Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
Hari selasa kemarin (6 Okt 15) saya mendapat tugas mengisi sebuah acara wisuda mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Bunda Auni di Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta. Acara yang sangat luar biasa dan mengesankan. Bagaimana tidak? ternyata mereka yang mampu menyelesaikan studinya, kebanyakan anak perantauan dari daerah yang cukup jauh, yaitu lampung. Saya pun turut mendoakan dan ikut bahagia atas kesuksesan yang telah diraihnya.
Guru saya pernah menyampaikan bahwa salah satu resep kesuksesan yaitu dengan merantau. Tapi tidak semua begitu. Ada juga yang berhasil di daerah sendiri. Relatif.
Jauh-jauh hari Imam Syafii telah menyerukan itu, “Pergilah dari rumahmu demi lima faedah, yaitu menghilangkan kejenuhan, mencari bekal hidup, mencari ilmu, mencari teman, dan belajar tatakrama.” Bukan sekedar menganjurkan, Imam Syafii juga melakukan. Terlahir di Palestina, kemudian ia hijrah ke Madinah, Irak, dan Mesir"
Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”
Ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.
Saya pribadi, terlahir di Cikarang, kemudian tumbuh dan besar di Karawang, merantau ke Bumi Ayu, Bogor, Kediri Balik lagi ke Cikarang dan sekarang menetap di Bekasi.
Jadi, saya orang mana? Yang jelas, saya orang baik-baik, hehehe.
Pesan-Nya, manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Pesan kebaikan ini teramat sulit untuk dilaksanakan sekiranya tidak ada yang merantau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar