Oleh: Lukman
Tidak ada istilah mantan guru ataupun mantan murid.
Saat kita sudah tidak lagi belajar dengannya, tidak menimba ilmu darinya, karena mungkin sudah selesai program belajarnya, jenjang belajarnya, atau lulus dari suatu lembaga seperti sekolah, pesantren dan yang sejenisnya, maka tidak ada istilah "dulu, beliau adalah guru saya", "dulu, mereka adalah murid-murid saya", "beliau adalah mantan guru saya, bekas guru saya" dan sederet istilah lainnya.
Yang namanya guru, sampai kapanpun ya guru kita. Walaupun sudah terpisah ruang dan waktu. Dan yang namanya murid, sampai kapanpun ya tetap murid kita. Karenanya, adab seorang guru terhadap murid, pun adab murid terhadap guru harus selalu dijaga sampai kapanpun. Agar ilmu yang telah kita dapat darinya diberikan kemanfaatan dan keberkahan oleh Allah Subhanahu wata'ala. Insya Allah, amiin.
Bagaimana cara menjaga silaturrahim antara guru dan murid. Atau murid dengan guru..?
Disini lukman tidak membahasnya secara gamblang, hanya dua saja.
Biasanya seorang guru yang terbuka akan sangat senang jika dapat berbagi dengan murid-muridnya. Berbagi apa saja. Entah cerita, pengalaman penuh motivasi dan inspirasi, makanan, dan lain-lain. Dengan harapan si guru selalu dekat dengan muridnya. Walaupun sebenarnya saat ini tidak mengajar mereka lagi.
Atau misalnya, murid berpapasan dengan guru di jalan. Apa yang harus murid lakukan...?
A. Cuek bebek
B. Menyapanya dengan santun, kalau memungkinkan bersalaman dengan ta'dzim
C. Pura-pura ngga ngeliat
(Jawab saja dalam hati sambil intropeksi :) )
Disini, lukman tidak menyinggung siapapun. Sama sekali tidak. Hanya ingin mengingatkan, tanpa seorang guru, kita tidak ada apa-apanya. Kita bisa baca, siapa yang mengajarkan? Guru. Kita bisa nulis, siapa yang mengajarkan? Guru. Kita bisa hafal al-Quran, siapa yang membimbing kita? Guru. Siapapun guru kita, hormati ia, mulyakan ia, doakan kebaikan untuknya, jangan lupakan jasa-jasanya. Karena doa guru terhadap murid sangat dahsyat dan luar biasa. Ingat itu. Catat baik-baik.
Dari jauh, lukman turut mendoakan semoga kita senantiasa memulyakan guru-guru kita. amiiin...
Barokallahu fiikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar