Rabu, 10 Februari 2016

Kabar bahagia di hari Selasa 9 Feb 16

🌴Catatan hati perindu Baitullah
==============================

✒Oleh: Lukman

Bismillah...

Tadi pagi, terlihat ada pesan WA masuk ke hp saya. Saya buka, ternyata yang mengirim pesan adalah Dirut Insan Mulia. Yth Pak H. Nali Abd. Rahman Hafidzahullah (semoga Allah menjaganya). Beliau mengawali dengan salam kemudian bertanya tentang saya, mulai nama lengkap, tempat tinggal, kegiatan dll. Tanpa berpikir ada apa gerangan bertanya demikian, saya pun jawab seadanya, dan apa adanya. Karena memang saat itu saya sedang bersiap-siap akan pergi ke Kantor Insan Mulia untuk mengikuti Training BMT yang diadakan disana.

Sekitar pkl. 10.15, saat acara training BMT berlangsung di ruangan yang biasa digunakan infokus dan ngarab, beberapa sahabat IM yang duduk  disamping saya membisikkan bahwa saya terpilih sebagai orang yang akan di umrohkan oleh IMG. Dan mereka pun mengucapkan selamat disertai senyum penuh kebahagiaan.

Kaget, terharu, bahagia, bersyukur, dan bertanya dalam hati apakah saya sudah layak atau pantas diundang ke Baitullah, dan aneka perasaan lainnya menyertai saya saat itu. Yang pasti saya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala atas nikmat terindah ini, juga berterimakasih kepada Dirut IMG beserta jajarannya, para PC, sahabat IM-ku tercinta yang tidak bisa saya sebutkan satu persatunya, namun tidak mengurangi rasa hormat dan ta'dzim saya.

Dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan syukron katsiiron, jazaakumullahu ahsanal jazaa, dan semoga Insan Mulia Grup semakin berjaya. Amiiin ya Robbal 'alamiin

***

Saya jadi teringat pesan singkat dari Al-Imam asy-Syafi'i yang maknanya begitu dalam,
Begini isi pesannya;

"Ketika kita sudah berada di jalur menuju Allah, maka BERLARILAH....

Jika itu terlalu sulit bagimu, maka BERLARI KECILLAH...

Jika Lelah, BERJALANLAH...

Dan Jika itupun tak bisa, maka MERANGKAKLAH...

Namun jangan pernah berbalik arah ataupun berhenti. " (Imam Syafii)

Sahabatku yang baik hatinya... (Afwan, pinjam sapaannya om mario teguh)

Mungkin saya termasuk orang yang merangkak dalam menjemput undangan ke tanah suci ini. Bagaimana tidak, hanya berbekal niat, pasport, do'a, umroh rumahan dan doa yang diselaraskan dengan orang-orang terdekat. Mengingat uang tabungan belum cukup untuk dp umroh, hanya itu yang dapat saya lakukan.

Setiap kali ada sahabat atau saudara yang berumroh, tidak jarang saya menitip doa kepada mereka, berharap agar
layak/pantas  diundang kesana. Hanya itu.

Selebihnya mengembalikan semuanya (tawakkal) hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala, kapan saya harus menjadi tamu-Nya.  Semoga Allah mudahkan semuanya.
Jika niat kita tulus, maka usaha berjalan mulus. Begitu kata guru saya setiap saya menginginkan sesuatu.

***

Mas ippho Santosa, seorang pakar otak kanan dan penulis buku mega best seller, juga salah satu mentor bisnis saya, pernah mengajarkan bagaimana agar bisa pergi ke tanah suci. Perlu niat. Perlu action. Dan doa yang tiada henti. Ujarnya.

"Lukman... Jika kamu ingin berhaji namun belum mampu, umroh aja dulu. Umroh kan biayanya lebih murah dari pada haji. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika biaya untuk umroh pun belum ada, dp aja dulu seadanya, bukti bahwa kamu sungguh-sungguh ingin kesana. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika untuk Dp pun belum ada, bikin pasport aja dulu, pasport kan hanya 300rban, sebagai implementasi niatmu. karena ketika orang membuat pasport, 70% pasti berangkat ke luar negeri. Entah kapan waktunya, pasti berangkat. Lakukan saja apa yang bisa.

Jika biaya untuk buat pasport pun belum ada, pantaskan saja dirimu dihadapan-Nya agar layak diundang menjadi tamu-Nya, itu jauh lebih baik.

Ketika kita belum bisa umroh beneran, ngga ada salahnya kita umroh Rumahan. Maksudnya, rutinkan shalat sunnah Isyroq (saat terbit matahari), yang Nabi infokan bahwa balasannya seperti orang yang melaksanakan umroh  dan Haji ke baitullah dengan sempurna.

Tingkatkan ketaatan kita kepada-Nya, lalu bertanyalah dalam hati, sudah pantaskah aku diundang kesana, karena seseungguhnya umroh atau pun haji bukan hak orang kaya, orang banyak harta, pejabat, konglomerat, pengusaha, bisnisman, ustadz, kiyai, MUI dll. Melainkan hak orang-orang yang dimampukan dan dipantaskan oleh Allah subhanahu wata'ala, entah itu orang kaya atau tidak. Banyak buktinya. Tukang beca, pemulung, tukang bubur pun bisa. Kita? Pasti bisa. Insya Allah.

Mulai saat ini, lakukan apa yang bisa. Bisanya Dp, lakukan Dp. Bisanya closing jamaah, perbanyak closing. Bisanya doa, perbanyak doa. Pantaskan diri. Semoga Allah meridhoi. Tandasnya.

***

Terakhir, sekali lagi saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada IMG, all PC, dan sahabat lainnya, atas amanah yang telah diberikan kepada saya. Semoga saya bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya.

Barokallahu fiikum jamii'an

Dari saudaramu yang tengah bersyukur,

Al-Faqir ilaa rohmati rabbih, Lukmanul Hakim 🙏🏼
--------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar