Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
3 Hari yang lalu, tim G-Petir (Gerakan Pembebasan Rentenir) mengadakan meeting yang bertempat di kediaman Pak Anang Sujana Jembatan 9 Rawa Lumbu.
Di ruangan meeting yang mampu menampung puluhan orang itu, telah menghasilkan gagasan-gagasan, ide-ide, program program, dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan visi dan misi G-Petir yaitu menguatkan perekonomian Umat Islam.
Salah satu program yang dihasilkan pada meeting tsb adalah Seminar dan Sosialisasi pemberdayaan ekonomi umat dan penggalangan dana bergulir untuk jamaah masjid. Alhamdulillah, acara telah terselanggara dengan baik sejak tadi pagi pkl. 08.30 hingga pkl. 12.00.
Sesi pertama diisi oleh Bunda Yulia, seorang Trainer ABCo yang tak lain adalah sahabat kita juga di MTO grup. Diawal penampilannya beliau mengajak kita untuk fokus. Ya, fokus. Atau konsentrasi. Dengan berbagai keahlian yang dimilikinya, beliau telah berhasil melatih para peserta untuk selalu fokus dari awal hingga akhir acara. Artinya apa? Jika kita tidak fokus dalam menjalankan kehidupan ini, maka hasilnya pun tidak akan bagus, tidak jelas tujuannya dll.
Kemudian beliau memperlihatkan dua gambar nasi yang berbeda akibat diberi kata-kata positif dan negatif. Nasi yang diberi kata kata positif terlihat bagus, bersih, putih, dan tentunya enak dimakan. Sedangkan nasi yang diberi kata kata negatif, terlihat tidak bersih, tidak segar, kumuh, dan lain-lain. Artinya apa? Nasi saja bisa begitu, apa lagi tubuh kita.
Kita bisa bayangkan, bagaimana perbedaan tubuh yang diberi makanan halal lagi baik, dengan tubuh yang diberi makanan haram, syubhat, mengandung unsur RIBA dan yang semacamnya. Jauh berbeda. Sekali lagi, BER-BE-DA.
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan di sesi pertama itu.
Adapun sesi kedua diisi oleh Ustadz Yanuardi atau yang akrab dipanggil UYA. UYA itu sebenarnya singkatan dari dua kata, yaitu Ustad dan Yanuardi. Begitu kata seorang temanku.
Beliau adalah seorang Ustadz yang multitalent. Selain pandai merangkai kata demi kata saat berbicara di depan peserta, UYA ini rendah hati orangnya.
Beliau menyampaikan,bahwa diperlukan cara langit (Baca: Cara Allah) untuk menyelesaikan segala persoalan hidup, tak terkecuali soal keuangan, yang kita anggap sudah tidak ada lagi cara lain kecuali melakukan pinjaman ke rentenir.
Bukannya Allah Sudah informasikan ke kita, bahwa siapa saja yang berkata Allah adalah Tuhanku kemudian ia beristiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu. (Silahkan buka Qs. 41:30)
UYA melanjutkan dengan bertanya kepada hadirin tentang arti istiqomah, mereka pun menjawab dengan berbagai macam jawaban. Sampai akhirnya beliau pun bercerita ketika mentadabburi ayat ini sewaktu beliau diberi kesempatan study di Saudi Arabia. Tidak sebentar waktu yang digunakan untuk mendapatkan arti istiqomah. Terus dan terus beliau cari, hingga pulang ke tanah air pun beliau masih penasaran dengan arti istiqomah menurut Bahasa Indonesia. Beliau berangkat ke perpustakaan Nasional yang berada di Salemba, hanya untuk mendapatkan arti istiqomah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beliau buka buka, apa itu istiqomah, dan akhirnya beliau dapatkan dan menyimpulkan bahwa seseorang tidak dapat disebut istiqomah jika kurang dari tiga hal. Tiga hal itu harus dilakukan jika kita ingin beristiqomah. Apa saja 3 hal tsb...?
1. Serius
2. Fokus
3. Terus menerus
Jadi istiqomah itu serius, fokus, dan terus menerus (Konsisten).
Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan pada acara tsb.
Di akhir acara, beliau menutup dengan doa, dimana isi dari doa itu berharap agar umat islam Allah jadikan orang orang kaya yang bertaqwa, yang menjauhi RIBA, dan senantiasa memudahkan urusan sesamanya.
Selesai berdoa, panitia pun mengungkapkan kesan-kesannya saat menyimak motivasi dari kedua pembicara yang Masya Allah. Dan panitia menginfokan bahwa tim G-Petir akan mendatangi rumah-rumah warga yang terlilit hutang RIBA dengan rentenir, demi membebaskan hutang-hutangnya itu.
Terakhir, kami ucapkan syukraan jazaakumullahu khoiron katsiiron kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara dan kegiatan ini. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai anda semua.
Amiiin ya Rabbal 'alamiin...
Barokallahu fiikum...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar