Minggu, 03 Januari 2016

Catatan pertama di bulan pertama

Tak terasa sudah memasuki tahun 2016. Perasaan tahun yang lalu masih bersamanya, bercerita penuh canda tawa, suka duka dilalui bersama. Indahnya.

Masa lalu yang penuh dengan kenangan, telah kulalui. Kenangan manis maupun pahit masih tersimpan di hati. Apakah harapan itu masih ada? Ah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, jadikan kenangan dan masa lalu. Masa kini harus aku jalani penuh keridhoan di hati. Masa depan harus segera dirancang, agar lebih mudah mencapainya. Ya, masa depan. Masa yang harus kita perjuangkan.

Kini aku menjalani hari-hariku sendiri. Semuanya serba sendiri. Jauh dari orang tua dan orang-orang tersayang bukanlah penghalang untuk bisa hidup tenang, berkarya, memberi manfaat, dan mewujudkan impian.Alhamdulillah sampai saat ini, detik ini, aku masih bisa hidup, makan dan beraktivitas lainnya karna Allah selalu menemaniku setiap waktu. Bagaimana bisa aku takut miskin sedangkan Allah Maha Kaya. Bagaimana bisa aku takut kelaparan, sedangkan Allah Maha Pemberi rezeki. Yang perlu dicatat, jika kita senantiasa menunaikan dan menjaga hak-hak Allah, maka Allah-pun demikian.

Ujian adalah pemberian Allah untuk orang-orang beriman. Belum dikatakan beriman jika tidak mau diuji. Mengeluh bukanlah sebuah solusi agar kita terlepas dari ujian. Kalau kata mas Ippho, mengeluh akan melemahkan otak. Karenanya, jauhi sifat mengeluh. Jadilah hamba-hamba Allah yang kuat. Ini sih nasihat diri, agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku jadi teringat sebuah kenangan yang membuatku cukup ng-down. Kenangan apa itu? ya, kenangan pahit saat kecolongan motor. Pada tahun 2014 silam, tepatnya pada pkl. 12.00 hari Ahad, 20 April 2016, aku kehilangan sepeda motor Jupiter MX. Hilang bukannya menghilang begitu saja, kaya jin hehe tapi hilang dicuri orang. Kondisiku waktu sangat lemah tak berdaya. Bagaimana tidak, motor satu-satunya yang biasa aku pakai untuk mengajar, kuliah dll harus hilang diambil orang. Tapi alhamdulillah, 3 hari setelah kejadian itu, aku kembali menjalani hari-hariku seperti biasa. Berkat kasih sayang Allah, aku menjadi kuat kembali. Semuanya Allah ganti, asal kita ikhlas menjalaninya.

Begitulah hidup. Hidup adalah kumpulan berbagai macam masalah atau urusan. Baik urusan dunia maupun akhirat. Semuanya harus dihadapi dengan ikhlas, sabar, dan tawakal.

"Jadikan shabar dan sholat sebagai penolongmu.." (Qs. 2: 45)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar