Seorang Imam sholat, lupa melanjutkan ayat. Wajar. Kan manusia. Bukan malaikat.
Imam Masjidil Haram saja pernah lupa. Kan beliau juga manusia. Bukan malaikat.
Kalau Imam benar, ikuti. Kalau lupa, ya kasih tau. Kalau salah, ya ingatkan.
Begitu pun pemimpin kita. Ya, pemimpin apa saja. Entah negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, sekolah, pesantren, bahkan keluarga. Kalau benar, ikuti dan taati. Kalau salah dan keliru, kasih tau dan ingatkan. Bukan dihujat, dicela, digunjing, dicemooh, karena hal seperti itu tidak dapat merubah. Catat. Sepakat?
Yang begini perlu dijelaskan, kadang orang kalau ngomong asal jeplak. Mungkin sebelum ngomong ngga baca bismillah dulu. Jadi ngga tertata dengan baik.
Untuk apa sibuk mencela sana sini. Itu tidak membantu merubah keadaan. Ingatkan, kasih tau, tegur dengan cara yang baik, dan lain-lain.
Sekian dulu. Nanti kita nyambung lagi. Thanks for all
Senin, 18 April 2016
Suka dan Duka
Suka dan Duka
============
_LH_
2 hari yang lalu, saya merasakan suka duka yang teramat dalam. Suka duka yang berkaitan dengan para hafidz al-Quran. Ya, tentang hamba Allah yang senantiasa dekat dengan Al-Quran.
Disebut suka, karena saya merasa bangga dan bahagia, bahkan saaangat bahagia. Kenapa? KarenA, ada seorang Hafidz al-Quran termuda se-Indonesia, yang telah mengharumkan Tanah Air tercinta lewat ajang musabaqah hifdzil Quran tingkat internasional yang diadakan di negara timur tengah sana. Hafidz cilik asal Indonesia ini, berhasil membawa nama Indonesia pada urutan ke 3 tingkat Internasional. Bukan nasional, provinsi, kota ataupun lainnya. Tapi, In-ter-na-sio-nal.
Artinya apa? Artinya, Indonesia itu keren. Indonesia itu negara yang layak dihormati, mengingat banyak prestasi yang dimiliki negeri ini. Ya, banyak sekali prestasi anak bangsa, yang harus mendapatkan apresiasi. Jangan sampai kita melihat sisi negatif negara kita, sehingga menutup semua kebaikan-kebaikan yang ada padanya. Tapi, mari kita lihat sisi positifnya, sisi baiknya. Agar kita selalu berpandangan baik dan berpikir baik. Insya Allah nasib pun membaik.
Adapun duka, saya teramat berduka, ketika mendengar kabar tentang seorang ulama hafidz al-Quran, Imam Masjid di Tanah Suci, yang suaranya sering diputar di Masjid Masjid, mushola-mushola, majlis ta'lim, dan di berbagai kegiatan keislaman lainnya di tanah air khususnya, dan di berbagai penjuru dunia umumnya, namun beliau kemarin lusa harus berpulang ke rahmatullah. Allahummaghfirlahu warhamhu.
Ulama yang saya maksud adalah Syaikh Dr. Muhammad Ayyub, seorang imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sabtu, 16 April 2016 menghembuskan nafas terakhirnya. Dua kota suci Mekah dan Madinah pun berduka. Kedua kota itu dibanjiri jutaan orang yang ingin mengurus dan mengantarkan jenazah beliau (semoga Allah menerima iman dan islamnya).
Jujur, ketika saya mendengar kabar duka itu dari salah seorang teman yang bermukim di Madinah, seolah saya kaget dan tak percaya. Betapa tidak, suaranya sering saya dengarkan menjelang adzan subuh berkumandang, biasanya yang sering memutarkan murottalnya adalah seorang marbot Masjid. Namun kini nama Syaikh Muhammad Ayyub yang memiliki bacaan Quran yang teramat tartil, syahdu, merdu dan dapat menggetarkan jiwa, hanya tinggal kenangan.
Semoga beliau ditempatkan di syurgaNya yang penuh kenikmatan...
Amiiin ya Robbal 'alamiin...
📝Lukmanul Hakim,
(yang tengah di ambang suka dan duka)
============
_LH_
2 hari yang lalu, saya merasakan suka duka yang teramat dalam. Suka duka yang berkaitan dengan para hafidz al-Quran. Ya, tentang hamba Allah yang senantiasa dekat dengan Al-Quran.
Disebut suka, karena saya merasa bangga dan bahagia, bahkan saaangat bahagia. Kenapa? KarenA, ada seorang Hafidz al-Quran termuda se-Indonesia, yang telah mengharumkan Tanah Air tercinta lewat ajang musabaqah hifdzil Quran tingkat internasional yang diadakan di negara timur tengah sana. Hafidz cilik asal Indonesia ini, berhasil membawa nama Indonesia pada urutan ke 3 tingkat Internasional. Bukan nasional, provinsi, kota ataupun lainnya. Tapi, In-ter-na-sio-nal.
Artinya apa? Artinya, Indonesia itu keren. Indonesia itu negara yang layak dihormati, mengingat banyak prestasi yang dimiliki negeri ini. Ya, banyak sekali prestasi anak bangsa, yang harus mendapatkan apresiasi. Jangan sampai kita melihat sisi negatif negara kita, sehingga menutup semua kebaikan-kebaikan yang ada padanya. Tapi, mari kita lihat sisi positifnya, sisi baiknya. Agar kita selalu berpandangan baik dan berpikir baik. Insya Allah nasib pun membaik.
Adapun duka, saya teramat berduka, ketika mendengar kabar tentang seorang ulama hafidz al-Quran, Imam Masjid di Tanah Suci, yang suaranya sering diputar di Masjid Masjid, mushola-mushola, majlis ta'lim, dan di berbagai kegiatan keislaman lainnya di tanah air khususnya, dan di berbagai penjuru dunia umumnya, namun beliau kemarin lusa harus berpulang ke rahmatullah. Allahummaghfirlahu warhamhu.
Ulama yang saya maksud adalah Syaikh Dr. Muhammad Ayyub, seorang imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sabtu, 16 April 2016 menghembuskan nafas terakhirnya. Dua kota suci Mekah dan Madinah pun berduka. Kedua kota itu dibanjiri jutaan orang yang ingin mengurus dan mengantarkan jenazah beliau (semoga Allah menerima iman dan islamnya).
Jujur, ketika saya mendengar kabar duka itu dari salah seorang teman yang bermukim di Madinah, seolah saya kaget dan tak percaya. Betapa tidak, suaranya sering saya dengarkan menjelang adzan subuh berkumandang, biasanya yang sering memutarkan murottalnya adalah seorang marbot Masjid. Namun kini nama Syaikh Muhammad Ayyub yang memiliki bacaan Quran yang teramat tartil, syahdu, merdu dan dapat menggetarkan jiwa, hanya tinggal kenangan.
Semoga beliau ditempatkan di syurgaNya yang penuh kenikmatan...
Amiiin ya Robbal 'alamiin...
📝Lukmanul Hakim,
(yang tengah di ambang suka dan duka)
Rabu, 13 April 2016
Hikmah diPHK
📝LH
Pagi tadi, Allah izinkan saya menyimak secara langsung obrolan santai pak Bachtiar Nashir bersama narasumber lainnya, terkait hikmah diPHK melalui sebuah acara yang disiarkan di salah satu tv swasta.
Menurut beliau, PHK adalah langkah awal menuju perubahan yang lebih baik. Ya, lebih baik. Saya ulang lagi, LE-BIH BA-IK.
Betapa banyak para buruh yang uring-uringan, tidak terima, protes, dan melakukan apresiasi lainnya ketika mendapati dirinya di PHK. Padahal sebenarnya, Allah sedang mempersiapkan yang lebih baik jika kita mau merenungkan dan berintrospeksi diri.
PHK bukanlah akhir dari segalanya. Tapi awal dari kesuksesan kita. Bukannya, Allah telah menitipkan banyak nikmat kepada kita, hamba-Nya? Agar kita dapat menggunakan nikmat itu dengan sebaik-baiknya. Allah telah menitipkan akal, yang dengan akal itu kita diperintahkan untuk berfikir, bagaimana caranya agar bangkit dari keterpurukan. Tak terkecuali PHK.
Bukan hanya PHK, ujian apapun yang membuat kita terpuruk, dan kita merasa tidak mampu untuk bangkit lagi, maka berpikirlah bagaimana caranya agar bisa bangkit kembali menuju yang lebih baik. Seperti yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jika kemarin hidup kita ancur, berantakan, belum berhasil, maka sebisa mungkin hari ini harus lebih baik.
Lakukan apa yang bisa. Dan lakukanlah yang terbaik...
Sekian, semoga bermanfaat.
Salam semangat selalu. Dari sahabatmu, Lukmanul Hakim
Jakarta, 13 April 2016
Pagi tadi, Allah izinkan saya menyimak secara langsung obrolan santai pak Bachtiar Nashir bersama narasumber lainnya, terkait hikmah diPHK melalui sebuah acara yang disiarkan di salah satu tv swasta.
Menurut beliau, PHK adalah langkah awal menuju perubahan yang lebih baik. Ya, lebih baik. Saya ulang lagi, LE-BIH BA-IK.
Betapa banyak para buruh yang uring-uringan, tidak terima, protes, dan melakukan apresiasi lainnya ketika mendapati dirinya di PHK. Padahal sebenarnya, Allah sedang mempersiapkan yang lebih baik jika kita mau merenungkan dan berintrospeksi diri.
PHK bukanlah akhir dari segalanya. Tapi awal dari kesuksesan kita. Bukannya, Allah telah menitipkan banyak nikmat kepada kita, hamba-Nya? Agar kita dapat menggunakan nikmat itu dengan sebaik-baiknya. Allah telah menitipkan akal, yang dengan akal itu kita diperintahkan untuk berfikir, bagaimana caranya agar bangkit dari keterpurukan. Tak terkecuali PHK.
Bukan hanya PHK, ujian apapun yang membuat kita terpuruk, dan kita merasa tidak mampu untuk bangkit lagi, maka berpikirlah bagaimana caranya agar bisa bangkit kembali menuju yang lebih baik. Seperti yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jika kemarin hidup kita ancur, berantakan, belum berhasil, maka sebisa mungkin hari ini harus lebih baik.
Lakukan apa yang bisa. Dan lakukanlah yang terbaik...
Sekian, semoga bermanfaat.
Salam semangat selalu. Dari sahabatmu, Lukmanul Hakim
Jakarta, 13 April 2016
Selasa, 12 April 2016
Investasi Ghaib
Bismillah...
Izinkan saya bercerita tentang investasi ghaib.
Sejak ribuan tahun silam, telah ditemukan jamu manjur 4-in-1:
1⃣Jamu Tolak Bala
2⃣Jamu Galian Rezeki
3⃣Jamu Enteng Jodoh
4⃣Jamu Sehat Perkasa
Jamu apa itu? Yap, itulah sedekah. Kita boleh menyebutnya derma, donasi, sumbangan, pemberian, atau apa saja. Yang jelas ianya sangat berkhasiat untuk:
1⃣Menolak Bala
2⃣Memudahkan Rezeki
3⃣Memudahkan Jodoh
4⃣Memelihara Kesehatan
Betul sekali, inilah jamu segala jamu. Nikmat kan? 😊. Enaknya lagi, dengan jor-joran bersedekah, kita pun akan 'dijamu' oleh Allah di dunia dan akhirat kelak.
Kalau boleh ngelantur, dalam perdukunan mungkin ada istilah ilmu penglaris, penangkal, dan pemikat. Menurut kami, tidak perlulah kita repot repot dengan itu semua. Malu. Cukuplah sedekah sebagai penglaris, penangkal, dan pemikat. Nah, lebih baik lagi, kalau sedekah itu diracik dengan shalat dhuha dan tahajjud. Wah, betul-betul berkhasiat.
Omong-omong, kita masih ingat dengan lagu ini? "Balonku ada lima. Rupa-rupa warnanya. Merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru. Meletus balon hijau. Darrr!" Coba perhatikan baik baik warna balon-balon tsb. Kan cuma ada lima warna. Kok tiba tiba ada warna hijau...? Jangan-jangan yang hijau bukan balon. Jangan-jangan yang hijau itu tabung gas. Hehehe...
Beginilah hidup di negara berkembang. Rakyat main petasan, pemerintah main tabung, dan teroris main bom. He he. Maksud kami, bala dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Lalu gimana cara mencegahnya? Yang jelas, itu mutlak wewenang Allah. Yang jelas pula, sedekah merupakan salah satu upaya manusia yang diizinkan Allah untuk memperkecil kemungkinan terjadinya bala. Ini sesuai dengan sabda Nabi, "Bersegeralah sedekah, sebab bala tidak pernah mendahului sedekah."
Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi:
1⃣Bankir pribadi, karena memudahkan keuangan kita
2⃣Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita
3⃣Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala
4⃣Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita
Dan tentunya, sedekah hanyalah sebuah washilah (perantara) untuk meraih semua itu, dan pada hakikatnya kekuasaan Allah lah yang memberikan semua itu.
Sekian, semoga bermanfaat....
Semoga Allah berikan kita rahmat...
Barokallahu fiikum...
__________
Sumber: Buku Percepatan Rezeki & 7 Keajaiban Rezeki, karya Ippho Santosa, dengan sedikit pengeditan agar tidak terkesan menggurui, melainkan berbagi.
Izinkan saya bercerita tentang investasi ghaib.
Sejak ribuan tahun silam, telah ditemukan jamu manjur 4-in-1:
1⃣Jamu Tolak Bala
2⃣Jamu Galian Rezeki
3⃣Jamu Enteng Jodoh
4⃣Jamu Sehat Perkasa
Jamu apa itu? Yap, itulah sedekah. Kita boleh menyebutnya derma, donasi, sumbangan, pemberian, atau apa saja. Yang jelas ianya sangat berkhasiat untuk:
1⃣Menolak Bala
2⃣Memudahkan Rezeki
3⃣Memudahkan Jodoh
4⃣Memelihara Kesehatan
Betul sekali, inilah jamu segala jamu. Nikmat kan? 😊. Enaknya lagi, dengan jor-joran bersedekah, kita pun akan 'dijamu' oleh Allah di dunia dan akhirat kelak.
Kalau boleh ngelantur, dalam perdukunan mungkin ada istilah ilmu penglaris, penangkal, dan pemikat. Menurut kami, tidak perlulah kita repot repot dengan itu semua. Malu. Cukuplah sedekah sebagai penglaris, penangkal, dan pemikat. Nah, lebih baik lagi, kalau sedekah itu diracik dengan shalat dhuha dan tahajjud. Wah, betul-betul berkhasiat.
Omong-omong, kita masih ingat dengan lagu ini? "Balonku ada lima. Rupa-rupa warnanya. Merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru. Meletus balon hijau. Darrr!" Coba perhatikan baik baik warna balon-balon tsb. Kan cuma ada lima warna. Kok tiba tiba ada warna hijau...? Jangan-jangan yang hijau bukan balon. Jangan-jangan yang hijau itu tabung gas. Hehehe...
Beginilah hidup di negara berkembang. Rakyat main petasan, pemerintah main tabung, dan teroris main bom. He he. Maksud kami, bala dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Lalu gimana cara mencegahnya? Yang jelas, itu mutlak wewenang Allah. Yang jelas pula, sedekah merupakan salah satu upaya manusia yang diizinkan Allah untuk memperkecil kemungkinan terjadinya bala. Ini sesuai dengan sabda Nabi, "Bersegeralah sedekah, sebab bala tidak pernah mendahului sedekah."
Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi:
1⃣Bankir pribadi, karena memudahkan keuangan kita
2⃣Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita
3⃣Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala
4⃣Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita
Dan tentunya, sedekah hanyalah sebuah washilah (perantara) untuk meraih semua itu, dan pada hakikatnya kekuasaan Allah lah yang memberikan semua itu.
Sekian, semoga bermanfaat....
Semoga Allah berikan kita rahmat...
Barokallahu fiikum...
__________
Sumber: Buku Percepatan Rezeki & 7 Keajaiban Rezeki, karya Ippho Santosa, dengan sedikit pengeditan agar tidak terkesan menggurui, melainkan berbagi.
Senin, 04 April 2016
Pesan Untuk Para Pedagang
Oleh: Lukman
Jika rezeki menghampirimu...
Sambutlah dengan baik rezekimu...
Jangan kau malas-malasan...
Jangan kau ogah-ogahan...
Apa lagi sampai memperlihatkan...
wajah yang tak nyaman...
Jika demikian yang kau lakukan...
Maka tak heran, rezeki pun susah didapatkan...
Rezeki pergi menjauh, karena kau tidak memperlakukannya dengan sopan...
Rezeki yang baik itu datangnya dari Allah yang Maha Rahman...
Dan hanya diberikan kepada orang orang yang beriman..
Karenanya, sambutlah dengan baik, wahai kawan...
Satu lagi aku pesankan...
Bersedekahlah dengan senyuman...
Sapaan...
Dan candaan yang tidak berlebihan...
Agar mereka merasa nyaman...
Dan terus menerus berlangganan...
Dari jauh aku mendoakan...
Semoga perniagaanmu diberi kelancaran...
Kemudahan...
Dan keberkahan...
Salam dari sahabatmu Lukman...
Jika rezeki menghampirimu...
Sambutlah dengan baik rezekimu...
Jangan kau malas-malasan...
Jangan kau ogah-ogahan...
Apa lagi sampai memperlihatkan...
wajah yang tak nyaman...
Jika demikian yang kau lakukan...
Maka tak heran, rezeki pun susah didapatkan...
Rezeki pergi menjauh, karena kau tidak memperlakukannya dengan sopan...
Rezeki yang baik itu datangnya dari Allah yang Maha Rahman...
Dan hanya diberikan kepada orang orang yang beriman..
Karenanya, sambutlah dengan baik, wahai kawan...
Satu lagi aku pesankan...
Bersedekahlah dengan senyuman...
Sapaan...
Dan candaan yang tidak berlebihan...
Agar mereka merasa nyaman...
Dan terus menerus berlangganan...
Dari jauh aku mendoakan...
Semoga perniagaanmu diberi kelancaran...
Kemudahan...
Dan keberkahan...
Salam dari sahabatmu Lukman...
Minggu, 03 April 2016
Agar Bisa ke Tanah Suci
Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
Salah satu impian kaum muslimin di seluruh penjuru dunia adalah dapat menginjakkan kaki di tanah suci untuk berumrah ataupun berhaji.
Bagaimana tidak, Allah dan Rasul Nya lah yang memerintahkan kita untuk pergi kesana.
Ada yang sampai tubuhnya gemetar disertai rasa bahagia, saat saudara muslimnya berangkat umrah ataupun haji. Seraya berdoa dalam hati, "Ya Allah kapan engkau undang aku kesana..." begitu menurut salah satu sahabat saya yang sangat merindukan Baitullah.
Ada juga yang merasakan ketenangan, kedamaian, dan dorongan kuat saat memandang keindahan Baitullah walaupun hanya di layar facebook, WA, Bbm, dan sosial media lainnya. Seraya berkata dalam hatinya, "Ya Allah, izinkan hamba bersimpuh di tanah suci-Mu. Pantaskan aku. Mudahkan rezekiku.." begitu menurut kebanyakan orang yang memiliki kerinduan ingin berkunjung ke Baitullah. Dan masih banyak lagi ungkapan ungkapan lainnya.
Dan tidak sedikit juga, saudara-saudara kita yang ingin berumrah tapi ingin yang gratis. Kalau ngga gratis, ngga mau. Menurutnya, uang sebanyak itu dari mana. Dan sederet alasan lainnya. Yang seperti inilah yang perlu motivasi dan inspirasi, agar pola pikirnya menjadi luas.
Jadi begini sahabat. Sebenarnya umrah itu gratis. Haji pun gratis. Masuk masjid Nabawi gratis. Ke Raudhah gratis. Ziarah makam Nabi gratis. Masuk ke masjidil haram pun gratis. Dan lain-lain.
Yang bayar itu tiket pesawatnya, penginapan/hotelnya, makan selama disana, dan keperluan-keperluan lainnya. Jadi jangan pernah sedikit pun ada pikiran bahwa umrah itu mahal. Karena jika terlalu sering berpikir begitu, maka tidak heran jika selamanya terasa mahal dan menganggap dirinya belum mampu bahkan tidak mampu.
Bukannya ada Allah yang Maha Kaya...? Bukannya ada Allah yang Maha Gagah Perkasa...?
Bukannya kita di perintahkan untuk tidak bosan meminta...?
Dekati saja Dia.
Jangan pernah bosan.
Terus dekati.
Mintalah pada-Nya. Niscaya doa kita, Dia kabulkan.
Bukankah begitu janji-Nya dalam AlQuran...?
Terakhir, saya hanya ingin mengajak kepada anda para perindu Baitullah, agar berkenan membuka link paling bawah, yang berisi halaman baru saya, yang saya beri nama "Agar Bisa ke Tanah Suci". Insya Allah, saya akan rutin berbagi motivasi dan inspirasi di halaman tsb terkait tentang cara agar kita layak diundang oleh Allah ke tanah suci.
Apa saja tipsnya...? Apa saja amalan yang harus dirutinkan...? Nantikan tulisan saya berikutnya. Semoga anda berkenan.
Karena sesungguhnya Allah memiliki cara tersendiri untuk mengundang hamba-hamba-Nya yang sudah dipantaskan oleh-Nya. Tinggal keyakinan dan kesungguhan kita terhadap-Nya.
Semoga bermanfaat dan barokah ya. Amiin...
Jangan lupa klik like, agar artikelnya dapat lewat dan terbaca di wall facebook anda.
Sekian dulu dari saya, insya Allah lain waktu kita sambung lagi.
Barokallahu fiikum...
https://mobile.facebook.com/Agar-Bisa-ke-Tanah-Suci-1744168605828847/?tsid=0.6748156191315502&source=typeahead
____________
Umrah 9 hari Awal Ramadhan $1950 (all in)
Bismillah...
Salah satu impian kaum muslimin di seluruh penjuru dunia adalah dapat menginjakkan kaki di tanah suci untuk berumrah ataupun berhaji.
Bagaimana tidak, Allah dan Rasul Nya lah yang memerintahkan kita untuk pergi kesana.
Ada yang sampai tubuhnya gemetar disertai rasa bahagia, saat saudara muslimnya berangkat umrah ataupun haji. Seraya berdoa dalam hati, "Ya Allah kapan engkau undang aku kesana..." begitu menurut salah satu sahabat saya yang sangat merindukan Baitullah.
Ada juga yang merasakan ketenangan, kedamaian, dan dorongan kuat saat memandang keindahan Baitullah walaupun hanya di layar facebook, WA, Bbm, dan sosial media lainnya. Seraya berkata dalam hatinya, "Ya Allah, izinkan hamba bersimpuh di tanah suci-Mu. Pantaskan aku. Mudahkan rezekiku.." begitu menurut kebanyakan orang yang memiliki kerinduan ingin berkunjung ke Baitullah. Dan masih banyak lagi ungkapan ungkapan lainnya.
Dan tidak sedikit juga, saudara-saudara kita yang ingin berumrah tapi ingin yang gratis. Kalau ngga gratis, ngga mau. Menurutnya, uang sebanyak itu dari mana. Dan sederet alasan lainnya. Yang seperti inilah yang perlu motivasi dan inspirasi, agar pola pikirnya menjadi luas.
Jadi begini sahabat. Sebenarnya umrah itu gratis. Haji pun gratis. Masuk masjid Nabawi gratis. Ke Raudhah gratis. Ziarah makam Nabi gratis. Masuk ke masjidil haram pun gratis. Dan lain-lain.
Yang bayar itu tiket pesawatnya, penginapan/hotelnya, makan selama disana, dan keperluan-keperluan lainnya. Jadi jangan pernah sedikit pun ada pikiran bahwa umrah itu mahal. Karena jika terlalu sering berpikir begitu, maka tidak heran jika selamanya terasa mahal dan menganggap dirinya belum mampu bahkan tidak mampu.
Bukannya ada Allah yang Maha Kaya...? Bukannya ada Allah yang Maha Gagah Perkasa...?
Bukannya kita di perintahkan untuk tidak bosan meminta...?
Dekati saja Dia.
Jangan pernah bosan.
Terus dekati.
Mintalah pada-Nya. Niscaya doa kita, Dia kabulkan.
Bukankah begitu janji-Nya dalam AlQuran...?
Terakhir, saya hanya ingin mengajak kepada anda para perindu Baitullah, agar berkenan membuka link paling bawah, yang berisi halaman baru saya, yang saya beri nama "Agar Bisa ke Tanah Suci". Insya Allah, saya akan rutin berbagi motivasi dan inspirasi di halaman tsb terkait tentang cara agar kita layak diundang oleh Allah ke tanah suci.
Apa saja tipsnya...? Apa saja amalan yang harus dirutinkan...? Nantikan tulisan saya berikutnya. Semoga anda berkenan.
Karena sesungguhnya Allah memiliki cara tersendiri untuk mengundang hamba-hamba-Nya yang sudah dipantaskan oleh-Nya. Tinggal keyakinan dan kesungguhan kita terhadap-Nya.
Semoga bermanfaat dan barokah ya. Amiin...
Jangan lupa klik like, agar artikelnya dapat lewat dan terbaca di wall facebook anda.
Sekian dulu dari saya, insya Allah lain waktu kita sambung lagi.
Barokallahu fiikum...
https://mobile.facebook.com/Agar-Bisa-ke-Tanah-Suci-1744168605828847/?tsid=0.6748156191315502&source=typeahead
____________
Umrah 9 hari Awal Ramadhan $1950 (all in)
Catatan Hati Tim G-Petir
Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
3 Hari yang lalu, tim G-Petir (Gerakan Pembebasan Rentenir) mengadakan meeting yang bertempat di kediaman Pak Anang Sujana Jembatan 9 Rawa Lumbu.
Di ruangan meeting yang mampu menampung puluhan orang itu, telah menghasilkan gagasan-gagasan, ide-ide, program program, dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan visi dan misi G-Petir yaitu menguatkan perekonomian Umat Islam.
Salah satu program yang dihasilkan pada meeting tsb adalah Seminar dan Sosialisasi pemberdayaan ekonomi umat dan penggalangan dana bergulir untuk jamaah masjid. Alhamdulillah, acara telah terselanggara dengan baik sejak tadi pagi pkl. 08.30 hingga pkl. 12.00.
Sesi pertama diisi oleh Bunda Yulia, seorang Trainer ABCo yang tak lain adalah sahabat kita juga di MTO grup. Diawal penampilannya beliau mengajak kita untuk fokus. Ya, fokus. Atau konsentrasi. Dengan berbagai keahlian yang dimilikinya, beliau telah berhasil melatih para peserta untuk selalu fokus dari awal hingga akhir acara. Artinya apa? Jika kita tidak fokus dalam menjalankan kehidupan ini, maka hasilnya pun tidak akan bagus, tidak jelas tujuannya dll.
Kemudian beliau memperlihatkan dua gambar nasi yang berbeda akibat diberi kata-kata positif dan negatif. Nasi yang diberi kata kata positif terlihat bagus, bersih, putih, dan tentunya enak dimakan. Sedangkan nasi yang diberi kata kata negatif, terlihat tidak bersih, tidak segar, kumuh, dan lain-lain. Artinya apa? Nasi saja bisa begitu, apa lagi tubuh kita.
Kita bisa bayangkan, bagaimana perbedaan tubuh yang diberi makanan halal lagi baik, dengan tubuh yang diberi makanan haram, syubhat, mengandung unsur RIBA dan yang semacamnya. Jauh berbeda. Sekali lagi, BER-BE-DA.
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan di sesi pertama itu.
Adapun sesi kedua diisi oleh Ustadz Yanuardi atau yang akrab dipanggil UYA. UYA itu sebenarnya singkatan dari dua kata, yaitu Ustad dan Yanuardi. Begitu kata seorang temanku.
Beliau adalah seorang Ustadz yang multitalent. Selain pandai merangkai kata demi kata saat berbicara di depan peserta, UYA ini rendah hati orangnya.
Beliau menyampaikan,bahwa diperlukan cara langit (Baca: Cara Allah) untuk menyelesaikan segala persoalan hidup, tak terkecuali soal keuangan, yang kita anggap sudah tidak ada lagi cara lain kecuali melakukan pinjaman ke rentenir.
Bukannya Allah Sudah informasikan ke kita, bahwa siapa saja yang berkata Allah adalah Tuhanku kemudian ia beristiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu. (Silahkan buka Qs. 41:30)
UYA melanjutkan dengan bertanya kepada hadirin tentang arti istiqomah, mereka pun menjawab dengan berbagai macam jawaban. Sampai akhirnya beliau pun bercerita ketika mentadabburi ayat ini sewaktu beliau diberi kesempatan study di Saudi Arabia. Tidak sebentar waktu yang digunakan untuk mendapatkan arti istiqomah. Terus dan terus beliau cari, hingga pulang ke tanah air pun beliau masih penasaran dengan arti istiqomah menurut Bahasa Indonesia. Beliau berangkat ke perpustakaan Nasional yang berada di Salemba, hanya untuk mendapatkan arti istiqomah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beliau buka buka, apa itu istiqomah, dan akhirnya beliau dapatkan dan menyimpulkan bahwa seseorang tidak dapat disebut istiqomah jika kurang dari tiga hal. Tiga hal itu harus dilakukan jika kita ingin beristiqomah. Apa saja 3 hal tsb...?
1. Serius
2. Fokus
3. Terus menerus
Jadi istiqomah itu serius, fokus, dan terus menerus (Konsisten).
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan pada acara tsb.
Di akhir acara, beliau menutup dengan doa, dimana isi dari doa itu berharap agar umat islam Allah jadikan orang orang kaya yang bertaqwa, yang menjauhi RIBA, dan senantiasa memudahkan urusan sesamanya.
Selesai berdoa, panitia pun mengungkapkan kesan-kesannya saat menyimak motivasi dari kedua pembicara yang Masya Allah. Dan panitia menginfokan bahwa tim G-Petir akan mendatangi rumah-rumah warga yang terlilit hutang RIBA dengan rentenir, demi membebaskan hutang-hutangnya itu.
Terakhir, kami ucapkan syukraan jazaakumullahu khoiron katsiiron kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara dan kegiatan ini. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai anda semua.
Amiiin ya Rabbal 'alamiin...
Barokallahu fiikum...
Bismillah...
3 Hari yang lalu, tim G-Petir (Gerakan Pembebasan Rentenir) mengadakan meeting yang bertempat di kediaman Pak Anang Sujana Jembatan 9 Rawa Lumbu.
Di ruangan meeting yang mampu menampung puluhan orang itu, telah menghasilkan gagasan-gagasan, ide-ide, program program, dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan visi dan misi G-Petir yaitu menguatkan perekonomian Umat Islam.
Salah satu program yang dihasilkan pada meeting tsb adalah Seminar dan Sosialisasi pemberdayaan ekonomi umat dan penggalangan dana bergulir untuk jamaah masjid. Alhamdulillah, acara telah terselanggara dengan baik sejak tadi pagi pkl. 08.30 hingga pkl. 12.00.
Sesi pertama diisi oleh Bunda Yulia, seorang Trainer ABCo yang tak lain adalah sahabat kita juga di MTO grup. Diawal penampilannya beliau mengajak kita untuk fokus. Ya, fokus. Atau konsentrasi. Dengan berbagai keahlian yang dimilikinya, beliau telah berhasil melatih para peserta untuk selalu fokus dari awal hingga akhir acara. Artinya apa? Jika kita tidak fokus dalam menjalankan kehidupan ini, maka hasilnya pun tidak akan bagus, tidak jelas tujuannya dll.
Kemudian beliau memperlihatkan dua gambar nasi yang berbeda akibat diberi kata-kata positif dan negatif. Nasi yang diberi kata kata positif terlihat bagus, bersih, putih, dan tentunya enak dimakan. Sedangkan nasi yang diberi kata kata negatif, terlihat tidak bersih, tidak segar, kumuh, dan lain-lain. Artinya apa? Nasi saja bisa begitu, apa lagi tubuh kita.
Kita bisa bayangkan, bagaimana perbedaan tubuh yang diberi makanan halal lagi baik, dengan tubuh yang diberi makanan haram, syubhat, mengandung unsur RIBA dan yang semacamnya. Jauh berbeda. Sekali lagi, BER-BE-DA.
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan di sesi pertama itu.
Adapun sesi kedua diisi oleh Ustadz Yanuardi atau yang akrab dipanggil UYA. UYA itu sebenarnya singkatan dari dua kata, yaitu Ustad dan Yanuardi. Begitu kata seorang temanku.
Beliau adalah seorang Ustadz yang multitalent. Selain pandai merangkai kata demi kata saat berbicara di depan peserta, UYA ini rendah hati orangnya.
Beliau menyampaikan,bahwa diperlukan cara langit (Baca: Cara Allah) untuk menyelesaikan segala persoalan hidup, tak terkecuali soal keuangan, yang kita anggap sudah tidak ada lagi cara lain kecuali melakukan pinjaman ke rentenir.
Bukannya Allah Sudah informasikan ke kita, bahwa siapa saja yang berkata Allah adalah Tuhanku kemudian ia beristiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu. (Silahkan buka Qs. 41:30)
UYA melanjutkan dengan bertanya kepada hadirin tentang arti istiqomah, mereka pun menjawab dengan berbagai macam jawaban. Sampai akhirnya beliau pun bercerita ketika mentadabburi ayat ini sewaktu beliau diberi kesempatan study di Saudi Arabia. Tidak sebentar waktu yang digunakan untuk mendapatkan arti istiqomah. Terus dan terus beliau cari, hingga pulang ke tanah air pun beliau masih penasaran dengan arti istiqomah menurut Bahasa Indonesia. Beliau berangkat ke perpustakaan Nasional yang berada di Salemba, hanya untuk mendapatkan arti istiqomah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beliau buka buka, apa itu istiqomah, dan akhirnya beliau dapatkan dan menyimpulkan bahwa seseorang tidak dapat disebut istiqomah jika kurang dari tiga hal. Tiga hal itu harus dilakukan jika kita ingin beristiqomah. Apa saja 3 hal tsb...?
1. Serius
2. Fokus
3. Terus menerus
Jadi istiqomah itu serius, fokus, dan terus menerus (Konsisten).
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan pada acara tsb.
Di akhir acara, beliau menutup dengan doa, dimana isi dari doa itu berharap agar umat islam Allah jadikan orang orang kaya yang bertaqwa, yang menjauhi RIBA, dan senantiasa memudahkan urusan sesamanya.
Selesai berdoa, panitia pun mengungkapkan kesan-kesannya saat menyimak motivasi dari kedua pembicara yang Masya Allah. Dan panitia menginfokan bahwa tim G-Petir akan mendatangi rumah-rumah warga yang terlilit hutang RIBA dengan rentenir, demi membebaskan hutang-hutangnya itu.
Terakhir, kami ucapkan syukraan jazaakumullahu khoiron katsiiron kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara dan kegiatan ini. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai anda semua.
Amiiin ya Rabbal 'alamiin...
Barokallahu fiikum...
Langganan:
Postingan (Atom)