Minggu, 31 Januari 2016

10 Tips saat anak sakit

Inilah 10 tips yang dilakukan orang tua ketika anaknya sakit...

1. Demam
Untuk mengatasi demam pada anak berikan baju tipis, kompres air hangat, balur tubuh dengan bawang merah, berikan madu dan air kelapa muda.

2. Pilek dan hidung tersumbat
Hirup uap air panas yang ditetesi minyak telon/minyak kayu putih. Jaga ruangan kamar agar tetap lembab dengan mematikan AC dan menyiapkan ember yang berisi air panas yang ditetesi minyak telon di sudut kamar. Untuk bayi bisa ditempeli di pelipisnya pala bubuk yang ditetesi minyak telon.

3. Batuk
Untuk mengatasi batuk pada anak bisa diberikan jeruk nipis dan madu, atau bunga belimbing ditambah madu, atau kencur yang diperas dan diberi madu

4. Sakit tenggorokan
Ketika terjadi sakit tenggorokan anak akan cenderung susah makan karena sakit untuk menelan makanan. Untuk anak yang sudah besar bisa berkumur menggunakan air hangat yang dicampur dengan garam, air garam mampu membunuh kuman dan mencegah peradangan. Meminum air hangat dengan perasan jeruk nipis dan madu mampu mengobati sakit tenggorokan akibat peradangan.

5. Diare
Ketika menghadapi anak diare yang harus dilakukan adalah member minum sebanyak-banyaknya untuk menggantikan cairan yang keluar sehingga tidak terjadi dehidrasi. Bisa diberikan oralit campuran air, garam dan gula. Daun jambu biji muda juga dipercaya mampu mengatasi diare. Lakukan diet BRATY (banana, rice, applesauce, toast=roti, yogurt).

6. Sariawan
Sariawan pada anak bisa disebabkan oleh kuman dan kurangnya kebersihan mulut, untuk mengatasi sariawan bisa menggunakan daun saga yang ditumbuk dan ditetesi madu lalu ditempelkan pada sariawan.

7. Cacingan
Cacingan banyak dialami oleh anak-anak, selain menggunakan obat cacing ternyata ada cara alami yang bisa digunakan untuk membunuh cacing dalam perut yaitu petai, kandungan belerang dan tannin pada petai mampu membunuh cacing dalam perut dan mengeluarkannya melalui tinja anak.

8. Mengobati luka lecet
Dari yang tersayat pisau saat memotong bahan-bahan makanan di dapur, atau lecet karena terjatuh bisa disembuhkan dengan madu. Selain kaya nutrisi, madu murni juga berkhasiat sebagai desinfektan. Oleskan sedikit madu murni pada bagian yang luka, diamkan selama beberapa menit lalu ulangi mengoleskannya beberapa kali dalam sehari.

9. Bisul
Untuk mengatasi bisul pada anak bisa menggunakan daun bayam duri yang digiling dan ditambahkan madu lalu tempelkan pada bisul. Setelah bisul kering oleskan putih telur dan madu untuk menghilangkan bekas bisul sehingga kulit mulus kembali.

10. Mengatasi anak susah makan
Untuk mengatasi anak susah makan berikan herbal berupa temulawak, temulawak mampu merangsang nafsu makan pada anak.

Kemunculan al-Mahdi

(Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016)

✒Oleh: Ust. Zulkifli Muhammad Ali, Lc

Bismillah...

Sahabat MTO Rahimakumullah...

Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat islam.

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat islam akan dibagi menjadi 5 periode:

1. Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam

2. Periode Kekhalifahan dimana umat islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib.

3. Periode kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.

4. Periode pemimpin yg diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat islam mengalami masa masa yg paling gelap dalam sejarah karena tdk punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.

5. Sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.

Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:

1. Munculnya Dajjal

2. Nabi Isa 'alaihis salaam

3. Munculnya Ya'juj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan,
saat itu 1 manusia berbanding dg 999 Ya’juj dan Ma’juj

4. Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah islam.

5. Matahari terbit dari barat

6. Keluar binatang besar

7. Angin lembut yg mematikan seluruh umat islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.
Selanjutnya tanda-tanda besar kiamat ke 8, 9 & 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah Subhanahu wata'ala

Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah ketika sungai/danau tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus.
Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu.

Siapa Al Mahdi

Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali Radhiyallahu 'anhu

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

Tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi

1. Salju turun di Arab
Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi.

2. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kedzaliman yg semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan² seperti di yg saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.

3. Banyak fitnah²/kedzaliman² yg terjadi di negeri Syam seperti yg terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel

4. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut/gaduh.
Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan perbedaan prinsip dan karakter. 3 putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim.
Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran.
Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika.

Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.

5. Mengeringnya sungai eufrat.
NASA pernah merilis bahwa 2014 sungai eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 sungai eufrat sudah kering total.

6. Muncul gunung emas di Irak lalu org akan berbondong² memperebutkan disana dan dari 100 org laki-laki yg berperang disana maka 99 org akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gununh emas tsb. Olehkarenanya mereka telah mempersiapkan strategi utk “mengamankan” (merampas) gunung emas tsb.

7. Muncul Ad Dukhon yaitu asap kabut yg sangat tebal 40 hari 40 mlm sampai sampai asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita.
Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yg akan membentur bumi dg kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang.

Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor² tsb. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.

Setelah itu Al mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yg membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah SWT akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah terjadi:
– banyak muncul penyanyi² wanita
– banyaknya musik dan alat² musik
– banyaknya orang meminum khamr atau minuman yg memabukkan.

Saat dukhon terjadi maka keadaan manusia sama seperti ketika Nabi Yunus berada dlm perut ikan. Gelap, tdk ada oksigen, tdk ada makanan.
Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu La ilaha illa anta subhanaka inkuntu minadzolimin.
Dengan iman dihati kita dan doa zikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya akan munculnya hujan meteor ini. Oleh karenanya Amerika, Rusia, Singapura dll saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yg bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup utk bbrp bulan.

Setelah Al mahdi turun maka kita akan kembali ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunanya

Al Mahdi akan memimpin umat islam utk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat islam melalui sistem kekhalifahan yg berbasis kenabian.

Negara² yang ditaklukan akan disatukan kembali dan diberi nama yg sama persis ketika zaman Nabi misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syams.

Bila sdh terjadi huru hara di negeri Syams, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba² utk beramal baik karena akhir zaman semakin dekat. Misalnya sholat jamaah di masjid, sedekah, puasa, tahajud, baca Quran, hafal quran dsb.

Sesuai hadits Nabi, umat islam juga diperintahkan utk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Hanya iman dan amal sholeh yg akan menyelamatkan kita

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka maka tahun itu meteor jatuh, dukhon terjadi dan jamaah haji akan dibantai di mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin Umat Islam.

Lalu bagaimana cara kita ke Mekah utk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir?

Wallahu A’lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal kebaikan di dunia.

📝 MT Online, 31 Januari 2016

Tidak ada pasien datang ke klinik

SUBHANALLAH !!!
Inilah Rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yang datang

Ada seorang doktor membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan amalan, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?
Akhirnya beliau dapati jawabannya, dari salah seorang muslim di sana:

Bila kami sakit,
ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah
solat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allaah sembuh dengan izin dan kasih sayangNya.
Kalau belum sembuh,

Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah / surat2 lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah utk diri sendiri.
Tapi kalau belum sihat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

Yaitu minum madu dan habbatussauda '.

Ikhtiar yg ke-enam yaitu dengan mengambil makanan herba, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al-Quran.

Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh iaitu pergi ke dokter muslim yg soleh.

In syaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin ..

Wallaahu a'lam ..

Jalan-jalan ke luar negeri haram?

24 notification
============

Baru sempat nengok grup, sudah 24 notification yang belum kebaca.

***
Sebenarnya jalan-jalan kemanapun jika hanya untuk menghambur-hamburkan uang, mubadzir, maksiat dll haram hukumnya. Tidak mesti ke luar negeri/negara kafir saja. Ke Bali pun, ke taman anggrek pun, ke cililitan pun, jika niat dan tujuan kita seperti yang saya sebutkan tadi, maka haram hukumnya. Yee anak TK juga tau...

Pergi atau menetap di negara kafir memang sangat beresiko. Apa lagi mereka yang keilmuan dan keimanannya lemah. Sangat beresiko. Bagaimana tidak? Disana kita dihadapkan dengan pemandangan-pemandangan yang sangat tidak islami, aurat bisa dilihat dimana-mana, bercampur baur antara lelaki dan wanita adalah hal biasa, belum lagi gaya hidup yang waah. Jika bisa menahan, it's ok. Jika tidak? Maka taruhannya adalah iman kita.

Saya jadi teringat sebuah hadits Nabi, namun lupa siapa riwayatnya, coba nanti saya cek lagi, kurang lebih bagini;
“Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrikin.”

Dan satu lagi,

“Allah tidak akan menerima amal dari seorang musyrik yang mempersekutukan setelah ia masuk Islam kecuali ia memisahkan diri dari kaum musyrikin dan menuju kepada kaum muslimin.”

Demikian tanggapan saya terkait dialog diatas.

Salam dari sahabatmu, Lukman 🙏🏼

Kisah mengenal Febrin

Febrin, adalah seorang akhwat yang bekerja sebagai bidan di Klinik Bunda Auni. Usianya, kalau saya tebak sekitar 24 tahunan. Pertama saya bertemu dengannya, saat dia menanyakan apakah saya shaum atau tidak, karena jika sedang tida shaum, dia akan membuatkan segelas teh untuk menjamu saya yang akan mengajar Azka yang merupakan anak dari bubda Auni.

Saya bertanya kepada Azka, "itu siapa namanya?"

Azka jawab "Kak Febrin"

"Owh" kata saya lirih.

Ternyata diam-diam saya suka. Saya menaruh hati. Saya berniat ingin berta'aruf. Tapi bagaimana caranya.

Hari berganti hari. Sampai akhirnya saya chat dengan Bunda Auni, saya sampaikan bahwa saya ingin berta'aruf dengan karyawannya yang bernama Febrin. Dan beliau pun siap untuk membantu saya.

Beberapa hari kemudian, saya dapat kabar bahwa Bunda Auni sudah menanyakan kepada Febrin apakah sudah mempunyai calon ataukah belum. Dia jawab belum. Dan bunda bertanya lagi, apakah mau bunda kenalkan dengan seorang ikhwan. Dan dia pun menyetujuinya. Lalu bunda memintanya untuk membuat biodata.

Beberapa hari setelah itu, bunda Auni pergi umroh bersama suaminya. Sepulang umroh saya belum berani menanyakannya lagi. Namun beberapa hari kemudian saya menanyakan tentang Febrin, apakah dia sudah membuat biodatanya. Bunda jawab, bahwa Febrin sudah memberikannya ke Deni. Deni adalah salah satu kawan di Klinik Bunda Auni, juga orang yang dibesarkan di Bunda Auni. "Owh begitu ya" jawab saya. "Coba bunda telp Deni dulu" kata Bunda.

Bunda Auni pun menelpon Deni, dan inti dari dialog bunda dengan Deni adalah, bahwa Deni sudah menyampaikan bahwa dia menawarkan seorang ikhwan untuk ditaarufkan dengan Febrin. Hanya itu tidak lebih.

Lagi-lagi biodata. Sampai akhirnya, Deni menyarankan saya yang membuat dan memberikan biodata lebih dulu. Saran itu saya sepakati tanpa pikir panjang. Bismillah saya buat biodata sore itu. Dan setelah selesai, saya kirim ke Deni selaku mediator. Malamnya Deni mengirimkan biodata saya ke Febrin via email juga.

Besoknya dapat kabar, bahwa Febrin sudah menerima dan membaca biodata yang saya buat. Tapi untuk balasannya entah kapan. Berhari-hari dengan sabar menunggu, berharap kabar baik. Setiap dapat kabar, alasannya masih bingung. Masih istikhoroh dan lain-lain. Sampai tadi sore, 31-1-16, saya menerima pesan dari dia yang mungkin terakhir, bahwa dia sudah memilih ikhwan lain. Allahu Akbar. Alhamdulillahi 'alaa kulli haal..

Semoga Allah siapkan yang lebih baik untuk saya. Selama ini saya berdoa untuk menjadi yang dipilih, namun Allah berkehendak lain. Semoga Allah siapkan yang lebih baik darinya.

Lukman
------------
Orang yang 2 kali tertolak oleh akhwat

From mba Febi 31-01-16

Assalamualaikum

Mas lukman, maaf sekali kemarin gk sempet bales WAnya. Krn sya sdg kurang sehat.

#Langsung saja

Saya harap mas lukman tdk perlu menunggu sya lg. Krn sya sdh memastikan dgn shalat istikhoroh, in sya Alloh sya yakin dgn ikhwan itu. Dan sya sdh memberikan biodata sya sma ikhwan itu.

Maafkan sya sekali lagi krn kejujuran sya. Krn sya tdk mau mas lukman hrs "menunggu".

Semoga Alloh memberikan mas lukman jodoh yg lebih baik lg, lebih sholihah.

Jumat, 29 Januari 2016

Fadhilah merantau

Oleh: Lukmanul Hakim

Bismillah...

Hari selasa kemarin (6 Okt 15) saya mendapat tugas mengisi sebuah acara wisuda mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Bunda Auni di Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta. Acara yang sangat luar biasa dan mengesankan. Bagaimana tidak? ternyata mereka yang mampu menyelesaikan studinya, kebanyakan anak perantauan dari daerah yang cukup jauh, yaitu lampung. Saya pun turut mendoakan dan ikut bahagia atas kesuksesan yang telah diraihnya.

Guru saya pernah menyampaikan bahwa salah satu resep kesuksesan yaitu dengan merantau. Tapi tidak semua begitu. Ada juga yang berhasil di daerah sendiri. Relatif.

Jauh-jauh hari Imam Syafii telah menyerukan itu, “Pergilah dari rumahmu demi lima faedah, yaitu menghilangkan kejenuhan, mencari bekal hidup, mencari ilmu, mencari teman, dan belajar tatakrama.” Bukan sekedar menganjurkan, Imam Syafii juga melakukan. Terlahir di Palestina, kemudian ia hijrah ke Madinah, Irak, dan Mesir"

Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”

Ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.

Saya pribadi, terlahir di Cikarang, kemudian tumbuh dan besar di Karawang, merantau ke Bumi Ayu, Bogor, Kediri Balik lagi ke Cikarang dan sekarang menetap di Bekasi.

Jadi, saya orang mana? Yang jelas, saya orang baik-baik, hehehe.

Pesan-Nya, manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Pesan kebaikan ini teramat sulit untuk dilaksanakan sekiranya tidak ada yang merantau.

Dengarkanlah bacaan al-Quran

Bismillah ....

Saudaraku,
Suatu saat, mungkin rongga-rongga hati kita terasa sesak oleh gelombang kehidupan. Barangkali, jiwa kita merasakan bosan pada gersangnya keadaan dan kita didera suasana yang memunculkan kesedihan. Maka, mulailah membuka jalan menuju kebahagiaan dengan kalamullah, Al-Qur’an.

Mari perhatikan potongan kata demi kata dalam munajat yang diucapkan Rasulullah saw, “….

Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengan diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi Mu…”

Apa yang Rasulullah minta setelah menguraikan redaksi begitu detail dan dalam tentang kesempurnaan Allah melalui nama dan sifat-Nya yang mulia itu? Rasulullah mengatakan,

“… jadikanlah Al-Qur’an yang mulia kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesukaranku dan menhilangkan dukacitaku…”

Saudaraku,
Renungkanlah do’a itu. Lukiskanlah dalam benak hati kita, bagaimana Rasulullah saw memiliki perasaan yang amat kuat dengan Al-Qur’an terkait dengan kondisi jiwanya. Dalam do’a itu, Rasulullah meminta agar Al-Qur’an menjadi saluran kasih sayang Allah yang berwujud cahaya dalam jiwa, pelipur lar, pengusir kesedihan, dan penyembuh semua ketidaknyamanan yang bersarang dalam hati. Sangat indah sekali, ketika di akhir haditds riwayat Ahmad tersebut Rasul mengatakan,

“Tidaklah seorang hamba membaca do’a tersebut melainkan akan Allah hilangkan rasa sedihnya, dan akan menggantikannya dengan kegembiraan.”

Subhanallah… Alhamdulillah… atas segala rahmat dan kasih sayang Allah…

Saudaraku,
Al-Qur’an mampu memberi pengaruh besar dalam jiwa. Pernahkah kita mendengar bagaimana reaksi orang-orang kafir dahulu saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an? Seorang pemuka Quraisy bernama Abdul Walid pernah mendatangi Rasulullah saw untuk menentangnya. Setelah ia puas mencaci maki, Rasulullah saw balik bertanya, “Sudah selesaikah wahai Abdul Walid? Sekarang dengarkanlah dariku,” kata Rasulullah saw dilanjutkan dengan bacaan surat Fushilat ayat 1 hingga 13. Abdul Walid tiba-tiba meletakkan tangannya di mulut Rasulullah, tanda agar Rasulullah tidak menyempurnakan bacaannya. Ia lalu kembali ke kaumnya dengan kondisi yang berbeda dibandingkan saat ia pergi menemui Rasulullah. Dan ia menyatakan beriman kepada seruan Rasulullah saw.

Mereka begitu tersentuh dan terguncang jiwanya saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka mengatakan Al-Qur’an seperti sihir yang menguasai hati dan jiwa bila didengarkan. Karena khawatir terpengaruh, di antara orang-orang kafir itu bahkan memerintahkan teman-temannya untuk memunculkan kegaduhan bila terdengar bacaan Al-Qur’an.

“Dan berkatalah orang-orang kafir, janganlah kalian mendengarkan AlQur’an dan munculkanlah hiruk pikuk (saat pembacaannya), supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fushilat: 12).

Seperti itulah sikap orang-orang kafir karena pengaruh yang dimunculkan oleh Al Qur’an dalam jiwa mereka.

Saudaraku,
Ternyata mendengarkan Al Qur’an begitu luar biasa pengaruhnya dalam jiwa. Mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an begitu merasuk kedalam hati. Kita menjadi lebih mengerti, mengapa Rasulullah saw pun suka bila dibacakan di hadapannya ayat-ayat Al Qur’an, meskipun ayat-ayat itu turun kepada dirinya. Seperti permintaannya kepada Ibnu Mas’ud agar dibacakan Al Qur’an, lalu Rasulullah berucap, “cukup…cukup…”, saat Ibnu Mas’ud rahimahullah sampai pada ayat 14 surat An Nisa. Dan mata Rasullah terlihat berlinang air mata.

Ibnu Bathal menguraikan penjelasannya dari hadits ini, seperti dikutip dalam Fath Al Bari, “Mungkin Rasulullah lebih suka diperdengarkan Al Qur’an dari orang lain, untuk lebih dapat dirasakan. Atau agar ia lebih dalam mentadabburi dan memahami isinya. Orang yang mendengarkan Al Qur’an biasanya lebih kuat tadabburnya. Jiwanya lebih serius mengikuti bacaan ketimbang orang yang membacanya, karena disibukkan dengan membaca dan hukum-hukum bacaan.”

Saudaraku,
Pengaruh mendengarkan bacaan Al Quran tidak hanya mempengaruhi jiwa dan hati manusia. Karena bacaan Al Qur’an juga sangat mempengaruhi jin. Perhatikan baik-baik apa yang disampaikan Al Qur’an tentang hal ini.

“Dan (ingatlah) ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)

Saudaraku,
semoga Al Qur’an menjadi cahaya dalam hati kita, Jika kita ingin mendapatkan ketenangan, dengarkanlah bacaan ayat-ayat Al Qur’an. Mintalah seorang saudara untuk membacakan ayat-ayat Al Qur’an. Rasul saw memberi nasehat pendek tentang siapa orang yang bisa memberi pengaruh pada jiwa saat ia membaca Al Qur’an. Suatu ketika ia ditanya,

“Siapakah manusia yang paling baik suaranya membaca Al Qur’an dan paling baik bacaannya?” Rasul menjawab, “Yaitu orang yang jika engkau mendengarkannya, engkau lihat dirinya takut kepada Allah swt.” (HR. Muslim)

Saudaraku,
Jika kita mendapatkan seseorang yang takut kepada Allah, mintalah dirinya untuk membacakan ayat-ayat Al Qur’an untuk kita. Duduklah dihadapannya, konsentrasilah dan renungkah bacaannya. Sesungguhnya, mendengarkan Al Qur’an bisa menjadi saluran energi yang mencerahkan jiwa kita. Itulah salah satu bentuk rahmat Allah swt dari mendengarkan Al Qur’an. Sebagaimana firman-Nya,

“Apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf : 204)

Dengarkanlah bacaan Al Qur’an dari lisannya. Lalu rasakanlah bagaimana suasana jiwa kita setelah mendengarkannya.

Hemat beda dengan pelit

Ketika orang melihat foto saya di beberapa negara, sebagian mereka langsung menuduh saya itu boros. Hehe, biar sajalah...

Toh, kebahagiaan saya tidak bergantung pada tuduhan dan penilaian mereka. Btw, saya jalan-jalan ke berbagai negara biasanya karena diundang. Hemat, alhamdulillah hehe.

Sebenarnya, ilmu keuangan mendasar yang saya yakini ialah BERHEMAT. Ini kayaknya gampang, akan tetapi betapa banyak orang yang gagal karena tidak mampu mengendalikan dirinya.

Kadang orang kaya pun bisa jatuh miskin karena gagal berhemat. Beneran. Si kaya saja bisa jatuh miskin, apalagi si miskin? Mau jatuh ke mana lagi? Hehe.

Sekali lagi, amat penting untuk berhemat. Anda sepakat? Di mana baiknya anda mengeluarkan uang secara cermat, hanya untuk sesuatu yang bermanfaat...

Simple-nya begini. Barang Rp10juta, kalau memang perlu, yah anda beli. Barang Rp1juta kalau nggak perlu, jangan anda beli. Intinya pada keperluan dan kebermanfaatan...

Fyi, ponsel saya itu Samsung yang rada lama dan low-end. Ponsel istri saya? iPhone yang rada lama dan rada gores. Kedua-duanya nggak mahal. Tapi bagi kami, saat ini, alhamdulillah itu sudah cukup alias memadai.

Kalaupun orang lain punya ponsel yang high-end, baru, dan mahal, yah biar saja. Mungkin memang itu kebutuhannya. Ngapain saya pusingin? Apalagi belinya nggak pakai uang saya, hehe.

Perlu ditegaskan di sini, hemat bukan berarti serba murah atau nggak boleh spending... Boleh. Sekali lagi, boleh... Semua tergantung tujuan... Sebagian orang gagal paham. Hemat dipikirnya harus serba murah atau nggak boleh spending...

Itu keliru. Saya pun pernah membeli barang yang rada mahal (setidaknya mahal menurut asumsi orang rata-rata) karena memang saya perlukan.

Lebih lanjut, boleh-boleh saja anda punya ini-itu, macam-macam... Hemat, sederhana, dan zuhud bukan berarti anda harus hidup pas-pasan...

Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan orang menganggap hemat dan sederhana itu identik dengan hidup pas-pasan. Padahal bukan begitu.

Akhirnya saya kembali berpesan, biasakan diri kita untuk berhemat. Pada apa saja. Kecuali untuk sedekah, ilmu, dan barang produktif. Silakan spending.

Misalnya, anda punya masalah. Ya sedekah! KUHP, Kasih Uang Habis Perkara, hehe. Kalau untuk hal-hal yang perlu dan bermanfaat, anda malah menahan uang anda, itu namanya bukan hemat. Tapi pelit!

Suamiku, kapan jadi imam shalatku?

Aku ingin diimami sholat oleh suamiku
=========================

Oleh : Lukmanul Hakim

Sebut saja namanya bu Siska (bukan nama asli). Bu siska adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak. Usianya sekitar 50 tahunan. Sehari-hari, waktunya dihiasi dengan mengabdikan hidupnya dengan mengajarkan ilmu yang Allah titipkan kepadanya.

Selain aktiv sebagai seorang pengajar dan pendidik, dia juga merupakan sosok ibu rumah tangga yang taat suami dan taat dalam menjalankan agama. Seperti shalat yang selalu tepat waktu, shalat sunnah yang hampir tak pernah ketinggalan, tilawah Quran setiap hari 1 juz dll, aktivitas baik seperti itu sudah menjadi kebutuhan pokoknya sehari-hari. Menurut ceritanya, kebiasaan seperti itu sudah ditanamnya sejak tinggal di pondok pesantren dulu. Jadi sampai saat ini, kebiasaan itu masih tetap terjaga. Alhamdulillah.

Pesantren? Ya betul  pesantren. Pesantren memang tempat pembentukan karakter, tempat untuk melatih sosialisai dengan sekitar, tempat untuk melatih kebiasaan baik dan tempat menimba ilmu tentunya.

Jika ingin menjadi orang baik, maka taati dan patuhi aturan pesantren. Jika tidak, langgar saja semua aturan yang ada di pesantren. Dan harus siap dengan berbagai resiko yang akan diberikan oleh pihak pesantren.

***

Saat nyantri dulu, bu siska termasuk santri yang aktiv dalam berbagai hal. Baik dalam ubudiyah, organisasi, pengajian dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sehingga kebiasaan baiknya itu sampai sekarang masih tetap berjalan. Ada perasaan tidak enak, jika ada satu yang terlewat. Misalkan dalam satu malam, ketinggalan shalat malam, atau hanya dapat witir, maka dia begitu bersedih karena tidak bangun lebih awal. Walaupun itu amalan sunnah, tapi dia mengnggapnya sebagai sebuah kerugian jika tidak dapat melakukannya. Begitulah, hari-harinya selalu dihabiskan dengan hal-hal yang penuh manfaat, berharap bahagia dunia akhirat.

***

Namun, dibalik ketaatannya kepada Dzat yang telah menciptakannya dan kesungguh-sungguhan dalam menjalankan perintah-Nya, dia harus rela bersuamikan dengan orang yang memililki kebiasaan sebaliknya. Ya, Memang jodoh itu, Allah yang pilihkan, Allah juga yang anugerahkan, kita hanya bisa rela dan ridho atas pemberian-Nya.

Walaupun demikian, dia tetap berupaya agar suaminya dapat menjadi imam yang selama ini diharapkannya. Imam shalat khususnya. Karena kemampuan membaca al-Quran suaminya sangat dibawah rata-rata, maka sang suami belum berani untuk menjadi imam shalatnya. Diawal pernikahan sang suami sudah berkomitmen, "mi 5 tahun pertama ini, papi belum bisa jadi imam shalat mami ya."

Dengan sabar bu siska menunggu waktu 5 tahun, berharap ada perubahan setelah 5 tahun berikutnya. Harapannya, semoga dalam waktu 5 tahun itu, cukup untuk belajar Tahsin al-Quran, sehingga sudah layak untuk menjadi imam shalatnya. Ada kesan tersendiri saat bermakmum kepada suami, apa lagi diakhiri dengan mencium tangan suami. Tapi kapan itu akan terwujud..? Semoga secepatnya. Begitu ujarnya.

Rabu, 27 Januari 2016

Apa cita-citamu

Apa cita-citamu? Dan bagaimana caranya agar cita-citamu berhasil?
.
Saya bercita-cita ingin menjadi pilot. Caranya? Ya saya akan belajar dengan tekun, kalau sudah besar nanti saya mau sekolah di sekolah penerbangan.
.
Semakin besar cita-cita kita, maka semakin besar usaha untuk menggapai cita-cita tersebut.
.
Masya Allah, jika kita ingin bercita-cita membahagiakan orang tua kita agar mereka bisa mendapatkan surga firdaus, dengan mahkota dan jubah yang terbuat dari cahaya, dan mereka bangga mempunyai anak seperti kita, semuanya itu bisa kita lakukan dengan cara kita bercita-cita sebagai penghapal Al-Quran.
.
Semakin besar cita-cita kita untuk membahagiakan orang tua kita, maka semakin besar usaha kita untuk mendalami Al-Quran.
.
Jadi, tidak ada waktu buat bersantai-santai, tidak ada waktu buat bersenang-senang, yang ada hanya berusaha membuat orang tua bangga terhadap kita.
.
Semoga kita bisa memuliakan orang tua kita, membuat mereka bangga mempunyai anak seperti kita, dan selalu mendoakan mereka di manapun mereka berada.
.
Semoga bermanfaat
.
.
.
@GenerasiKaffah

Selasa, 26 Januari 2016

Izinkan Saja

Godaan terbesar bagi PRIA adalah wanita. Dan godaan terbesar bagi WANITA adalah online shop. Hehe.

Shopping. Belanja. Milih-milih. Wanita mana yang nggak suka? Hehe. Barang yang terlihat biasa-biasa saja oleh pria, eh bisa terlihat lucu dan unyu oleh wanita. Hehe.

Kadang, pekerjaan ibu rumahtangga itu melelahkan dan menjemukan. Betul apa betul? Jadi, sekiranya istri sesekali shopping, yah izinkan saja. Toh yang dia shopping itu untuk keluarga dan rumahtangga. Bukan untuk siapa-siapa...

Sekiranya selama ini suami SUDAH BENAR dalam mengarahkan dan mendidik istri, pastilah yang di-shopping istri itu barang-barang yang bermanfaat untuk keluarga dan rumahtangga. Nggak sia-sia...

Hal ini tentu mesti dilihat secara berimbang. Di mana istri pun harus tahu berapa kemampuan suami. Jangan memaksakan diri. Jangan mau enaknya sendiri. Ocre?



(ditulis oleh Ippho Santosa)



GRATIS seminar 7 Keajaiban Rezeki
   Palu, sms 0821-9538-2431
   Gowa, sms 0813-5517-7058
   Tangerang, 0813-1803-9635
   Depok, 0813-1812-4030

Silakan merapat dan ajak teman-teman anda. Sama-sama menjemput perubahan!

Senin, 25 Januari 2016

Sunnah Harian

Oleh: Ust. Arifin Ilham

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh..

4 tipe dalam hal berbakti

Bismillah...

'Dalam berbakti kepada orang tua kita termasuk tipe yang mana...?"
"Maksudnya...?" Tanya teman.

"Begini. Disini saya sebutkan beberapa tipe dalam hal berbakti kepada orang tua. Apa sajakah itu?
1. Tipe lebaran, 
2. Tipe liburan, 
3. Tipe transferan, dan
4. Tipe transparan."


"Iya maksudnya gimana..?" teman tanya penasaran.

"Duduk dulu yang tenang, dan simak sampai selesai.. Ocre?  "
Mencoba menenangkan.

Yang pertama 1. Tipe lebaran. 
Datang satu kali atau dua kali dalam setahun untuk bertemu orangtuanya. 
Menurutnya, itu sudah cukup untuk berbakti. Toh sering mendoakan dan sering menelepon.

2. Tipe liburan
Datang sesekali bertemu orangtuanya. Ketika datang, orangtua diajaknya jalan-jalan dan senang-senang. Seperti berlibur. Setelah itu, yah selesai. Begitulah caranya berbakti.

3. Tipe transferan
Bertemu orangtuanya jarang-jarang, yang penting transfer. Cukup. Toh apa-apa bisa dibeli dengan uang. Yah, transfer saja uangnya. Demikianlah pola pikirnya.

4. Tipe transparan
Nah, dia berusaha selalu menemani orangtuanya. Berbakti dengan penafkahan, perhatian, waktu, doa, dan lain-lain. 
Repotnya, karena terlalu sering bertemu, dia dan jasanya malah tidak dianggap oleh orangtuanya. Tidak kelihatan alias transparan. Sementara anak-anak yang lain, karena jarang-jarang bertemu, justru ditunggu-ditunggu, lebih dianggap, dan lebih diharapkan. Inilah ujian keikhlasan bagi tipe transparan. 

Ngomong-ngomong kita termasuk tipe mana? Yah, jawab saja dalam hati sambil introspeksi. 




Berharap dan Intropeksi

Bismillah...

Kalau kita lagi kismin dan susah, terus orang kaya yang kita kenal nggak mau membantu kita, apa yang harus kita lakukan? 
Nyalahin si kaya..? inilah reaksi orang rata-rata.
 
Begini ya. Si kaya yang pelit, jelas dia itu salah dan bermasalah. Namun ada baiknya kita juga melihat sisi lainnya. 

Pertama, sebaik-baiknya berharap dan meminta hanya kepada Yang Maha Kaya, bukan kepada makhluk-Nya yang kadang cuma berlagak kaya. Terus, ngapain kita ngarepin dan nyalahin orang lain? 

Kedua, kita introspeksi. 
Kok dia nggak mau membantu? Selama ini, apa kekuranganku? Ketika meminta, gimana sikapku? Mungkinkah aku nggak pantas dan nggak bisa dipercaya untuk dibantu? 
Kenapa Tuhan-ku Yang Maha Pemurah tidak menggerakkan hati si kaya untuk membantu? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Introspeksi, itu jauh lebih baik. Di sini saya tidak bermaksud menyinggung siapapun. 

Ini kesimpulan saya, berdasarkan pengalaman waktui kismin dulu.
Semoga bermanfaat.


Kisah Seorang Dokter



Sebut saja namanya dokter Agis, begitu. Sejak aktiv mengikuti pangajian yang diadakan di masjid bersama aktivis dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rupanya, pengalaman belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan ustadznya,

“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum kesini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah ini membawa banyak manfaat untuk kita. Amiin.

Keutamaan Nafkah Istri

Yang Paling Besar Pahalanya Adalah Yang Engkau Berikan Untuk Istrimu

Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang bunyinya :
 “Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah SWT dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk istrimu, yang paling besar pahalanya ialah apa yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits diatas dijelaskan bahwa harta yang diberikan (nafkahkan) kepada keluarganya, lebih utama dari pada mendermakan harta bendanya untuk perjuangan Islam. Lantas bagaimana jika ada seorang laki-laki memiliki seorang istri sering ditinggalkan dengan alasan dakwah, sementara kondisi anak-anak dan istrinya tidak terurus alias sengsara. Rasulullah SAW memang seorang muballigh dan dai, tetapi beliau selalu memperhatikan kebutuhan lahir batin istri-istrinya.

Begitu besar perhatian Rasulullah SAW, terhadap hak-hak kaum hawa, sehingga Nabi SAW mengajarkan kepada kaum laki-laki cara terbaik untuk memuliakan seorang wanita. Sampai-sampai beliau tidak rela seorang istri menderita, karena ulah para suami yang pelit dan menelantarkan istrinya.

Hendaknya para suami mengetahui bahwa nafkah yang ia berikan kepada keluarganya tidaklah bernilai sia-sia di hadapan Allah. Bahkan nafkah itu terhitung sebagai amalan sedekahnya, sebagaimana hadits dari Abu Mas’ud Al-Anshari dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan satu suapan yang diberikan seorang suami kepada istrinya, teranggap sebagai amalan sedekah sang suami. Demikian disabdakan Nabi Muhammad pada shahabat beliau, Sa’ad bin Abi Waqqash:

“Dan apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.”.

Masya Allah.. Tidak tanggung-tanggung Rasulullah SAW mbelani (menjunjung tinggi) kaum hawa dari sikap pelit seorang suami yang tidak bertanggung jawab kepadanya.

Beruntung sekali bagi seorang istri yang memiliki suami dermawan kepada dirinya. Rasulullah SAW sosok suami yang paling dermawan kepada istri-istrinya, juga kepada sahabat, kerabat, dan tetangganya.

Kedermawanan Rasulullah SAW menjadikan istri-istrinya makin mencintai dan menyayanginya, sehingga seorang istri tidak merasakan, kecuali suami adalah orang yang paling sempurna di hadapannya. Masya Allah..

Nutrisi Hati

Bismillah ...

Sahabat MTO Rahimakumullah...

Saat kita merasa sendiri, bayangkanlah seorang nenek tua yang hidup sendirian, selama seminggu menunggu anak & cucunya menjenguknya di akhir pekan...

Saat kita dilecehkan orang melalui kata-kata yang tajam, bayangkanlah para pengemis yang tiap hari dilecehkan orang tapi mereka harus tetap tegar...

Saat kita mengeluhkan mengenai gaji yang kita terima, bayangkanlah seseorang yang berjalan kaki membawa map lamaran kerja, namun tak pernah mendapatkan pekerjaan yang sangat ia harapkan...

Saat kita kehilangan sedikit uang, lalu kita sangat marah, kedamaian dan ketenanganpun hilang, ingatlah para korban bencana alam yang kehilangan seluruh harta mereka...

Saat kita merasa kesal karena batuk, pilek, sakit kepala atau penyakit ringan lainnya, bayangkanlah orang-orang yang divonis dokter mengidap penyakit berat & sulit diobati...

Sudah saatnya kita katakan, "Selamat tinggal mengeluh..." Mengeluh hanya akan melemahkan hati dan pikiran. Sedangkan bersyukur, membuat rezeki deras mengucur...


Ya Allah pertemukanlah kami dengan orang-orang baik saja hari ini. Agar kebaikan selalu menyertai kami. Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Amiin.

Selamat menjemput rezeki yang halal, baik dan barokah tentunya.

Salam dari sahabatmu : Lukman 🙏🏼

📝Repost by. MT Online

Makna sukses

Oleh: Ippho Santosa

Nama Ford adalah legenda dalam dunia otomatif, berdiri di Amerika pada 1903 dan masuk ke Indonesia pada 1989. Sebagai orang yang pernah memiliki Ford, saya sempat kaget ketika dikabari Ford akan tutup di Indonesia di awal 2016 ini, seperti tutupnya Sinar Harapan. Ya, Ford sukses di Amerika tapi gagal di Indonesia.

Ketika memberikan coaching, sering saya dihadapkan dengan perkara-perkara teknis. Cuma, pernah juga saya dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis. Misalnya, tentang makna sukses.

Definisi sukses dan bahagia, sebaiknya kita yang menentukan. Bukan orang lain. Kan anda yang menjalani hidup anda. Bukan orang lain.

Allah yang nentuin.
Anda yang jalanin.
Orang lain yang komentarin.
Hehehe.

Bagi sebagian orang, sukses dan bahagia itu kalau bisa jalan-jalan ke luar negeri. Bolehkah? Yah boleh! Dan biarkan saja mereka bersikap begitu. Anda nggak harus begitu.

Bagi orang tertentu, sukses itu kalau bisa buka usaha dan buka cabang di mana-mana. Baguskah? Yah bagus! Dan biarkan saja mereka memilih begitu. Anda temukan saja definisi sukses anda sendiri.

Bagi orang lainnya, sukses itu kalau bisa dapat apresiasi dari mana-mana. Dihormati. Dihargai. Biarkan saja mereka memilih begitu. Anda cari saja definisi sukses anda sendiri.

Lalu, apa yang saya sarankan? Dengarkan saya baik-baik. Selagi Tuhan-mu dan keluargamu ridha kepadamu, itu saja sudah cukup disebut sukses. Bahkan lebih! Beneran!

Kalau anda hanya mengikuti definisi sukses versi orang lain, anda akan capek sendiri. Keluarga anda, lebih capek. It's true. Cukuplah mengikuti standar dari Tuhan-mu dan kenyamanan menurut keluargamu.

Tatkala orang lain posting foto perjalanan ke luar negeri, posting foto peresmian cabang baru, dan posting foto dapat apresiasi dari pemerintah, yah anda turut senang. Mensyukuri. Tapi hendaknya itu tidak mengusik definisi sukses anda.

Seorang ibu rumahtangga, telaten mengantar anaknya yang masih balita ke sekolah setiap hari, bahkan kadang-kadang nungguin anaknya 1-2 jam di sekolah. Dia pastikan kenyamanan, keselamatan, dan kesolehan anaknya. Tidak layaknya itu disebut sukses? Menurut saya, sangat layak.

Demikian juga seorang penulis, petani, buruh, guru, mahasiswa, dan profesi-profesi lainnya. Mereka pun berhak atas definisi sukses mereka sendiri, tanpa perlu intervensi orang lain. Setuju?

Kali ini saya, Ippho Santosa, berharap anda setuju dengan pendapat saya.




GRATIS seminar 7 Keajaiban Rezeki
   Palu, sms 0821-9538-2431
   Gowa, sms 0813-5517-7058
   Tangerang, 0813-1803-9635
   Depok, 0813-1812-4030

Silakan merapat dan ajak teman-teman anda. Sama-sama menjemput perubahan!
Yth. Dkm Masjid Raya Muhammad Ramadhan
Di-
Tempat

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wata'ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada pangkuan Baginda tercinta Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam beserta keluarga, sahabat juga umatnya yang meneruskan ajaran dan perjuangannya hingga yaumil akhir.

Dengan ini saya ingin menyampaikan terkait kegiatan Tahsin dan Tahfidz yang kami adakan di Masjid kita tercinta, yaitu Masjid Raya Muhammad Ramadhan. Berawal dari inisiatif salah satu pengurus kita agar membuat semacam halaqoh al-Quran setiap selesai shalat maghrib atau shubuh, agar suasana masjid tidak terasa sepi seperti layaknya kuburan. Alhamdulillah, inisiatif untuk membuat acara seperti itu kini telah terwujud. Sekitar, sejak 4 bulan yang lalu telah dibuka kegiatan tahsin setiap ba'da maghrib yang diikuti oleh beberapa jamaah baik yang tetap maupun yang transit.

Adapun waktu pelaksanaannya adalah setiap hari Ahad, senin, selasa dan rabu. Antara waktu maghrib dan isya. Mengingat hari kamis, jum'at dan sabtu sudah terisi dengan kegiatan masjid lainnya. Sedangkan setelah shubuh, sementara ini dilaksanakan pada hari senin dan selasa. Insya Allah untuk kedepannya akan kami perbaharui lagi.

Demi kelancaran kegiatan ini, kami mengajak DKM beserta staf untuk memberikan kontribusi berupa infaq shodaqoh untuk keperluan-keperluan sebagai berikut;
1. Air mineral
2. Cemilan-cemilan
3. Mukafaah ustadz

Terakhir, kami ucapkan syukron jazaakumullahu khiorn katsiiron atas perhatiannya.

Kami tutup dengan kalimat terindah, wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hormat kami,
Khodim Masjid Raya Muhammad Ramadhan


Al-Faqir ilaa rohmati rabbih
Lukmanul Hakim


Nutrisi Hati



Bismillah ...
Saat kita merasa sendiri, bayangkanlah seorang nenek tua yang hidup sendirian, selama seminggu menunggu anak & cucunya menjenguknya di akhir pekan...

Saat kita dilecehkan orang melalui kata-kata yang tajam, bayangkanlah para pengemis yang tiap hari dilecehkan orang tapi mereka harus tetap tegar...

Saat kita mengeluhkan mengenai gaji yang kita terima, bayangkanlah seseorang yang berjalan kaki membawa map lamaran kerja, namun tak pernah mendapatkan pekerjaan yang sangat ia harapkan...

Saat kita kehilangan sedikit uang, lalu kita sangat marah, kedamaian dan ketenanganpun hilang, ingatlah para korban bencana alam yang kehilangan seluruh harta mereka...

Saat kita merasa kesal karena batuk, pilek, sakit kepala atau penyakit ringan lainnya, bayangkanlah orang-orang yang divonis dokter mengidap penyakit berat & sulit diobati...

Sudah saatnya kita katakan, "Selamat tinggal mengeluh..." Mengeluh hanya akan melemahkan hati dan pikiran. Sedangkan bersyukur, membuat rezeki deras mengucur...

Kenikmatan tertinggi

Oleh : Ust Bobby

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

“Sesungguhnya pelindungku ialahlah yang telah menurunkan Al kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS. 7:196)

Malam itu seorang sahabat Rasulullah Saw bernama Ubbad bin Bisyr tengah berjaga di pos perbatasan. Ia ditemani oleh Ammar bin Yasir tengah tertidur. Mereka berdua menjaga pos bergantian demi menjaga keamanan.

Ubbad bin Bisyr mengisi malam dengan qiyamul lail yang panjang. Ia laporkan segalanya kpd Allah Swt di saat yang bening. Ia nikmati berdialog dgn Allah Swt lewat bacaan Al Quran. Kenikmatan membaca Al Quran begitu indah terasa oleh Ubbad.

Tanpa sadar, tiba2 musuh melepaskan anak panah ke tubuh Ubbad. Dan jlebb..., tubuh Ubbad yg tengah melaksanakan qiyamul lail pun seketika tembus dan bersimbah darah. Ubbad hanya menatapi darah yang mengalir, lalu ia meneruskan bacaan Al Quran. Lalu panah kedua pun dilepas musuh menembus tubuhnya. Ketiga, dan selanjutnya… dan selanjutnya....

Hingga saat darah sudah begitu banyak mengalir, Ubbad pun limbung. Ia terjatuh lalu meraih tubuh Ammar bin Yasir yang sedang tidur. Dengan tenaga tersisa, Ubbad membangunkan Amar. Saat tersadar, Ammar melompat melihat saudaranya kini bersimbah darah. Ammar pun langsung membangunkan muslimin lainnya, dan Alhamdulillah atas izin Allah Swt musuh berhasil dipukul mundur.

Lalu Ubbad diberi pertolongan. Saat ditangani oleh sahabat yang lain, Ammar bin Yasir bertanya kepada Ubbad bin Bisyr, “Mengapa engkau tak bangunkan aku saat panah pertama menembus tubuhmu?”
Sambil menyeringai Ubbad membalas, “Aku tak ingin memutus kenikmatan membaca Al Quran...”

Subhanallah…. Kenikmatan membaca Al Quran membuat Ubbad tak merasa sakit ditembus anak-anak panah musuh!

******

Seorang pria bernama Jefri mengisahkan bahwa ibunya adalah seorang wanita berumur 70 tahun. Dari dulu hingga kini kegemaran ibunya adalah membaca Al Quran kapan saja dan dimana saja. Bila ibu membaca Al Quran, seolah ia tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Begitu khusyuk dan begitu nikmat.

Di usianya yang senja, ibu terkena kanker  rahim. Dokter menyarankan ibunda untuk dioperasi. Namun kemungkinan berhasilnya hanyalah 50%, itu pun amat beresiko terhadap keselamatan ibunda.

Ditambah lagi dokter memberitahukan Jefri dan saudara2nya bahwa ibunda akan merasakan kesakitan yang berkepanjangan hingga minimal 6 bulan ke depan. Jefri dan para saudaranya diminta untuk menguatkan mental ibunda dan selalu menghiburnya bilamana ibunda kesakitan.

Namun Jefri sampaikan bahwa ibundanya begitu tenang menghadapi operasi. Sedikit pun tak nampak keraguan pada dirinya.

Ibunda sebelum dioperasi mendapat bius lokal sekitar perut. Tubuh bagian atas masih sadar saat menjalankan operasi. Tak satu pun di antara para anaknya yang diizinkan masuk ke ruang operasi.

Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Kini ibunda sudah bersama kami di ruang perawatan. Saat beliau siuman, Jefri dan semua saudaranya langsung menghibur ibunda agar beliau tak merasa kesakitan.

Namun, subhanallah keajaiban terjadi…. sedikit pun ibunda tidak merasa sakit. Malah beliau tertawa, bercanda dengan kami keluarganya.

Saat kami tanya bagaimana sikap ibunda saat menjalani operasi… beliau memberi jawaban yang membuat kami semua bergidik, “Aku menjalani operasi dengan hati yang ikhlas. Hidup & matiku di tangan Allah… hingga tidak sedikit pun ada kekhawatiran. Saat operasi dilaksanakan aku merasa begitu tenang, sebab aku dengar semua anak2ku membacakan Al Quran di telingaku yang membuat aku merasa damai hingga terlelap tidur....”

Kami bersaudara saling berpandangan…, kami merasa heran sebab tidak seorang pun yang diizinkan mendampingi ibunda di ruang operasi, apalagi membacakan Al Quran kepada-Nya.

Kami meyakini bahwa inilah syafaat Al Quran yang Allah Swt berikan bagi orang yang gemar membacanya....!!!

Bacalah Al Quran, sobat. Sebab ia akan mendatangkan pertolongan Allah Swt bagimu!

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ
“Sesungguhnya pelindungku ialahlah yang telah menurunkan Al kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS. 7:196)

Wassalam
@BobbyHerwibowo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

👆 Anda warga Bogor dan ingin menghafal al-Qur'an dgn cara yang mudah? Ikuti majlis rutin Bogor Menghafal Al-Qur'an, setiap Sabtu pukul 16.00-17.30 di Masjid Alumni IPB, mall Botani Square. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

👆 Tebarkan cahaya Al Quran lewat infaq kepada santri2 dhuafa penghafal Al Quran di Yayasan Askar Kauny. Jadilah satu dari orang tua asuh mereka dengan mengikuti program Orang Tua Asuh hanya dengan Rp 50.000,- per bulan

💰 Silakan transfer infaq anda a/n Yayasan Askar Kauny

💳 Bank Mandiri No. Rek : 13300 1233 5774
Kode Transfer : 008

💳 BNI Syariah No. Rek : 3737 345 61
Kode Transfer : 009

Konfirmasi nama - jumlah ke :
📱 0878 7722 1200

👏🏽 Setiap ayat yg mereka hafalkan dan amalkan, in syaa ALLAH pahalanya disampaikan pula kepada Anda oleh ALLAH YANG MAHA PEMURAH.

🌴 Silahkan disebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.

Jazakumullah khair.

📚 Taushiyah HOTS / 066 – Motivasi Qur'an

📆 Selasa 16 Rabiul Akhir 1437 / 26 Januari 2016

Sabtu, 23 Januari 2016

Hukum tarif ustadz

Bang, saat kami mengundang seorang ustadz terkenal, beliau minta hubungi managernya. Ternyata minta DP dan tarif yg kami sangat berat membayar. Bagaimana hukumnya?
SubhanAllah dalam surah Yasin ayat 21, “Ikutilah mereka yang berda’wah yang tidak minta ganjaran (tarif) kepadaMu, mereka lah juru da’wah yang diberi hidayah Allah”. Kalau minta tarif maka sudah hilang ruh da’wah dan kemuliaan dirinya, tidak ada wibawa, da’wahnyapun menjadi tumpul, hampa, dan tidak menyentuh hati lagi. Hanya main main kata walau bagus retorikanya.
Peringatan Rasulullah, “Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘Azza wa Jalla, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Kalaupun diberikan sesuatu yang tidak mereka minta, maka boleh ia menerimanya apalagi kemudian dimanfaatkan untuk harakah da’wahnya seperti pesantren, mesjid, anak anak yatim yg diasuhnya. Sungguh sebenarnya juru da’wah itu lebih berhak untuk diberi upah hanya TIDAK PANTAS MINTA TARIF. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah kitabullah” (HR Ibnu Majah).
Sejatinya juru da’wah mulia itu istiqomah, tsiqqoh dg da’wahnya karena ia punya kedudukan sangat mulia disisi Allah sebagai “waratsatul anbiyaai” PEWARIS PARA NABI, jangan digadaikan apalagi dijual kedudukan mulia itu dg harga murah dunia.
Contohlah seperti Rasulillah dan para sahabat yg menyertai beliau, BERDA’ WAH DAN BERDAGANG. Mulia dihadapan Allah, dan mulia juga dihadapan manusia. Sungguh da’wah itu bukan profesi tetapi AMAL MULIA SETIAP PRIBADI MU’MIN.
Sejak abang bercita cita ingin menjadi guru, diusia 16 tahun abang sudah berdagang sampai saat ini. Mesjid Az Zikra memberi upah dua imam, masing masing 3.800.000 Rp setiap bulan, tiga muadzdzin masing masing 2.400.000 Rp. Itupun masih ada kesempatan belajar, mengajar dan berdagang, dan mereka menempati rumah yang disediakan oleh majlis.
Plus THR dan bonus Ramadhon, adapun khotib jum’at 1.250.000 Rp, itu semua tanpa mereka minta tetapi kami memikirkan keadaan mereka walau banyak kekurangan. Kami sangat menyayangi mereka karena Allah. Allahumma ya Allah berkahilah da’wah kami dg sifat ikhlas di hati kami, pikiran kami, ucapan kami, aktivitas kami dan da’wah kami…aamiin. Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir, dan berazam untuk sholat malam.
Bismillah...

Di pagi yang indah ini, akan lebih indah jika kita awali dengan mengucap basmallah, sebagai bentuk doa dan harapan kita, agar hari ini lebih indah dari hari kemarin. Dan tak lupa juga dengan kalimat hamdallah sebagai bentuk syukur kita kepada Dzat yang Maha Kuasa, dengan rahmat-Nya masih memberikan kenikmatan sehat dan dapat menghirup udara segar seperti saat ini. Alhamdulillah.

Hujan yang menghiasi pagi yang cerah ini, merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hamba-Nya yang selalu tunduk dan patuh akan perintah-Nya. Hamba-Nya yang senantiasa bersyukur akan nikmat-Nya. Yang tak terhitung jumlahnya. Maka nikmat mana lagi yang akan kita dustakan.




Kamis, 21 Januari 2016

Pasti bisa!



✒By. Lukmanul Hakim

Sahabat...

Jika kita dihadapkan dengan 2 pilihan, dan bingung untuk memutuskan...

Jika kita dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan, dan tak mampu menyelesaikan..

Sehingga kita merasa hidup ini beraat sekali...

Pada waktu seperti itu, biasanya kita akan mengetuk pintu langit, menengadahkan kedua tangan kita, seraya berkata,

"Ya Allah Ya Rohman Ya Rahiim.. Saat ini aku dihadapkan dengan 2 pilihan, dan bingung sekali untuk memutuskan, berilah aku kemantapan hati ..."

Tidak lama, Allah berikan petunjuk. Dengan berbagai macam cara-Nya. Itulah tanda kuasa-Nya.

Atau, dikala kita sedang bermasalah, dan kita berdo'a,

"Ya Allah, ya Rohman, ya Rahiim, saat ini aku memiliki permasalahan yang saangat besar. Berilah aku jalan keluar dengan cara yang benar.."

Dan perlahan, Allah tunjukan jalan..
Itulah bukti kasih sayang-Nya..

Dan semestinya, kita juga sampaikan pada permasalahan itu,

"Wahai permasalahan, sungguh aku memiliki Allah Yang Maha Besar..."

Sebenarnya, bagi Allah tidak ada yang besar, tidak ada yang membingungkan, tidak ada yang menyulitkan, tidak ada yang tidak mungkin, jika kita menyikapinya dengan tenang, sabar, syukur, ikhlas dan tawakal. Semuanya akan terasa mudah.

Buktinya, Dia dapat menghidupkan yang mati, mematikan yang hidup, menyembuhkan yang sakit, membuat wanita mandul jadi beranak, membuat yang tidak melihat jadi melihat, dan masih banyak lagi kuasa-Nya..

Masihkah kita ingat, tatkala Nabi Zakaria 'alaihis salam yang sudah tua renta dengan istri yang mandul diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak, beliau takjub, merasa hal itu adalah sesuatu yang sulit dicerna, maka Allah berfirman dalam  Qs. Maryam [18]:8-9


قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

“Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.(Maryam 8-9)


Begitu juga tatkala Maryam diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak tanpa bapak, maka malaikat Jibril  menjawab keterkejutannya:


قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ

Demikianlah. Rabb-mu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku.

Maka saatnya, menatap semuanya dengan optimis dan berkata..

“Wahai permasalahan yang besar.. Sesungguhnya aku memiliki Rabb yang Maha besar..

Wahai hati yang sedang di ambang kebingungan..
Sesungguhnya aku memiliki Rabb, yang memberiku ketenangan..

Wahai hati yang sering resah dan gelisah.. Ketahuilah, sesungguhnya aku memiliki Rabb yang Maha Gagah..

Pasti bisa..

Selamat menunaikan shalat shubuh wahai sahabat sholehku...

Barokallahu fiikum..

Balasan I dari mba Feby

Waa'alaikumsallam warohmatullahi wabarokatuh

Sebelumnya sya minta maaf sebesar besarnya sama mas lukman, karena sampai saat ini sya blm memberikan biodata saya.

Saya harap mas lukman bisa memaklumi sya, spt apa yg saya bilang sama tmn mas lukman.
Mungkin Saat ini sya lagi bingung, karena ada 2 pilihan.

Jujur, sebenarnya biodata sya sdh selesai di buat. Tp sya mau ngasih pun masih di ambang  kebingungan.

Jd saat ini sya sdg memantapkan hati sya dgn shalat istikhoroh smp Alloh memberikan yg terbaik utk sya.

Saya minta maaf jg, karena baru bisa membalas WA mas lukman sekarang ini.

Mungkin hanya segitu yg bisa sya sampaikan.
Mohon maaf bila ada kata2 yg menyinggung hati mas lukman.

Sekian

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh📝

Rabu, 20 Januari 2016

Istri yang tak dirindukan

Sebagai lelaki normal, menikah adalah suatu kebutuhan. Dengan menikah hidup terasa tenang, damai dan tentram. Namun, sebelum menikah perlu memilih pasangan yang bisa menjadi Qurrotu a'yun.

Selasa, 19 Januari 2016

Jangan tergesa-gesa ingin menyelesaikannya

Oleh : Lukmanul Hakim

“Assaalamu’alaikum...” suara salam seorang ikhwan di dekat pintu ruang DKM membuyarkan rasa kantukku seusai shalat shubuh tadi pagi.

“Wa’alaikum salam ..” aku jawab salamnya dengan penuh hormat

“Ustadz Deni ya...?” Tanya dia

“Iya betul mas. Kalau boleh tau, dengan mas siapa ya..? tanyaku

“Nama saya Hafidz ustadz, dari Jati Bening Bekasi” jawab dia

“Baik mas Hafidz. Ada yang bisa saya dibantu?” tanyaku lagi

“Begini tad, saya mau tanya,  disini ada program Tahfidz al-Quran ngga ya?” Tanya dia dengan nada pelan 

“Ada. Insya Allah disini kami sering mengadakan halaqoh tahsin dan tahfidz untuk bapak-bapak, waktunya setiap ba’da maghrib, yah sekedar mengisi antara waktu maghrib dan isya. Dan menerima storan hafalan al-Quran bagi mereka yang serius dan sungguh-sunguh ingin menghafalkannya. Karena zaman sekarang, sulit sekali menemukan orang yang ingin menghafal al-Quran itu. kalau ada yang ingin storan, yah kami layani. Kalau tidak ada, yah cukup kami ajarkan tahsin saja“ Jawabku

"Kalau saya ingin storan, kira-kira waktunya kapan ya tadz..? Tanya dia

"Terserah mas hafidz bisanya kapan. Ba'da shubuh insya Allah bisa, kecuali kamis dan sabtu ya, karena kedua hari itu saya ada jadwal diluar. Kalau mau ba'da maghribpun silahkan." jawabku jelas

“Alhamdulillah... Kalau begitu saya ambil selepas shubuh saja tadz. Insya Allah, saya usahakan ikut shubuh berjamaah bareng ustadz, setelah itu baru storan. ..” kalimat syukurpun keluar dari lisannya, dan terlihat rasa bahagia dari aura wajahnya.

"Silahkan dengan senang hati.." aku jawab dengan rasa penuh haru dan bangga. Masih ada anak muda yang semangatnya luar biasa.

Dan dia mulai menungkapkan sedikit perasaannya,

“Senang sekali saya ustadz, sudah beberapa kali saya kunjungi setiap masjid, menanyakan perihal program tahfidz ini. Tapi mereka jawab tidak tahu. Entah apa yang menyebabkan saya bisa sampai sini. Akhirnya dapat juga apa yang saya harapkan.” tutur dia

Dia melanjutkan, “Saya benar-benar ingin memperbaiki hafalan saya, hafalan saya nyaris tidak ada sama sekali, saya sedih sekali mas, jika hafalan saya harus hilang begitu saja..”

“Yang sabar ya mas, insya Allah selalu ada jalan keluar disetiap kesulitan.” Aku berupaya menenangkan.

"Sekarang usianya berapa mas..?" tanyaku lagi


"17 tahun tadz." jawab dia

"Masya Allah, barokallahu fiik, semoga Allah memberkahimu mas." ujarku penuh harap

“Ngomong-ngomong, kita ngobrol di ruang tengah saja yuk. Lebih luas dan nyaman” lanjutku sambil mengajaknya ke ruangan tengah, dimana ruangan itu sering digunakan untuk diskusi, ngobrol, melayani tamu dll.

“Baik tadz” diapun mau, aku ajak ke ruang tengah

***

Dengan posisi duduk berhadap-hadapan, aku mulai bertanya, “Boleh tau, kenapa hafalannya bisa ngga ada sama sekali? bagaimana ceritanya? "

Dia mulai menceritakan pengalaman menghafal al-Qurannya, “Begini ustadz. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah ikut Daurah al-Quran dengan tema “50 hari hafal al-Quran” Disana saya ditargetkan harus menghafal minimal 10 lembar/hari, kadang 17 lembar. Di program itu lebih banyak menambah hafalannya dari pada murojaahnya.  Waktu untuk murojaah sangat sedikit.” Ungkapnya.

“Subhaanallah*.. Kok bisa begitu ya. Pantas saja jika mas hafidz mengeluhkan hafalannya saat ini. Semestinya tema yang tepat untuk Dauroh tsb adalah, '50 hari khatam stor al-Quran' bukan '50 hari hafal al-Quran'” ujarku

Akupun melanjutkan, “seseorang dikatakan hafal al-Quran, jika hafalannya yang berjumlah 30 juz itu sudah dapat diperdengarkan  didepan guru/pembimbingnya, para santri, atau yang lainnya. Sebagai bukti bahwa orang tsb sudah selesai menghafal al-Quran dan dapat membacanya dari awal sampai akhir tanpa meihat mushaf, baru ia layak mendapatkan syahadah atau ijazah atau sanad Tahfidz yang bersambung sampai ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam”

“Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, waktu menghafal tercepat dan efektif itu sekitar setahun lebih, itupun kalau otaknya super cerdas dan disiplin murojaah. Ada juga yang lebih dari itu. Yah sekitar 2 tahun, 2 tahun setengah, dan yang standar sekitar 3 tahun. Insya Allah, itu tidak sekedar menambah hafalan melainkan mengulang hafalan juga, sehingga hafalan baru tetap berjalan, begitupun hafalan lama tetap terjaga. Ya, intinya harus seimbang antara menambah dan murojaah hafalan. Bukan fokus menambah terus, tanpa memikirkan murojaah, nanti malah hilang, seperti yang mas Hafidz alami saat ini. Pun tidak melulu muroja’ah, sehingga tidak nambah-nambah. Sekali lagi, Se-im-bang.” jelasku, dengan agar dia termotivasi.

“Iya ustadz. Saya juga nyesel banget. Pokoknya sekarang saya ngga mau narget. Yang penting hafalan saya mutqin (kuat). Mohon bimbingannya ustadz” Ujar dia dengan nada cemas

“Insya Allah mas. Kita sama-sama belajar ya. Saya turut mendoakan, semoga Allah berikan mas Hafidz kemudahan dalam memperbaiki hafalan al-Qurannya, dengan tidak tergesa-gesa menyelesaikannya. Karena tergesa-gesa itu sifat syetan, datangnya dari syetan, sedangkan ketenangan datangnya dari Allah Subhanahu wata'ala. Oleh karenanya, hadirkan Allah saat kita berinteraksi dengan al-Quran, terlebih saat menghafalnya, agar ketenangan senantiasa menyertai kita.” ujarku berupaya menenangkan.

"Insya Allah ustadz. Terima kasih atas waktu dan motivasinya ya. Saya izin pamit ya, mau siap-siap ke sekolah."

"Sama-sama mas. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan disetiap urusan mas Hafidz, amiiin."

"Amiiin.. Terima kasih doanya. Jazaakallahu khoir ustadz."

"Waiyyaakum"

"Saya izin pamit ya ustadz, mau siap-siap berangkat sekolah. Wassalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam warohmatullah."


Pesan singkat dari cerita ini adalah, janganlah kita tergesa-gesa dalam mempelajari kitabullah karena ingin cepat menguasainya. Entah itu membacanya, menghafalnya ataupun mengkajinya. Sebagaimana pesan ini diabadikan dalam Qs. al-Qiyaamah:16,  

"Janganlah kamu gerakkan lidahmu (Muhammad) karena hendak cepat-cepat menguasai bacaan Al-Qur'an!” (Qs. Al-Qiyamah:16)

****



Semuanya butuh proses, dan nikmatilah prosesnya itu. Sungguh, seberapapun lamanya kita menghafal al-Quran, Allah akan hitung sebagai sebuah kebaikan. Semoga cerita diatas menginspirasi para pembaca sekalian.





Bekasi, 20 Januari 2016


                                            

                                                   

Tidak jadi diklosing

"Lagi sibuk ya..?" suara pak Budi membuyarkan pikiranku yang dari tadi sedang membaca tausyiah-tausyiah islami di WA.

"Owh, ngga. Ini mau siap-siap ngajar ngaji bapak-bapak." jawabku, sambil bergegas keluar kamar.

"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanyaku ke pak Budi.

"Ini ada teman dari Al-w****a ingin bertemu. Beliau adalah salah satu leader di perusahaan kami .." jawab dia dengan nada sedikit pelan.

"Owh begitu.." jawabku.

"Rupanya, pak budi masih ingin merekrutku sebagai agennya. Kali ini beliau mendatangkan seorang seniornya bahkan leader, agar aku berhasil di rekrut, setelah bulan yang lalu beliau tidak berhasil merekrut secara langsung." Pikirku dalam hati.

***

Bulan yang lalu, pak budi pernah mengajakku ke acara seminar yang diadakan oleh perusahaan yang dia ikuti, dan dia mencoba mengajakku untuk ikut hadir dan mendaftar sebagai agen di perusahaannya, namun waktu itu aku tidak bisa, karena bersamaan dengan agenda yang sudah ada.

***
"Tapi pak, saat ini aku harus bimbing tahsin bapak-bapak" ujar saya.

"Kalau begitu, abis isya saja ustadz" jelas pak budi.

"Baik pak, insya Allah." sayapun meng iyakan.

***

Pak budi bersama temannya ikut kegiatan tahsin yang biasa saya adakan bersama jamaah bapak-bapak setiap habis maghrib.

***

Adzan isyapun tiba, tandanya saya harus menutup kegiatan tahsin ini dan bersiap-siap untuk imam isya. Dan pak budi bersama temannya ikut juga berjamaah di belakang saya. Hingga selesai sholat isya, mereka berdua masih setia menunggu saya menghampirinya.

***

"Assalamu'alaikum.." saya menghampiri pak budi dan temannya yang dari tadi menunggu di ruang tengah masjid.

"'Alaikum salam.." merekapun menjawab salam saya.

"Bagaimana pak? Ada yang bisa saya bantu..?" tanya saya.

Temannya pak budi yang tak lain seniornya di al-w****a, mulai menjelaskan maksud dan tujuannya ingin bersilaturrahim dengan saya.

Usut punya usut, akhirnya ia utarakan bahwa ia ingin mengajak/merekrut saya sebagai salah satu agennya. Sejak awal, saya sudah paham. Dan saya sudah siapkan penangkalnya. Hehe. Karena saya tahu betul, untuk menjadi agennya perlu proses yang lumayan. Entah biaya, kerjaan bertambah, waktu saya harus rela dibagi, dll. Dan itu saya belum bisa, mengingat sudah tidak ada waktu lagi untuk hal-hal seperti itu.

"Sebelumnya saya ucapkan mohon maaf dan terima kasih atas penawarannya. Untuk saat ini, saya belum bisa menerima tawaran bapak. Kenapa? Karena saat ini saya sudah menjadi Agen di perusahaan Insan Mulia, yang bergerak di bidang umroh dan haji, ada travel juga, aneka herbal juga banyak. Insya Allah di Insan Mulia semuanya ada, tinggal saya jalani saja." jelas saya.

"Dan jujur saja, semua program dan produk di Insan Mulia, belum sepenuhnya saya jalani, mengingat berbenturan dengan aktivitas rutin disini. Jadi saat ini saya hanya fokus di Marketing umroh dan haji saja. Sisanya, ya sambil jalan saja." lanjut saya.

Surat untuk mba Febby

📩Yth. Kak Febrin
Di tempat
============
Bismillah...

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...


Saya awali pesan singkat ini dengan kalimat do'a dan harapan, yaitu ; semoga kak febrin senantiasa dalam keadaan sehat wal 'afiyyat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata'ala. Amiiin ya Robbal 'alamiin.


Sebelumnya saya ucapkan syukron jazaakillahu khoiron katsiiron, sudah bersedia menerima dan membaca biodata yang saya titip ke salah satu teman saya beberapa hari yang lalu. Mohon maaf jika ada yang kurang/tidak berkenan dengan isinya, karena saya hanya diminta mengisi sesuai format yang sudah disediakan. Sekali lagi mohon maaf.


Biodata tsb dibuat dalam rangka ingin berta'aruf, agar satu sama lain saling mengenal. Semoga kak febrin berkenan berta'aruf dengan saya. Andai tidakpun, tidak apa-apa. Setidaknya saya sudah berikhtiar dalam menjemput jodoh yang selama ini di tangan Tuhan. Adapun hasilnya, saya serahkan semuanya kepada Allah.


Jika sampai saat ini kak Febrin belum sempat menuliskan biodatanya untuk saya, tidak mengapa. Sayapun tidak terlalu memaksa dan mendesak agar segera dibalas kembali..  Silahkan bertanya dulu kepada Dzat yang Maha Kuasa, lewat shalat istikhorohnya setiap malam dan setiap kali berdoa, agar Dia memberikan kemantapan hati kepada Kak Febrin. Insya Allah petunjuk-Nya adalah benar. Asal kita bersungguh-sungguh ingin meraih rahmat dan ridho-Nya.

Terakhir, jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan, boleh bertanya langsung lewat nomor ini. Insya Allah saya akan menjawab semampu saya.


Sekian, kurang lebihnya mohon  maaf dan terima kasih sudah membaca pesan singkat ini 🙏🏼


Selamat menjalankan aktivitas rutinnya, semoga selalu diberkahi.. Amiiin ya Robbal 'alamiin...

Barokallahu fiik ...


Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

✒ Salam santun,
Dari Hamba Allah yang lemah (LH)

Senin, 18 Januari 2016

Mazhab Dalam Islam Bidang Ushul Fiqih

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustaz, dalam Islam kita kenal 4 mazhab. Kenapa cuma 4 yang selama ini kita kenal? Bukankah masih banyak para ulama lain yang mungkin juga pantas untuk punya mazhab sendiri. Imam Ghozali dengan Ihya Ulumuddin-nya (sebuah maha karya masa itu) beliau tidak dikenal memiliki mazhab. Dan beliau hidup pada zaman apa?

Jazakumullah kh. ktsr.

Bismillah...
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara bahasa arti mazhab adalah tempat untuk pergi. Berasal dari kata zahaba - yazhabu - zihaaban . Mahzab adalah isim makan dan isim zaman dari akar kata tersebut.

Sedangkan secara istilah, mazhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabawiyah. Mazhab yang kita maksudnya di sini adalah mazhab fiqih.

Mazhab Tidak Hanya Empat Saja

Sesungguhnya mazhab fiqih itu bukan hanya ada 4 saja, tetapi masih ada banyak lagi yang lainnya. Bahkan jumlahnya bisa mencapai puluhan. Namun yang terkenal hingga sekarang ini memang hanya 4 saja.

Padahal kita juga mengenal mazhab selain yang 4 seperti:

Mahab Al-Ibadhiyah yang didirikan oleh Jabir bin Zaid (w 93 H).Mahab Az-Zaidiyah yang didirikan oleh Zaid bin Ali Zainal Abidin (w 122H),Mzhab Azh-Zahiriyah yang didirikan oleh Daud bion Ali Azh-Zhahiri (202 - 270 H)dan mazhab-mazhab lainnya.

Sedangkan yang kita kenal 4 mazhab sekarang ini adalah karena keempatnya merupakan mazhab yang telah terbukti sepanjang zaman bisa tetap bertahan, padahal usianya sudah lebih dari 1.000 tahun.

Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah adalah empat dari sekian puluh mazhab yang pernah berkembang di masa kejayaan fiqih dan mampu bertahan hingga sekarang ini.

Di dalamnya terdapat ratusan tokoh ulama ahli yang meneruskan dan melanggengkan mazhab gurunya. Dan masing-masing memiliki pengikut yang jumlahnya paling besar, serta mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Para ulama mazhab itu kemudian menulis kitab yang tebal-tebal dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian diajarkan kepada banyak umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Kitab-kitab itu sampai hari ini masih dipelajari di berbagai perguruan tinggi Islam, seperti di Al-Azhar Mesir, Jami'ah Islamiyah Madinah, Jami'ah Al-Imam Muhammad Ibnu Suud Riyadh, Jamiah Ummul Qura Makkah dan di berbagai belahan dunia Islam lainnya. Bahkan di Al-Azhar dibuka fakultas Syariah dengan jurusan dari masing-masing mazhab yang empat itu.

Sementara puluhan mazhab lainnya mungkin terlalu sedikit pengikutnya, atau tidak punya ulama yang sekaliber pendirinya juga mampu meneruskan kiprah mazhab itu, atau tidak mampu bertahan bersama bergulirnya zaman. Sehingga banyak di antaranya yang kita tidak mengenalnya, kecuali lewat kitab-kitab klasik yang menyiratkan adanya mazhab tersebut di zamannya.

Buku mereka sendiri mungkin sudah lenyap dari muka bumi, atau barangkali ikut terbakar ketika pasukan Mongol datang meratakan Baghdad dengan tanah. Sebagian yang masih tersisa mungkin malah disimpan di musium, di Eropa. Memang sungguh sayang sekali, ilmu yang pernah ditemukan dan berkembang besar, kemudian lenyap begitu saja di telan bumi.

Pentingnya Bermazhab
====================

Banyak orang salah sangka bahwa adanya mazhab fiqih itu berarti sama dengan perpecahan, sebagaimana berpecah umat lain dalam sekte-sekte. Sehingga ada dari sebagian umat Islam yang menjauhkan diri dari bermazhab, bahkan ada yang sampai anti mazhab. Mengerikan.

Penggambaran yang absurd tentang mazhab ini terjadi karena keawaman dan kekurangan informasi yang benar tentang hakikat mahzab fiqih. Kenyataannya sebenarnya tidak demikian. Mazhab-mazhab fiqih itu bukan representasi dari perpecahan atau pereseteruan, apalagi peperangan di dalam tubuh umat Islam.

Sebaliknya, adanya mazhab itu memang merupakan kebutuhan asasi untuk bisa kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah. Seandainya ada seorang bernama Mas Paijo, mas Paimin, mas Tugirin dan mas Wakijan bersikap anti mazhab dan mengatakan akan menggunakan Al-Quran dan As-Sunnah saja, sebenarnya mereka masing-masing sudah menciptakan sebuah mazhab baru, yaitu mazhab Al-Paijoiyah, Al-Paiminiyah, At-Tugiriniyah dan Al-Wakijaniyah.

Sebab yang namanya mazhab itu adalah sebuah sikap dan cara seseorang dalam memahami teks Al-Quran dan As-Sunnah. Setiap orang yang berupaya untuk memahami kedua sumber ajaran Islam itu, pada hakikatnya sedang bermazhab.

Kalau tidak mengacu kepada mazhab imam mujtahid yang sudah ada, maka minimal dia mengacu kepada mazhab dirinya sendiri. Walhasil, tidak ada di dunia ini orang yang tidak bermazhab. Semua orang bermazhab, baik dia sadari atau tanpa disadarinya.

Lalu bolehkah seseorang mendirikan mazhab sendiri?

Jawabnya tentu saja boleh, asalkan dia mampu meng-istimbath (menyimpulkan) sendiri setiap detail ayat Al-Quran dan As-sunnah. Kalau kita sedikit membuat perumpamaan dengan dunia komputer, maka adanya mazhab-mazhab itu ibarat seseorang dalam berkomputer, di mana setiap orang pasti memerlukan sistem operasi (OS).

Tidak mungkin seseorang menggunakan komputer tanpa sistem operasi, baik Windows, Linux, Mac OS atau yang lainnya. Adanya beragam sistem operasi di dunia komputer menjadi hal yang mutlak bagi setiap user, sebab tanpa sistem operasi, manusia hanya bicara dengan mesin.

Kalau ada orang yang agak eksentrik dan bertekad tidak mau pakai Windows, Linux, Mac Os atau sistem operasi lain yang telah tersedia, tentu saja dia berhak sepenuhnya untuk bersikap demikian. Namun dia tentu perlu membuat sendiri sistem operasi itu, yang tentunya tidak terlalu praktis.

Apalagi buat orang-orang kebanyakan, rasanya terlalu mengada-ada kalau harus membuat dulu sistem operasi sendiri. Bahkan seorang programer level advance sekalipun belum tentu mau bersusah payah melakukannya. Buat apa merepotkan diri bikin sistem operasi, lalu apa salahnya sistem operasi yang sudah tersedia di pasaran.

Tentu masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan. Tapi yang jelas, akan menjadi sangat lebih praktis kalau kita memanfaaatkan yang sudah ada saja.

Sebab di belakang masing-masing sistem operasi itu pasti berkumpul para maniak dan geek yang bekerja 24 jam untuk kesempurnaan sistem operasinya.

Demikian juga dengan ke-4 mazhab yang ada. Di dalamnya telah berkumpul ratusan bahkan ribuan ulama ahli level tertinggi yang pernah dimiliki umat Islam, mereka bekerja siang malam untuk menghasilakn sistem fiqih Islami yang siap pakai sertauser friendly. Meninggalkan mazhab-mazhab itu sama saja membuat kerjaan baru, yang hasilnya belum tentu lebih baik.

Akan tetapi boleh saja kalau ada dari putera puteri Islam yang secara khusus belajar syariah hingga ke level yang jauh lebih dalam lagi, lalu suatu saat merumuskan mazhab baru dalam fiqih Islami. Ini boleh. Dengan catatan seperti diatas.

Dan perlu kita ketahui bersama, seorang yang tingkat keilmuwannya sudah mendalam seperti Al-Imam al-Ghazali rahimahullah sekalipun tetap mengacu kepada salah satu mazhab yang ada, yaitu mazhab As-Syafi'iyah. Beliau tetap bermazhab meski sudah pandai mengistimbath hukum sendiri. Demikian juga dengan beragam ulama besar lainnya seperti Al-Mawardi, An-Nawawi, Al-'Izz bin Abdissalam dan lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ust Ahmad Sarwat Lc

Sabtu, 16 Januari 2016

Spesifikasi Karpet

Spesifikasi Karpet
(Lukman Gallery)      
                       
-Model Polosan Tanpa Motif (2cm) | Ecer 475rb, Grosir 455rb, Langganan 435rb
                     
- Model List
1. Bahan Rasfur Eksport Karyndo
2. BUSA 2CM - Ecer 550, Grosir 500, langganan 480
    BUSA 3CM - Ecer 570, Grosir 520, langganan 490

- Model Sleting
1  Bahan Rasfur Karyndo
2. BUSA 2CM - Ecer: 660,  Grosir 600, Langganan: 580
 BUSA 3CM - Ecer 700, Grosir 660, Langganan: 620      
 BUSA 4CM - Ecer: 750, Grosir 700, Langganan: 650
 BUSA 5CM - Ecer: 780, Grosir 730, Langganan 680

Tebal Busa Tersebut Diluar Tebal Keseluruhan Karpet

Ukuran:
-Bahan rasfur karyndo (yg bagusnya) 200x140
-Bahan Rasfur lokal/produksi bandung/pabrik lokalan 200x160, kurang direkomendasikan

Bahan Baku
1) bahan rasfur lokal/import cina sudah tidak tersedia karena kualitas kurang baik
2
) bahan utama rasfur karyndo (paling bagus)
3) alasnya oscar/mb3/biasa dipakai jok mobil innova

motif lengkap dapat dilihat di fanspage facebook kita Lukman Supplier Karpet set

*request motif diluar yang sudah kita buat, minimal harus 3pcs atau bayar ongkos pembuatan pola baru
----------------
Syarat dan Ketentuan
1. harga grosir pernah belanja 4pcs
2. harga langganan pernah belanja 20pcs
3. kalo sudah pernah, beli 1pcs pun dapat harga grosir atau langganan untuk seterusnya

-setiap pemesanan diharuskan men-dp 50% dari total pemesanan-





Bacanya pelan-pelan ya :-), disitu ada pilihan model polos (tanpa motif sama sekali), model sleting atau list, terus ada pilihan tebal mau yg mana, untuk grosir dan langganan disitu ada syarat & ketentuan, dibaca dulu ya :) jika ada yang tidak paham, boleh ditanyakan.

Terima kasih atas kepercayaan anda.

Salam : Lukmanul Hakim


Jumat, 15 Januari 2016

Dipaksa menikahi perempuan cantik


Seminggu lagi, aku akan menikah, tetapi hari ini aku masih di sini, kota besar, sendiri memikirkan nasib. Tidak ada uang, tidak ada mobil, tidak ada pekerjaan, tidak ada apa-apa selain, handphone murah, dan oh... handphoneku ini juga tak ada pulsanya.
Sewa kontrakan pun belum aku bayar, tetapi aku akan menikah seminggu lagi. Acaranya sederhana, menikah dengan gadis kampung sebelah, di rumah keluarga gadis itu, dan aku juga tidak kenal siapa gadis itu. Orang tuaku yang mengaturnya, dan aku masih berpikir, mengapa orang tua gadis itu mau menikahkan anaknya dengan seorang laki-laki seperti aku.
Aku lelaki yang apabila ditanya apa kerjanya, aku tidak tahu bagaimana harus menjawab. Aku memang bekerja, tetapi hanya kerja sambilan di hotel, membantu kawan-kawan yang berjualan online di internet, dan sesekali mengikuti seminar MLM. Kebanyakan waktu dihabiskan duduk-duduk di kontrakan, menatap surat kabar untuk mencari kerja.
Lalu, atas atas dasar apa ayah dan ibu gadis itu, mau menikahkan anaknya denganku, dan hantaran kawinnya, cuma senaskah Al Quran, dan mas kawin cuma Rp250.000. Lebih mengherankan, semua biaya acara ditanggung oleh keluarga si gadis.
Kenapa? Aku semakin tidak mengerti, kok mau orang tua gadis itu, mengawinkan aku dengan anak perempuannya yang cantik, yang berkerudung rapi. Ya, aku sudah melihat fotonya, dan karena kecantikannya, aku walaupun dengan semua keheranan itu, setuju juga dengan pernikahan yang diatur oleh keluarga ini. Ditambah, perempuan itu lulusan universitas luar negeri, berkerja sebagai pegawai negeri yang gajinya, cukup untuk membayar angsuran mobil BMW.
Pada mulanya, aku pikir aku ibarat tikus yang jatuh ke dalam gudang beras, tapi ketika acara semakin dekat, aku mulai berpikir, mungkin ada yang disembunyikan oleh keluarga si gadis. Apakah foto yang diberi sama dengan wajah asli perempuan itu? Apakah perempuan itu sebenarnya janda? Atau yang paling menakutkan, jangan-jangan perempuan itu sedang mengandung anak orang lain, dan aku menjadi 'ayah' untuk anak itu.
Dari sinilah kisahku dimulai.
***
Tengah hari itu aku nekat pulang ke kampung halaman. Aku nekat, mencari tahu latar belakang calon istriku, dan mengapa ibu bapaknya, mau melepaskan anaknya kepada laki-laki seperti aku. Cuma, aku tidak tahu bagaimana cara untuk mencari tahu. Selama di dalam bus, aku beruntung duduk di sebelah seorang laki-laki yang ramah.
Kepada laki-laki itu aku bertanya, “Bagaimana cara cari tahu latar belakang calon istri kita?”
“Mudah kok. Kalau dia ada FB, buka FB dia, atau cari saja nama lengkapnya di internet. Nanti ada lah informasi tentang dia. Kalau susah, pergi tempat kerjanya, tanya kawan-kawannya, atau tanya saudara-saudaranya.”
Untuk mencari tahu tentang calonku itu di internet, nama lengkapya saja aku tidak tahu. Aku cuma diberitahu, namanya Sarimah. Berapa banyak orang punya nama Sarimah di internet? Banyak! Lalu aku ambil nasihat kedua dari laki-laki itu, tanya rekan-rekan sekerjanya, dan mujur aku tahu gadis itu bekerja di kantor Bappenas.
Sampai di kampung, aku pinjam motor ayah, lalu pergi ke kantor Bappenas. Aku tidak tahu apa jabatannya, tetapi kantor sebesar itu, pasti banyak orang yang namanya sama. Tetapi agak tidak logis juga kalau aku langsung masuk ke kantor dan bertanya tentang calon istriku. Lalu akhirnya aku ambil keputusan menunggu dan memperhatikan di seberang jalan.
Aku pikir, mungkin pada waktu makan tengah hari, Sarimah dan kawan-kawannya akan keluar, dan apabila sudah ingat wajah kawan-kawannya, setelah pulang nanti boleh lah saya tanya tentang Sarimah. Itulah rencanaku, rencana yang diatur dengan baik. Lalu aku pun duduk di atas motor menghadap kantor Bappenas yang cuma satu beberapa meter di depanku.
Kemudian datang pula rasa menyesal, sebab pada jam 11 pagi, cuaca sudah terik. Di situ belum ada pohon yang rindang, karena semuanya baru saja dipangkas dahannya. Sudah panas terik, satpam di luar kantor mulai memperhatikanku. Bukan Cuma satpam, malah orang yang lalu lalang di situ turut memperhatikan.
Aku lupa, jam kantor seperti itu, segala perbuatan yang tidak biasa akan jadi perhatian. Perbuatanku, yang duduk di depan kantor bukan perkara biasa. Nampak terlalu aneh.
Akhirnya, aku semakin menyesal karena dari jauh aku lihat seorang perempuan keluar dari kantor. Semakin dekat perempuan itu, semakin aku berdebar. Wajahnya semakin jelas, dengan kerudung kuning muda, dan baju kurung biru muda. Dia adalah calon istriku, yang Cuma aku kenal namanya. Sarimah. Hanya itu.
Aku sempat berpikir untuk menghidupkan motor dan kemudian pergi dari situ. Tetapi semuanya sudah terlambat, kemudian Sarimah berkata, “Kamu Salman?”
Aku memberikan senyuman yang paling terpaksa pernah aku buat. Lebih terpaksa daripada senyum terpaksa apabila bertemu dengan guru semasa sekolah dahulu.
“Ya, saya. Kok kamu bisa tahu?”
“Kawan di kantor yang beritahu, katanya ada laki-laki di sebearang jalan. Mereka menggodaku, katanya mungkin aku kenal, dan aku pikir wajahmu sama dengan foto yang ditunjukkan oleh ibu.”
Satu kantor pun tahun aku menunggu disini?! Duh! Payah betul caraku mencari informasi ini. Kemudian aku memerhatikan wajah Sarimah, dan ternyata wajah aslinya jauh lebih cantik daripada wajah di foto. Mungkin karena itu pass foto. Orangtuanya pun hanya memberikan satu foto. Entahlah, ibu dan ayahku pun mungkin memberikan pass fotoku. Ketika itu juga aku merasa jantungku berdebar, karena saat mengambil foto itu, aku baru saja bangun tidur.
Aku perhatikan pula perutnya, tetapi tidak nampak ada tanda-tanda perempuan mengandung. Saat aku memperhatikan, terasa tangannya menyilang menutupi perutnya, dan aku malu karena ketahuan memperhatikan perutnya. Pasti dia sadar kalau aku memperhatikan perutnya, entah apa yang dia pikirkan sekarang.
Aku rasa, Sarimah ini adalah perempuan yang berani. Berani untuk keluar berjumpa denganku. Kalau perempuan lain, tentu mereka tidak berani. Barulah aku sadar, inilah pertemuan pertamaku dengan calon istri aku. Pertemuan dalam keadaan yang agak aneh.
Selepas pertanyaan itu, kami terdiam. Kami hanya berdiri di tepi jalan raya, sambil memandang ke arah yang sebenarnya agak aneh untuk dipandang. Aku memandang ke ujung jalan, dan Sarimah memandang ke arah motor ayahku.
Aku tahu, ini keadaan yang tidak betul dan aku sebagai laki-laki perlu menunjukkan contoh yang baik kepada calon istriku. Jadi, selepas puas berpikir dan memberanikan diri, aku berkata, “Sudah makan?”
“Saya sedang diet.”
Nasib baik bagiku dia bilang sedang diet. Bagaimana kalau dia bilang, ayo kita makan, aku akan sangat jahat sekali, karena di dalam dompetku cuma ada uang dua puluh ribu rupiah. Mana cukup. Setelah itu, keadaan kembali sepi.
“Aku mau kembali ke kantor,” kata Sarimah sopan dan membuatku lega.
“Aku juga mau pulang,” balasku, dan ternyata, rasa legaku tidak berlangsung lama.
“Malam ini datanglah ke rumah.”
“Datang ke rumahmu?”
“Iya, makan malam dengan keluargaku.”
Aku terdiam. Berdebar-debar.
“Jemputlah sekalian ayah dan ibumu kalau mereka tidak ada halangan.”
“Baiklah, selepas maghrib insya Allah aku sampai.”
***
Sepanjang perjalanan pulang, aku merasa tidak puas hati dengan diriku. Mengapa aku tiba-tiba menjadi kaku? Seharusnya, pada waktu itulah aku banyak bertanya dan mencari tahu kenapa dia dan keluarganya memilih aku.
Cuma malam ini aku merasa sedikit bingung. Alamat rumah Sarimah, aku bisa tanya ayahku, tapi mungkinkah aku patut bawa ayah dan ibuku sekaligus? Tidak.. Tidak.... Bukannya aku tidak mau, biasanya kalau ada ibu, habis semua rahasia anaknya dia ceritakan. Beliau senang sekali menceritakan rahasia anaknya.
Lagipula aku ada banyak rahasia yang tidak patut Sarimah dan orangtuanya tahu. Rahasia yang paling aku takuti dibocorkan oleh ibu adalah hampir setiap bulan aku masih meminta uang kepada ibuku. Memang memalukan, tetapi untuk pergi seorang diri, aku juga tidak berani.
Akhirnya, aku punya ide paling bagus. Aku melajukan motor ayah langsung ke rumah kawan lamaku, Rudy. Bukan sekedar kawan lama, tetapi juga sahabat karib. Aku yakin dia ada di rumah, karena dia juga senasib denganku, belum ada pekerjaan tetap. Bedanya, dia bertarung hidup di kampung, dan aku bertarung hidup di kota.
Sesampainya di rumah Rudy, aku lihat Rudy sedang duduk di tangga sambil bermain gitar. Itulah kemampuan Rudy yang sangat aku cemburui. Aku tidak pandai bermain gitar, bahkan tak tahu caranya.... oh... ada lagi rupanya kemahiran Rudy yang tidak aku miliki. Rudy pandai menggoda gadis dengan bermain gitar, dan Rudy sangat berani berhadapan dengan perempuan, tidak seperti aku. Itulah akibatnya, aku tidak punya keyakinan apabila berhadapan dengan perempuan.
“Lama banget kau gak muncul,” kata Rudy saat aku duduk di sebelahnya.
“Masa lama sih. Baru juga dua bulan lebih.”
“Lama itu.”
Aku diam, dan coba mendengarkan petikan gitar lagu rock terkenal, 'Suci Dalam Debu'. Aku coba menyusun kata untuk mengajaknya menemaniku malam ini, tetapi belum ada kata yang bagus.
“Aku dengar seminggu lagi kau mau nikah. Kok gak ngundang?” kata Rudy, dan itu secara tidak langsung memberikanku jalan untuk melaksanakan rencanaku.
“Ini acara pihak perempuan, jadi mereka cuma ngundang kerabat perempuan aja.”
“Kerabatmu gimana?”
Aku diam, karena aku tidak tahu bagaimana menyampaikannya. Sebab dengan keuanganku sekarang, hidang mie goreng kepada tamupun aku tidak mampu.
“Lihat nanti saja lah. Kalau nanti kau sampai ke rumah ku, kau pergi dulu saja.”
Rudy semakin mengencangkan petikan gitarnya. Kini lagu Adele pula, 'Someone like you'. Entah mengapa, lagu yang temanya kecewa saja yang dia mainkan saat ini.
“Dia cantik gak?” Rudy memandang dengan senyuman penuh berharap.
“Cantik.”
“Gimana bisa kenal dia?” Senyuman Rudy kini semakin tinggi harapannya. Harapan jenis apa aku tidak tahu. Mungkin harapan untuk melihat aku bahagia. Walaupun aku merasa seperti Rudy pasti berpikir tidak logis aku mendapatkan gadis cantik.
“Ayah dan ibuku yang menjodohkan. Aku terima saja.”
“Kau belum pernah ketemu dia?”
“Baru tadi.”
“Memang dia cantik?”
“Memang cantik.”
Rudy kini memperlihatkan wajah orang yang sedang gusar dan berpikir panjang.
“Apa pekerjaannya?”
“Pegawai di Bappenas. Aku tidak tahu jabatannya. Tetapi ibuku bilang, dia punya jabatan cukup tinggi.”
“Hmm... Dia cantik, pekerjaan bagus, tapi kok dia mau kawin denganmu? Heran.”
Aku menelan liur. Nampaknya Rudy juga sudah merasa ada sesuatu yang tidak benar. Dia pandangi wajahku.
Rudy menyambung, “Kau, ganteng juga nggak. Heran-heran.”
Aku tersenyum pahit. Aku akui, aku memang tidak tampan dan itu pun sebenarnya merisaukanku juga.
“Kau tidak heran?” tanya Rudy.
“Ya heran juga sih.”
“Kau sudah periksa latar belakang perempuan itu?”
Aku pandangi wajah Rudy. Akhirnya peluangku tiba.
“Malam ini kau ikut aku. Temani aku ke rumah calonku itu.”
“Hah? Buat apa?” Rudy memandang heran.
“Dia ajak aku makan malam di sana. Ketemu dengan ayah dan ibunya. Nanti itu, baru akan aku cari tahu latar belakangnya.”
“Kau pergi sajalah sendiri.” Rudy kembali memetik gitar.
“Kamu kayak gak tahu aku. Aku segan. Aku butuh kamu temani aku. Kamu kan berani, mungkin kamu bantu aku kepo juga.”
“Kepo? Kepoin apa?”
“Tanyain lah hal-hal yang bisa ditanyain. Kamu kan berpengalaman dalam dunia percintaan. Pasti bisa bantu aku.”
Akhirnya, setelah lama aku bujuk, Rudy pun setuju.
***
Malam itu, walaupun aku sudah salin alamat dari ayahku, tetap saja aku tersesat. Aku sampai selepas Isya, bukannya selepas Maghrib. Aku lihat makanan sudah terhidang di atas meja, dan nampak sudah dingin. Mungkin perut Sarimah dan orang tuanya juga sudah lapar.
“Maafkan saya karena terlambat.”
“Gak apa-apa, masuklah,” kata seorang lelaki yang sebaya ayahku. Mungkin dia adalah ayah Sarimah dan calon ayah mertuaku.
“Ooo... Ini dia Salman. Ayahmu bilang kamu akan pulang lusa, kok cepat bener baliknya?” tegur seorang perempuan, yang aku yakin adalah ibu Sarimah.
“Ada yang harus diurus dulu di rumah,” balasku dan kemudian berkata, “Kenalkan ini kawan saya Rudy. Ibu dan ayah saya tidak bisa datang.”
Kemudian, Sarimah keluar dari dapur dan dia kelihatan sangat cantik. Tertegun aku dan aku sempat melihat wajah Rudy yang ikut tertegun.
“Beruntung kamu,” bisik Rudy.
Selepas makan, kami duduk di ruang tamu dan pada waktu itulah, aku lirik-lirik Rudy supaya mulai menjalankan rencananya.
“Kata Salman, ini pertama kali dia berjumpa dengan bapak dan ibu ya. Malah dengan Sarimah pun baru tadi ketemu.” kata Rudy, dan aku mulai berdebar-debar.
“Iya, ini pertama kalinya. Sebelumnya, kami lihat wajahnya dalam pass foto yang diberi oleh ibunya.” jawab ayah Sarimah.
Aku semakin berdebar-debar. Ibuku ngasih pass foto? Ah, sudah! Matilah aku!
“Tidak sangka, orang aslinya ganteng juga.” sambung ibu Sarimah.
Aku mulai merasa pipiku panas. Jarang sekali ada orang yang memuji aku tampan. Kalaupun ada, pasti ada maksudnya. Atau mungkin, ibu Sarimah hanya ingin menjaga perasaanku.
“Itulah saya heran. Karena Salman bilang, orangtuanya yang mengatur. Gak nyangka, zaman sekarang masih ada ya pernikahan yang diatur oleh orang tua. Apa rahasianya Pak?” Rudy memang tidak menunggu lama, terus saja dia bertanya sambil ketawa-ketawa kecil. Jadi, walaupun ini persoalan serius, tetapi ia nampak seperti bergurau.
“Tidak ada rahasia apa-apa. Emang Salman gak ngasih tahu kamu?”
Rudy memandangiku, kemudian dia pandangi ayah Sarimah dan menggeleng.
Lalu aku bilang, “Sebenarnya saya pun tidak tahu apa-apa.”
“Kamu tidak tanya ayah dan ibumu?”
Pada saat itulah, aku mulai merasa menyesal. Ya, aku tidak tanya pun kepada ayah dan ibuku mengapa beliau memilih Sarimah. Yang aku tahu, ibuku cuma tanya, “Mau ibu carikan kamu jodoh?” Aku pun menjawab, “Boleh.” Tiba-tiba, dua minggu kemudian, aku sudah bertunangan dan dalam satu bulan akan menikah. Itupun tunangan pakai uang ibuku. Memalukan betul.
“Saya tidak tanya.”
Ayah Sarimah mulai ketawa kecil.
“Begini, saya dan ayah kamu itu memang sudah lama kenal. Suatu hari, ngobrol-ngobrol di kedai kopi, kami bercerita tentang anak masing-masing, kemudian bercerita tentang jodoh, dan akhirnya, terus kepada rancangan mau menjodohkan anak masing-masing. Setelah itu, inilah yang terjadi,” jelas ayah Sarimah.
“Begitu saja Pak? Mudah sekali ya!” Rudy nampak terkejut, dan aku pun sebenarnya agak terkejut juga. Ya, mudah sekali ternyata.
Ibu dan ayah Sarimah hanya tersenyum lebar.
Ayahnya berkata, “Tidaklah semudah itu. Kami pun mau yang terbaik untuk anak bungsu kami. Kami pun mencari tahu latar belakang Salman.”
“Jadi Bapak tahu Salman ini menganggur dan tidak punya duit?” tanya Rudy, membuat aku geram tetapi dalam saat yang sama merasa sangat malu. Tiba-tiba aku berdoa supaya tubuhku menjadi kecil, supaya aku bisa menyembunyikan bukan saja muka, tetapi seluruh tubuhku di balik bantal.
“Tahu,” jawab ayah Sarimah sambil ketawa kecil lagi.
“Jadi?” Rudy bertanya sambil memutar tangan kanannya. Aku rasa, sebenarnya Rudy mau bilang, “Jadi, mengapa masih pilih Salman?” Mungkin karena tidak sampai hati, dia cuma pakai isyarat tangan saja. Ya, aku tahu betul sebab sudah lama aku kenal Rudy.
“Itulah yang diberitahu oleh ayahnya. Katanya, anak dia tidak tampan, tidak ada pekerjaan tetap, dan malah, bulan-bulan masih minta duit dari ibunya. Tetapi, dari situlah Bapak tahu, Salman ini akan menjadi suami yang baik.” Ayah Sarimah tidak lagi tersenyum, sebaliknya memandangku dengan wajah serius. Aku terus menunduk malu. Malunya aku. Rupanya mereka sudah tahu kalau aku ini masih minta duit selama berbulan-bulan kepada ibuku.
“Jadi?” Rudy sekali lagi menggerak-gerakkan tangannya.
“Ayahnya juga bilang, anaknya sering menelepon kampung, paling tidak dua kali seminggu. Dan, walaupun dia tidak punya pekerjaan tetap, kerjanya pun tidak menentu dengan gaji yang kecil, tetapi setiap kali mendapat gaji, ayahnya memberitahu, dia tidak pernah lupa memberikan sedikit kepada ibunya. Walaupun cuma dua ratus ribu. Jadi, bayangkan walaupun hampir tiap bulan dia kekurangan uang, tapi dia masih mau membantu orang tua. Itulah namanya tanggungjawab!”
Aku tertegun. Aku sebenarnya tidak menyangka ayahku menceritakan perkara itu juga kepada ayah Sarimah.
“Ooo... Tanggungjawab,” Hanya itu kata Rudy sambil mengangguk-angguk.
Ayah Sarimah menyambung perkataannya, “Tanggungjawab itu, bukan saat kita kaya saja. Tanggungjawab itu adalah sesuatu yang kita pegang disaat kita susah dan disaat kita senang. Lalu, dalam rumahtangga, tidak selamanya senang. Lebih banyak saat susahnya. Jadi, Bapak akan lega, karena tahu anak Bapak berada dalam tangan laki-laki yang bertanggungjawab.”
“Betul juga ya Pak. Lagi pula, Salman ini setahu saya dia tidak pernah lupa shalat dan tidak punya pacar, karena dia takut perempuan, hehe.” tambah Rudy yang membuat aku tersipu-sipu. Tidak kusangka Rudy memujiku.
“Shalat itulah perkara utama yang Bapak tanya kepada ayahnya, dan pacar pun Bapak tanya.” Ayah Sarimah kembali tertawa kecil.
“Susah mau cari orang seperti Bapak di zaman ini. Zaman sekarang, semua mau menantu kaya,” tambah Rudy lalu terlihat wajahnya tiba-tiba murung. Mungkin dia sedang bercerita tentang dirinya sendiri secara tidak sadar.
“Dulu, waktu Bapak menikahi ibu Sarimah, hidup Bapak pun susah. Bapak juga orang susah, cuma bekerja sebagai pembantu pejabat, sedangkan ibu Sarimah itu anak orang kaya di kampung. Alhamdulillah, keluarga istri Bapak termasuk yang terbuka. Lalu, kenapa Bapak tidak memberi peluang kepada orang yang susah, sedangkan Bapak dulu pun diberi peluang. Yang penting, dia susah bukan karena dia malas, tetapi karena memang belum rezeki. Beda sekali, orang malas dengan orang yang belum ada rezeki. Kalau susah karena duduk-duduk di rumah dan tidur berguling-guling, memang Bapak tidak akan terima,” jelas ayah Sarimah dengan panjang lebar.
Aku berasa mulai sedikit lega. Tidak kusangka, begitu pikiran ayah dan ibu Sarimah. Perlahan-lahan, perasaan maluku itu mulai berkurang. Perlahan-lahan juga, perasaan curigaku kepada Sarimah ikut berkurang.
“Anak Bapak hebat juga. Dia mau nurut kata Bapak. Zaman sekarang, biasanya semuanya sudah punya pacar,” kata Rudy. Aku tahu, Rudy juga sedang memasang umpan untuk mengetahui latar belakang Sarimah sekaligus. Aku kembali berdebar-debar.
“Alhamdulillah. Bapak sangat bersyukur diberi anak seperti Sarimah. Awalnya, Bapak khawatir juga, tetapi setelah satu minggu, Sarimah bilang setuju. Cuma Bapak tidak tahu apa yang membuat diadia setuju, mungkin Salman bisa tanya dia sendiri setelah menikah nanti,” kata ayah Sarimah, lalu dia, istrinya dan Rudy tertawa bersama. Tinggal aku dan Sarimah saja yang duduk diam-diam malu. Sempat aku melirik Sarimah, dan bertanya dalam hati, “Mengapa kamu mau dengan lelaki seperti aku?'
***
Alhamdulillah. Allah mudahkan usaha kami. Aku sudah sah menjadi suami Sarimah, dan setelah bersalaman dengan Sarimah, rasa gentar dan maluku kepada Sarimah mulai berkurang. Malah aku mulai memanggilnya, 'sayang'. Lalu setelah resepsi, aku dan Sarimah masuk ke dalam kamar, berdua-duan untuk pertama kalinya.
Dalam hati, masih kuingat pertanyaanku pada malam aku bertemu ayah dan ibu Sarimah. Kini pertanyaan dalam hati itu aku nyatakan dengan lidah, “Sayang, mengapa kamu setuju untuk menikah dengan laki-laki sepertiku? Laki-laki yang belum tentu masa depannya, dan mungkin juga membuat dirimu menderita.”
Tidak kusangka, pertanyaan melalui lidahku menjadi lebih panjang dan detil dari pertanyaan dalam hati.
Sarimah yang saat itu sedang duduk malu-malu, memandangku lalu mencium tanganku, dan berkata, “Ampuni Sarimah bang, ampuni Sarimah.”
Aku mulai berdebar-debar dan tidak enak hati.
“Ampuni apa sayang?”
“Sebab, Sarimah sebenarnya sempat curiga juga dengan Abang. Sarimah sempat tidak yakin dengan Abang. Malah Sarimah minta tolong kawan Sarimah, yang kebetulan tinggal bersebelahan dengan Abang di kota supaya mencari tahu latar belakang Abang. Malah, Sarimah juga solat iskhtikarah hanya karena ragu-ragu kepada Abang.”
Debar jantungku kembali menurun. Rupanya, Sarimah lebih dulu mencari tahu latar belakangku? Malunya aku. Tetapi sekarang dia sudah jadi istriku, lalu aku angkat kepalanya dan kupandangi matanya.
“Abang ampunkan. Abang pun minta maaf, sebab Abang pun pernah juga berasa curiga kepadamu.”
Sarimah tersenyum. Bukan senyum manis biasa, tetapi senyuman seorang perempuan yang bahagia, dan senyuman itu sangat ajaib karena ikut membuat aku merasa bahagia. Mungkin inilah perasaan bahagia yang datang karena kita membahagiakan orang lain. Tetapi pertanyaanku tadi masih belum terjawab sepenuhnya.
“Jadi, apa kata kawanmu?” lanjutku ingin tahu. Aku risau, takut kawannya membicarakan yang tidak-tidak.
“Katanya, Abang ini tidak punya pekerjaan tetap. Motorpun pinjam punya teman, tapi katanya dia selalu melihat Abang membaca koran untuk mencari kerja, mengirim surat lamaran, dan selalu memeriksa kotak surat kalau-kalau ada surat lamaran yang dibalas. Maksudnya, Abang ini orang yang rajin berusaha. Katanya lagi, dia tidak pernah melihat Abang keluar dengan perempuan. Shalat pun pasti Abang berjamaah.”
Aku mulai tersipu malu. Takut ketahuan kalau aku tersipu, aku pun bertanya, “Tetapi orang secantik dirimu pasti banyak orang yang tertarik kan? Pasti banyak yang mau meminang dirimu, dan mungkin pasti juga yang ada sudah datang ke rumah untuk meminang.”
Sarimah sekali lagi tersenyum.
“Ya, memang banyak laki-laki yang mencoba dekat dengan Sarimah, tetapi Sarimah sangat takut. Sarimah ingat dengan kakak”
“Mengapa dengan kakak, sayang?” tanyaku segera.
Sarimah pun bercerita panjang lebar, dan aku baru tahu kalau kakaknya sudah meninggal. Kakak Sarimah dulu juga seorang perempuan cantik, dan banyak laki-laki yang meminangnya. Akhirnya, dia menikah dengan lelaki pilihan hatinya sendiri. Laki-laki yang tampan, berpendidikan tinggi, dan bekerja dengan gaji yang lumayan. Sayangnya, setelah satu tahun menikah, suami kakaknya mulai berubah karena belum juga mendapatkan anak. Dia mulai pulang terlambat, dan suka marah-marah.
Bahkan, suaminya sampai di PHK karena krisis ekonomi. Hidup mereka menjadi susah, dan suaminya juga semakin banyak berubah. Dia sudah tidak pulang berhari-hari, apabila pulang, hanya untuk meminta uang, marah-marah dan memukul istrinya. Kemudian terungkaplah bahwa selama ini suami kakaknya itu sudah memiliki perempuan lain. Lalu pada hari itu, dengan hati yang kusut, kakak Sarimah gagal mengendarai mobilnya hingga kecelakaan dan meninggal dunia. Diakhir ceritanya itu, aku langsung menggenggam tangan Sarimah erat-erat.
“Karena itulah, Sarimah takut kalau mau menerima laki-laki sembarangan dalam hidup Sarimah. Malahan, Sarimah juga sebenarnya sudah mengamanahkan ayah dan ibu untuk mencari laki-laki yang sesuai untuk Sarimah. Biar tidak kaya, biar tidak tampan, tetapi lelaki itu mampu membahagiakan hidup dengan kasih sayang dan mendamaikan hati dengan agama.”
Akhirnya, semuanya sudah jelas. Kenapa ayah dan ibu Sarimah memilih laki-laki sepertiku, dan mengapa Sarimah menerimaku dalam hidupnya. Genggaman tanganku semakin kuat.
“Abang... Tolong jaga Sarimah. Jaga dan mohon jangan lukai hati Sarimah. Mohon bang,” rayu Sarimah dan air matanya pun mulai menggenang, dan kemudian menetes di pipinya yang cantik. Aku segera menyeka air mata Sarimah.
“Abang bukanlah laki-laki terbaik, dan Abang tidak mampu berjanji menjadi suami yang terbaik untukmu. Abang cuma mampu berjanji, Abang berusaha menjadi laki-laki yang terbaik itu, dan berusaha menjadi suami yang terbaik untukmu,” kataku perlahan, dan Sarimah terus memelukku. Aku merasa, bahuku sudah basah dengan air mata Sarimah.
Karya : Bahruddin Bekri