Bismillah...
'Dalam berbakti kepada orang tua kita termasuk tipe yang mana...?"
"Maksudnya...?" Tanya teman.
"Begini. Disini saya sebutkan beberapa tipe dalam hal berbakti kepada orang tua. Apa sajakah itu?
1. Tipe lebaran,
2. Tipe liburan,
3. Tipe transferan, dan
4. Tipe transparan."
"Iya maksudnya gimana..?" teman tanya penasaran.
"Duduk dulu yang tenang, dan simak sampai selesai.. Ocre? "
Mencoba menenangkan.
Yang pertama 1. Tipe lebaran.
Datang satu kali atau dua kali dalam setahun untuk bertemu orangtuanya.
Menurutnya, itu sudah cukup untuk berbakti. Toh sering mendoakan dan sering menelepon.
2. Tipe liburan
Datang sesekali bertemu orangtuanya. Ketika datang, orangtua diajaknya jalan-jalan dan senang-senang. Seperti berlibur. Setelah itu, yah selesai. Begitulah caranya berbakti.
3. Tipe transferan
Bertemu orangtuanya jarang-jarang, yang penting transfer. Cukup. Toh apa-apa bisa dibeli dengan uang. Yah, transfer saja uangnya. Demikianlah pola pikirnya.
4. Tipe transparan
Nah, dia berusaha selalu menemani orangtuanya. Berbakti dengan penafkahan, perhatian, waktu, doa, dan lain-lain.
Repotnya, karena terlalu sering bertemu, dia dan jasanya malah tidak dianggap oleh orangtuanya. Tidak kelihatan alias transparan. Sementara anak-anak yang lain, karena jarang-jarang bertemu, justru ditunggu-ditunggu, lebih dianggap, dan lebih diharapkan. Inilah ujian keikhlasan bagi tipe transparan.
Ngomong-ngomong kita termasuk tipe mana? Yah, jawab saja dalam hati sambil introspeksi.
'Dalam berbakti kepada orang tua kita termasuk tipe yang mana...?"
"Maksudnya...?" Tanya teman.
"Begini. Disini saya sebutkan beberapa tipe dalam hal berbakti kepada orang tua. Apa sajakah itu?
1. Tipe lebaran,
2. Tipe liburan,
3. Tipe transferan, dan
4. Tipe transparan."
"Iya maksudnya gimana..?" teman tanya penasaran.
"Duduk dulu yang tenang, dan simak sampai selesai.. Ocre? "
Mencoba menenangkan.
Yang pertama 1. Tipe lebaran.
Datang satu kali atau dua kali dalam setahun untuk bertemu orangtuanya.
Menurutnya, itu sudah cukup untuk berbakti. Toh sering mendoakan dan sering menelepon.
2. Tipe liburan
Datang sesekali bertemu orangtuanya. Ketika datang, orangtua diajaknya jalan-jalan dan senang-senang. Seperti berlibur. Setelah itu, yah selesai. Begitulah caranya berbakti.
3. Tipe transferan
Bertemu orangtuanya jarang-jarang, yang penting transfer. Cukup. Toh apa-apa bisa dibeli dengan uang. Yah, transfer saja uangnya. Demikianlah pola pikirnya.
4. Tipe transparan
Nah, dia berusaha selalu menemani orangtuanya. Berbakti dengan penafkahan, perhatian, waktu, doa, dan lain-lain.
Repotnya, karena terlalu sering bertemu, dia dan jasanya malah tidak dianggap oleh orangtuanya. Tidak kelihatan alias transparan. Sementara anak-anak yang lain, karena jarang-jarang bertemu, justru ditunggu-ditunggu, lebih dianggap, dan lebih diharapkan. Inilah ujian keikhlasan bagi tipe transparan.
Ngomong-ngomong kita termasuk tipe mana? Yah, jawab saja dalam hati sambil introspeksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar