Seorang Imam sholat, lupa melanjutkan ayat. Wajar. Kan manusia. Bukan malaikat.
Imam Masjidil Haram saja pernah lupa. Kan beliau juga manusia. Bukan malaikat.
Kalau Imam benar, ikuti. Kalau lupa, ya kasih tau. Kalau salah, ya ingatkan.
Begitu pun pemimpin kita. Ya, pemimpin apa saja. Entah negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, sekolah, pesantren, bahkan keluarga. Kalau benar, ikuti dan taati. Kalau salah dan keliru, kasih tau dan ingatkan. Bukan dihujat, dicela, digunjing, dicemooh, karena hal seperti itu tidak dapat merubah. Catat. Sepakat?
Yang begini perlu dijelaskan, kadang orang kalau ngomong asal jeplak. Mungkin sebelum ngomong ngga baca bismillah dulu. Jadi ngga tertata dengan baik.
Untuk apa sibuk mencela sana sini. Itu tidak membantu merubah keadaan. Ingatkan, kasih tau, tegur dengan cara yang baik, dan lain-lain.
Sekian dulu. Nanti kita nyambung lagi. Thanks for all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar