Senin, 18 April 2016

Suka dan Duka

Suka dan Duka
============
_LH_

2 hari yang lalu, saya merasakan suka duka yang teramat dalam. Suka duka yang berkaitan dengan para hafidz al-Quran. Ya, tentang hamba Allah yang senantiasa dekat dengan Al-Quran.

Disebut suka, karena saya merasa bangga dan bahagia, bahkan saaangat bahagia. Kenapa? KarenA, ada seorang Hafidz al-Quran termuda se-Indonesia, yang telah mengharumkan Tanah Air tercinta lewat ajang musabaqah hifdzil Quran tingkat internasional yang diadakan di negara timur tengah sana. Hafidz cilik asal Indonesia ini, berhasil membawa nama Indonesia pada urutan ke 3 tingkat Internasional. Bukan nasional, provinsi, kota ataupun lainnya. Tapi, In-ter-na-sio-nal.

Artinya apa? Artinya, Indonesia itu keren. Indonesia itu negara yang layak dihormati, mengingat banyak prestasi yang dimiliki negeri ini. Ya, banyak sekali prestasi anak bangsa, yang harus mendapatkan apresiasi. Jangan sampai kita melihat sisi negatif negara kita, sehingga menutup semua kebaikan-kebaikan yang ada padanya. Tapi, mari kita lihat sisi positifnya, sisi baiknya. Agar kita selalu berpandangan baik dan berpikir baik. Insya Allah nasib pun membaik.

Adapun duka, saya teramat berduka, ketika mendengar kabar tentang seorang ulama hafidz al-Quran, Imam Masjid di Tanah Suci, yang suaranya sering diputar di Masjid Masjid, mushola-mushola, majlis ta'lim, dan di berbagai kegiatan keislaman lainnya di tanah air khususnya, dan di berbagai penjuru dunia umumnya, namun beliau kemarin lusa harus berpulang ke rahmatullah. Allahummaghfirlahu warhamhu.

Ulama yang saya maksud adalah Syaikh Dr. Muhammad Ayyub, seorang imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,  Sabtu, 16 April 2016 menghembuskan nafas terakhirnya. Dua kota suci Mekah dan Madinah pun berduka. Kedua kota itu dibanjiri jutaan orang yang ingin mengurus dan mengantarkan jenazah beliau (semoga Allah menerima iman dan islamnya).

Jujur, ketika saya mendengar kabar duka itu dari salah seorang teman yang bermukim di Madinah, seolah saya kaget dan tak percaya. Betapa tidak, suaranya sering saya dengarkan menjelang adzan subuh berkumandang, biasanya yang sering memutarkan murottalnya adalah seorang marbot Masjid.  Namun kini nama Syaikh Muhammad Ayyub yang memiliki bacaan Quran yang teramat tartil, syahdu, merdu dan dapat menggetarkan jiwa, hanya tinggal kenangan.

Semoga beliau ditempatkan di syurgaNya yang penuh kenikmatan...
Amiiin ya Robbal 'alamiin...

📝Lukmanul Hakim,
(yang tengah di ambang suka dan duka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar