bisanya doa, perbanyak doa. Pantaskan diri. Semoga Allah meridhoi. Tandasnya.

***

Terakhir, sekali lagi saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada IMG, all PC, dan sahabat lainnya, atas amanah yang telah diberikan kepada saya. Semoga saya bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya.

Barokallahu fiikum jamii'an

Dari saudaramu yang tengah bersyukur,

Al-Faqir ilaa rohmati rabbih, Lukmanul Hakim ๐Ÿ™๐Ÿผ
--------------------

Jumat, 05 Februari 2016

Lakukan apa yang bisa

Lakukan apa yang bisa
===================

Guru saya sering berpesan, jika punya impian maka perjuangkan impianmu. Jangan lembek. Semuanya berproses, nikmatilah prosesnya itu.

Misalkan, kita ingin nikah, tapi pasangannya belum ada. Biayanya pun belum ada. Tempat tinggal untuk pasangan pun belum ada. Lalu harus bagaimana? Lakukan saja apa yang bisa.

Memantaskan diri bisa? Insya Allah bisa ya. Pantaskan diri menjadi yang terbaik aja, agar Allah datangkan orang baik juga. Berdoa memohon yang terbaik bisa? Insya Allah bisa ya. Berdoalah agar Allah berikan yang terbaik. Mensisihkan sebagian uang untuk bekal nikah, bisa? Bisa. Sisihkanlah semampunya. Sampai akhirnya cukup. Cari pasangan yang ngga neko-neko. Yang Qona'ah. Yang serius. Yang paham keadaanmu. Karenanya, teramat penting yang namanya Shalat Istikhoroh. Hasilnya dahsyat dan akurat.

Misalnya lagi, kita pengen umroh. Tapi dana belum ada. Niat sudah ada kan? alhamdulillah. Paspor sudah ada kan? Belum. Hah belum? Berarti belum niat kalau belum ada paspor. Kalau ada rezeki, segera bikin paspor. Kenapa? karena kalau kita sudah punya paspor, 70% pasti berangkat ke luar negeri. Entah kapan berangkatnya, insya Allah pasti berangkat.
Lakukan apa yang bisa. Nyicil. Berdoa bisa? Bisa. Lakukan doa sebanyak-banyak ya. Kalau bisa setiap ada orang berangkat ke tanah suci, titiplah doa ke mereka agar kita pun bisa berangkat juga. Dengan segala kekuasaan-Nya, Allah akan mudahkan langkah kita. Insya Allah.
Niat lurus, usaha mulus.

Temen-temen Yakin...? Harus Yakin.
------------------------