Sabtu, 13 Februari 2016

Apakah anda ingin berangkat ke tanah suci? Betul-betul ingin? Mungkin ini jawabannya.

Seorang anak ingin punya sepeda. Lalu apa tanggapan ayahnya?
1. Pantaskan ilmunya. Artinya, belajarlah bersepeda, walaupun belum punya sepeda.
2. Pantaskan uangnya. Artinya, menabunglah. Rutinkan tiap minggu atau tiap bulan, walaupun tabungan selama setahun belum cukup untuk membeli sebuah sepeda.
3. Memang, tabungan itu tidak cukup, bahkan tidak akan pernah cukup. Namun,  karena melihat kesungguhan si anak dalam belajar bersepeda dan menabung, maka sang ayahlah yang kemudian mencukupkan.

Begitu juga bagi kita yang ingin berangkat ke tanah suci.
1. Pantaskan ilmunya. Pertama-tama, baca buku-buku tentang umrah dan haji. Kedua, tanyai orang-orang yang sudah pergi kesana. Ketiga, minta brosur dan keterangan di biro perjalanan dan instansi terkait. Keempat, ikuti manasik.

2. Pantaskan uangnya. Pertama, buka rekening khusus untuk umrah dan haji, walaupun cuma 500rb. Kedua, rutinkan nabung tiap bulan, walaupun cuma Rp. 100rb.

3. Pantaskan pahalanya. Nabi mengajarkan, Siapa yang shalat shubuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat 2 rakaat, maka pahala baginya seperti umrah dan haji ke baitullah dengan sempurna. Istilah saya, kalau kita belum bisa umrah betulan, cobalah ini, umrah rumahan, gratis.

Kerahkan doa sepasang bidadari dan ketuklah pintu langit.
Baik sangka terus sama Allah.
Selanjutnya, biarlah Allah yang mencukupkan.

Btw, siapa sih yang nyuruh umrah? Allah kan? Nah, Dia pasti tanggung jawab. Allah pasti mencukupkan. Dengan izinnya, Niscaya kita akan menginjakkan kaki di tanah suci. Yakin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar