Selasa, 23 Februari 2016

Cara mengetahui apakah dia pria sejati atau 1/2 pria

Oleh: Lukman

Maraknya LGBT di negeri ini, membuat kita turut prihatin dan mendoakan, semoga mereka yang memilih jalan demikian, segera diberi hidayah dan  kembali kepada fitrahnya.

Tentu kita sangatlah cemas dengan hal ini. Bagaimana tidak, kita khawatir negeri yang  sangat kita cintai diazab dengan hujan batu layaknya kaum Nabi Luth dulu. Sungguh mengerikan. Semoga kita dijauhkan.

***

Sayang ya. Ganteng-ganteng, sukanya sama yang ganteng lagi. Cantik-cantik sukanya sama yang cantik lagi. Masih mending, cantik-cantik sukanya sama cowo yang sudah tua. Ini normal. Dari pada sama yang cantik lagi, ini kan masalah.

Pesan penulis, orang-orang yang demikian janganlah dibenci, dijauhi, dicaci, apa lagi diperangi, sekali lagi, jangan. Tapi dekati, berilah sesuatu yang sekiranya ia mau berhijrah ke fitrahnya. Beri ia ilmu, wawasan, kasih sayang, jika ada rezeki beri ia modal usaha yang sesuai dengan fitrahnya. Jika awalnya ia memang seorang pria, beri ia modal untuk buka bengkel misalnya. Bukan salon. Ini bahaya. Salon biasanya jadi tmpat berkumpul dengan teman-temannya. Atau mungkin kita belikan alat yang memang produktif, ya apa saja. Asal jangn gitar atau genjring, ini sama saja. Kalau awalnya ia perempuan, beri saja gamis-gamis yang cantik, hijab yang dapat menutup auratnya. Bukan jeans, kaos, dll. Lalu sampaikan keutamaan-keutamaannya, sampai ia paham dan kembali ke fitrahnya.

***

Kembali ke judul. Kata pak ust. Abdul Jabir, seorang trainer dari ESQ 165, saat mengisi di acara launching BMT Insan Mulia di gedung UHAMKA jakarta, "sangat mudah untuk mengetahui apakah dia seorang pria sejati atau 1/2 pria."

Lalu beliau melanjutkan, "beri saja ia tisue, dan lihat bagaimana cara ia mengambil tisue itu." Para hadirin yang mendengarkan statementnya saat itu begitu penasaran, kenapa harus dengan tisue.

Akhirnya beliau melanjutkan, "Pria sejati itu biasanya mengambil sehelai tisue dari tempatnya akan terlihat biasa saja. Ya layaknya orang ngambil tisue. Tapi kalau yang 1/2 pria biasanya dia mengangkatkan jari kelingkingnya saat mengambil tisue, dengan penuh kehati-hatian. Coba saja perhatikan" begitu ungkapnya.

Dan para hadirinpun tertawa histeris seketika itu, lalu beliau melanjutkan lagi, "begitu juga saat mengusap muka, pria sejati akan terlihat biasa saja saat mengusap mukanya. Lain halnya yang 1/2 pria, dia penuh kehati-hatian saat mengusap-usap mukanya." paparnya.

Kembali para hadirin tertawa dengan statement-statementnya yang mwnghibur.

Dan beliaupun menyimpulkan, jika anak perempuan anda dilamar oleh seorang pria, maka harus diketahui apakah ia benar-benar pria sejati atau 1/2 pria. Pastikan itu.

Dan pada akhirnya, penulis berharap, semoga kita, anak-anak kita terhindar dari penyakit LGBT yang merusak ini. Amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar