Oleh: Lukman
Suatu hari, seorang panitia tadabur alam meminta saya untuk membimbing halaqoh al-Quran untuk anak-anak para jamaah yang ikut pada acara tsb, sebut saja ke daerah puncak cisarua Bogor.
Saya pun menyetujinya, karena memang saya termasuk orang yang senang berjalan-jalan apa lagi ada kegiatan islam di dalamnya.
Tapi, kalau kita berbicara soal puncak, (maaf) kadang sebagian orang suka sensitif. Ada yang beranggapan disana adalah tempatnya orang syiah melakukan nikah mut'ah, zina berkedok agama, maksiat, dan lain-lain.
Namun kita selaku orang cerdas yang berpikiran positif, positif thinking aja keles. Hehe orang kesana bukan mau mut'ah, melainkan akan mengadakan pengajian di tempat yang indah, sejuk sambil menikmati alam ciptaan Allah Subhanahu wata'ala.
***
Tadi selepas dzuhur, alhamdulillah saya bertemu kembali dengan panitia yang mengajakku untuk ikut acaranya itu. Saya pun menyapanya dan mengobrol sebentar terkait tentang tadabur alam. Dan saya sampaikan bahwa tidak boleh melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah) kecuali ke 3 tempat, Masjidil Haram, Majidil Aqsa, dan Masjid Nabawi. Lalu saya mengutip sebuah hadits Nabi yang berbunyi,
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Tidak boleh diadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”. (HR Bukhari dan Muslim)
Dan dalam shahih Muslim dengan redaksi larangan sebagai berikut
“Janganlah kamu mengadakan perjalan jauh kecuali kepada tiga masjid; masjidku ini dan masjidil haram dan masjid Al Aqsha”.
Mendengar apa yang saya sampaikan, beliau menjawab "boleh" sambil kebingungan, karena memang selama ini beliau dan para sahabatnya yang paling keras dalam menyuarakan itu.
***
Mereka memahami hadits tersebut secara dzahiriyyah atau memahaminya dengan makna dzahir yakni dilarang melakukan perjananan jauh kecuali hanya untuk tujuan tiga masjid tersebut, lalu mengambil kesimpulan bahwa ziarah kubur yang tidak termasuk dalam salah satu dari tiga masjid tersebut menjadi perbuatan tidak boleh bahkan ada yang mengatakan haram.
Begini, kedua hadits tersebut bukanlah larangan mengadakan perjalanan jauh (safar) secara umum termasuk larangan mengadakan perjalanan jauh untuk ziarah kubur.
Kalau hadits tersebut merupakan larangan mengadakan perjalanan jauh (safar) secara umum maka terlarang pula untuk mengadakan perjalanan jauh (safar) terkait acara yang saya paparkan di muka. Seperti menuntut ilmu, berdagang, wisata, berobat, berkunjung kepada saudara (silaturahhim) dan keperluan lainnya. Padahal secara logika, kalai mau ngaji di tempat yang dekat saja bisa, ngapain jauh-jauh. Ingat, ada kesan tersendiri yang tidak semua orang merasakannya.
Dan hadits tersebut hanya ingin menjelaskan, bahwa seseorang tidak usah berlelah-lelah (memaksakan diri) melakukan perjalanan jauh ke sebuah Masjid demi mencari kemuliaannya, kecuali menuju tiga masjid di atas. Nilai ibadah di semua Masjid selain ketiga masjid di atas adalah sama. Sekali lagi, S-A-M-A.
Kendati demikian, kita masih boleh mengunjungi sebuah Masjid yang berada jauh dari kita atau bahkan di luar negeri untuk mengenang sejarahnya.
***
Ibnu Hajar al-Haitamy menjelaskan bahwa maksud hadits tersebut adalah tidak melakukan perjalanan ke masjid-masjid karena ta’dhim dan taqarrub dengan masjid tersebut kecuali tiga masjid yang tersebut dalam hadits. (Ibnu Hajar al-Haitamy, al-Jauhar al-Munaddham, Dar al-Jawami’ al-Kalam, Kairo, Hal. 31)
Jadi, bukan berarti dilarang secara mutlaq semua perjalanan selain kepada tiga masjid yang disebut dalam hadits tersebut. Pemahaman ini sesuai pula dengan hadits riwayat berikut ini,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Tidak sepatutnya seseorang yang berjalan melakukan perjalanan ke masjid untuk melakukan shalat dalamnya selain masjidil haram, masjid aqsha dan masjidku ini (H.R. Ahmad.)
Jadi kedua hadits tersebut hanyalah melarang bersusah payah mengadakan perjalanan untuk mendatangi masjid terkait dengan nilai keutamaan semata dan hukumnya pun tidak sampai haram (jika dilanggar berdosa)
***
Dikasih motivasi, katanya banyak teori. Ga ada bukti. Kalo cuma ngomong, semua orang juga bisa.
Dikasih bukti, katanya sombong, pamer, riya, dan lain-lain..
Walah.. Pripun niki.
***
Diajak wisata ke tempat yang sarat dengan sejarah islam, katanya banyak kesyirikan dan ga boleh melakukan perjalanan jauh, kecuali ke 3 tempat (Masjidil Haram, aqso dan masjid Nabi)
Giliran diajak ke Masjidil Harom, alasannya panjang kaya jalan tol. Pengen sih. Niat sih udah ada. Dan sederet alasan lainnya.
Tepuk jidat dah...
***
Andai tangan saya dapat muncul tiba-tiba di layar hp anda, ingin rasanya menepuk-nepuk bahu anda, seraya saya ucapkan;
Semoga Allah memberimu pemahaman yang lurus, tidak mudah menghukumi orang dan pikiran yang positiv.
Barokallahu fiikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar