Sabtu, 20 Februari 2016

Impianmu harus diperjuangkan

Oleh: Lukman

Bismillah  ...

Tulislah daftar impianmu diatas kertas, lalu bawa ke atas sajadah, dan mohonlah agar Allah mengabulkan one by one dan step by step. Tentunya, disertai dengan ikhtiar-ikhtiar yang sesuai.

Contoh:
Bulan Dzulhijjah tahun ini ingin berkurban. Ikhtiarnya ya harus menabung dari sekarang.

Tahun ini ingin beli rumah. Ikhitiarnya, mesti menabung juga dari sekarang, cari info rumah dijual yang sesuai dengan budget kita.

Ingin punya istri sholehah/suami sholeh. Pantaskan diri menjadi pribadi yang sholeh/sholehah.
Nanti Allah pertemukan dg yang sholeh/ah.

Tahun ini ingin ke tanah suci. Ikhtiarnya ya niatnya yang kuat, perbanyak doa, pantaskan diri, buka rekening umrah, booking seat, lalu hubungi lukman tour untuk booking seatnya 😊.
Yakinlah, nanti Allah yang bantu mencukupkan. Dengan catatan sungguh-sungguh ingin berumrah. Pun impian-impian yang lainnya.

Dan yang teramat penting, selain melakukan ikhtiar seperti diatas,  sisihkan sebagian rezeki kita untuk mereka yang membutuhkan. Yang telah Allah sebutkan dalam Qs. At-Taubah:60 (silahkan buka. Agar tangan kita beramal sholeh 😊). Berapa saja. Sebisa kita. Semampu kita. Mulai dari yang kecil. Perlahan-lahan akan menjadi besar. Percayalah.

Ada sebagian orang bertanya, kenapa yatim tidak disebut pada ayat itu? Begini, yatim itu tidak layak dan tidak pantas disejajarkan dengan orang-orang yang Allah sebutkan diayat itu. Yatim itu spesial. Khusus. Harus diistimewakan. Harus dimulyakan.

Buktinya, secara khusus yatim disebut terpisah pada surat yang lain. Yaitu surat al-Ma'un. Siapa yang menghardik anak yatim, artinya enggan berbagi, menyantuni dan yang semacamnya, maka dicap sebagai pendusta agama.

Karenanya, mari kita bahagiakan mereka, maka kita akan bahagia. Kita mulyakan mereka, maka kita akan dimulyakan oleh-Nya. Sungguh doa mereka luar biasa dan teramat dahsyat.

Jangan sampai kita beralasan "Ustadz, bukannya sedekah tidak harus uang...? Bukannya rezeki tidak harus uang...? Dan sederet alasan lainnya.

Betul sekali dengan alasan-alasan itu. Tidak ada yang salah sama sekali. Bahwa rezeki tidak harus uang. Sedekah tidak harus uang. Namun kita pun jangan marah dan mengeluh, saat rezeki yang kita pinta bukan berbentuk uang, melainkan yang lebih berharga dari uang, seperti kesehatan, relasi yang banyak dan baik, anak istri yang taat dan sholeh. Bukannya itu rezeki juga. Dengan semua itu, uang akan mudah didapat. Hanya saja, terkadang kita ngga ngeh (tidak menyadarinya).

Pada akhirnya, dari jauh lukman turut mendoakan, semoga lukman dan sahabat pembaca sekalian senantiasa dimudahkan segala urusannya, rezekinya, dan yang lain-lainnya.
Amin.

Sekian dari lukman.

Selamat berakhir pekan.
Barokallahu fiikum...
Bismillah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar