Febrin, adalah seorang akhwat yang bekerja sebagai bidan di Klinik Bunda Auni. Usianya, kalau saya tebak sekitar 24 tahunan. Pertama saya bertemu dengannya, saat dia menanyakan apakah saya shaum atau tidak, karena jika sedang tida shaum, dia akan membuatkan segelas teh untuk menjamu saya yang akan mengajar Azka yang merupakan anak dari bubda Auni.
Saya bertanya kepada Azka, "itu siapa namanya?"
Azka jawab "Kak Febrin"
"Owh" kata saya lirih.
Ternyata diam-diam saya suka. Saya menaruh hati. Saya berniat ingin berta'aruf. Tapi bagaimana caranya.
Hari berganti hari. Sampai akhirnya saya chat dengan Bunda Auni, saya sampaikan bahwa saya ingin berta'aruf dengan karyawannya yang bernama Febrin. Dan beliau pun siap untuk membantu saya.
Beberapa hari kemudian, saya dapat kabar bahwa Bunda Auni sudah menanyakan kepada Febrin apakah sudah mempunyai calon ataukah belum. Dia jawab belum. Dan bunda bertanya lagi, apakah mau bunda kenalkan dengan seorang ikhwan. Dan dia pun menyetujuinya. Lalu bunda memintanya untuk membuat biodata.
Beberapa hari setelah itu, bunda Auni pergi umroh bersama suaminya. Sepulang umroh saya belum berani menanyakannya lagi. Namun beberapa hari kemudian saya menanyakan tentang Febrin, apakah dia sudah membuat biodatanya. Bunda jawab, bahwa Febrin sudah memberikannya ke Deni. Deni adalah salah satu kawan di Klinik Bunda Auni, juga orang yang dibesarkan di Bunda Auni. "Owh begitu ya" jawab saya. "Coba bunda telp Deni dulu" kata Bunda.
Bunda Auni pun menelpon Deni, dan inti dari dialog bunda dengan Deni adalah, bahwa Deni sudah menyampaikan bahwa dia menawarkan seorang ikhwan untuk ditaarufkan dengan Febrin. Hanya itu tidak lebih.
Lagi-lagi biodata. Sampai akhirnya, Deni menyarankan saya yang membuat dan memberikan biodata lebih dulu. Saran itu saya sepakati tanpa pikir panjang. Bismillah saya buat biodata sore itu. Dan setelah selesai, saya kirim ke Deni selaku mediator. Malamnya Deni mengirimkan biodata saya ke Febrin via email juga.
Besoknya dapat kabar, bahwa Febrin sudah menerima dan membaca biodata yang saya buat. Tapi untuk balasannya entah kapan. Berhari-hari dengan sabar menunggu, berharap kabar baik. Setiap dapat kabar, alasannya masih bingung. Masih istikhoroh dan lain-lain. Sampai tadi sore, 31-1-16, saya menerima pesan dari dia yang mungkin terakhir, bahwa dia sudah memilih ikhwan lain. Allahu Akbar. Alhamdulillahi 'alaa kulli haal..
Semoga Allah siapkan yang lebih baik untuk saya. Selama ini saya berdoa untuk menjadi yang dipilih, namun Allah berkehendak lain. Semoga Allah siapkan yang lebih baik darinya.
Lukman
------------
Orang yang 2 kali tertolak oleh akhwat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar