Ketika orang melihat foto saya di beberapa negara, sebagian mereka langsung menuduh saya itu boros. Hehe, biar sajalah...
Toh, kebahagiaan saya tidak bergantung pada tuduhan dan penilaian mereka. Btw, saya jalan-jalan ke berbagai negara biasanya karena diundang. Hemat, alhamdulillah hehe.
Sebenarnya, ilmu keuangan mendasar yang saya yakini ialah BERHEMAT. Ini kayaknya gampang, akan tetapi betapa banyak orang yang gagal karena tidak mampu mengendalikan dirinya.
Kadang orang kaya pun bisa jatuh miskin karena gagal berhemat. Beneran. Si kaya saja bisa jatuh miskin, apalagi si miskin? Mau jatuh ke mana lagi? Hehe.
Sekali lagi, amat penting untuk berhemat. Anda sepakat? Di mana baiknya anda mengeluarkan uang secara cermat, hanya untuk sesuatu yang bermanfaat...
Simple-nya begini. Barang Rp10juta, kalau memang perlu, yah anda beli. Barang Rp1juta kalau nggak perlu, jangan anda beli. Intinya pada keperluan dan kebermanfaatan...
Fyi, ponsel saya itu Samsung yang rada lama dan low-end. Ponsel istri saya? iPhone yang rada lama dan rada gores. Kedua-duanya nggak mahal. Tapi bagi kami, saat ini, alhamdulillah itu sudah cukup alias memadai.
Kalaupun orang lain punya ponsel yang high-end, baru, dan mahal, yah biar saja. Mungkin memang itu kebutuhannya. Ngapain saya pusingin? Apalagi belinya nggak pakai uang saya, hehe.
Perlu ditegaskan di sini, hemat bukan berarti serba murah atau nggak boleh spending... Boleh. Sekali lagi, boleh... Semua tergantung tujuan... Sebagian orang gagal paham. Hemat dipikirnya harus serba murah atau nggak boleh spending...
Itu keliru. Saya pun pernah membeli barang yang rada mahal (setidaknya mahal menurut asumsi orang rata-rata) karena memang saya perlukan.
Lebih lanjut, boleh-boleh saja anda punya ini-itu, macam-macam... Hemat, sederhana, dan zuhud bukan berarti anda harus hidup pas-pasan...
Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan orang menganggap hemat dan sederhana itu identik dengan hidup pas-pasan. Padahal bukan begitu.
Akhirnya saya kembali berpesan, biasakan diri kita untuk berhemat. Pada apa saja. Kecuali untuk sedekah, ilmu, dan barang produktif. Silakan spending.
Misalnya, anda punya masalah. Ya sedekah! KUHP, Kasih Uang Habis Perkara, hehe. Kalau untuk hal-hal yang perlu dan bermanfaat, anda malah menahan uang anda, itu namanya bukan hemat. Tapi pelit!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar